Tim e-sport Polsri – Juara 1 (LIMA) Liga Mahasiswa E-Sport PUBG Nasional 2021

Polsri. 20/9/2021. Tim E-Sport Politeknik Negeri Sriwijaya menjadi juara 1 pada grand final Liga Mahasiswa (LIMA) E-Sport nasional 2021. Tim Polsri 1 terdiri dari mahasiswa polsri dan dikawal dari divisi E-Sport Unit Kegiatan mahasiswa Olahraga Polsri.

Rangkaian kompetisi LIMA Esports 2021 With Kopi Caffino PUBG MOBILE rencananya diawali dengan menyajikan persaingan dari Western Region (Wilayah Barat) pada 4-5 September 2021.

Junas Miradiarsyah selaku Direktur Liga Mahasiswa menyampaikan LIMA melihat PUBG MOBILE serta esports secara umum memiliki potensi baik untuk menjadi wadah perkembangan Mahasiswa di masa depan. Sehingga, LIMA sebagai pusat pengembangan Mahasiswa perlu terus mengaktuliasi diri terhadap kegiatan mahasiswa. LIMA Esports With Kopi Caffino PUBG MOBILE ini akan diikuti lebih dari 40 perguruan tinggi dan melibatkan 500 lebih student athlete.

Pelaksanaan kompetisi PUBG MOBILE ini merupakan bentuk inovasi dan bukti keseriusan LIMA untuk terus dapat hadir bagi Mahasiswa. LIMA berharap dapat terus memberikan kontribusi untuk memastikan mahasiswa mendapatkan dampak positif melalui esports. Kami berkomitmen hadir secara konsisten serta memberikan pengaruh yang luas” ujar Junas.

Pelaksanaan kompetisi PUBG MOBILE dilaksanakan dalam dua fase yakni Region dan Nationals. Fase region dibagi ke dalam dua wilayah yakni Western (barat) dan Eastern (timur). Adapun Western diikuti oleh perguruan tinggi yang berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Sumatra, Bangka Belitung, Riau, dan Kalimantan Barat. Sementara itu, perguruan tinggi yang berasal diluar Region Western, mereka akan masuk ke dalam Region Eastern.

Pengukuhan Prof. Dr.Ir. Rusdianasari, M.Si Sebagai Guru Besar Pertama Polsri

Polsri. 17/9/2021. Politeknik Negeri Sriwijaya kukuhkan Prof. Dr.Ir. Rusdianasari, M.Si sebagai Profesor dalam ilmu energi dan lingkungan pada jurusan teknik kimia Polsri. Sidang senat khusus terbuka pengukuhan guru besar dihadiri Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Sumsel, DR.K.H.Rosidin Hasan, M.PDI, Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Dr. Beny Bandanadjaya, S.T., M.T., Ketua senat, Direktur Polsri, Prof.Dr.Ir.Rusdianasari, M.Si beserta keluarga besar bertempat di Graha Pendidikan Polsri.

Dr.Ing Ahmad Taqwa, mengatakan “Pengukuhan guru besar ini dilaksanakan secara hybrid yaitu offline dan online dengan mematuhi protokol Kesehatan. Kegiatan ini digelar di hari yang barokah, acara yang baik dengan niat yang baik akan menjadi bagian dalam pembangunan di Sumsel.

Lanjutnya, melalui pendidikan Politeknik dan pendidikan Vokasi, yang tugasnya menyiapkan sumber daya dunia terapan yang langsung siap masuk dunia industri.

“Ini keahlian yang baru kita keluarkan, yaitu Guru Besar dalam bidang Ilmu Energi dan Lingkungan pada Jurusan Teknik Kimia, ini adalah bagian dan menjadi tantangan saat ini, bahwa kita menuju era revolusi dan menuju teknologi lanjutan,” ungkapnya.

Pelaksana Harian (PLH) Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumsel Rosyidin, mengatakan hari ini Jum’at (17/09/2021) Polsri melahirkan seorang profesor yang luar biasa dan memiliki kekhususan  dibidang lingkungan.

“Kami yakni dengan hadirnya seorang profesor di Polsri ini akan lebih mewarnai, dan bagaimana Polsri kedepan lebih mampu berkontribusi terhadap pembangunan di Sumsel. Karena sejatinya, pendidikan pada akhirnya bagaimana memanfaatkan pengetahuan di bangku kuliah,” katanya.

Jelansnya, pendidikan di Polsri ini sudah makin luar biasa, dan ini merupakan yang pertama. “Kami yakin dan mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama akan segera bermuncul lagi guru besar di Polsri ini untuk lebih menguatkan,” ungkapnya.

Prof.Dr.Ir. Rusdianasari, M.Si menyampaikan pidato dengan judul “Elektrokimia: Tren Pengolahan Limbah Cair Menggunakan Metode Elektrokoagulasi menjadi Energi Terbarukan” disampaikan banyak negara telah menyadari pentingnya pemanfaatan sumber-sumber energi terbarukan sebagai penganti energi tidak terbarukan seperti minyak bumi, batubara dan gas yang telah menimbulkan dampak lingkungan. Dengan semakin menipisnya cadangan sumber energi tidak terbarukan, maka biaya untuk penambangannya akan meningkat, yang berdampak pada meningkatnya harga jual ke masyarakat. Pada saat yang bersamaan, energi tidak terbarukan akan melepaskan emisi karbon ke atmosfir, yang menjadi menyumbang besar terhadap pemanasan global.

“Metode elektrokoagulasi sangat efektif mengolah limbah cair menjadi air bersih dan air hasil olahan tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan hydrogen sebagai energi baru terbarukan (EBT)”

Prof.Dr.Ir. Rusdianasari, M.Si menyampaikan bahwa dirinya terharu, karena untuk mencapai posisi ini membutuhkan perjuangan yang panjang. Karena hampir 2 tahun persiapan, setelah berkas disiapakan harus menunggu 1 tahun lagi.

“Jadi ini yang pertama untuk di Polsri tentu saya senang sekali, dan mudah-mudahan langkah awal yang saya ambil ini, nantinya diikuti oleh teman-teman lainnya untuk jadi guru besar,” tutupnya.