Mari bergabung dalam program pembelajaran 1+1+1 di China, dimana mahasiswa akan menempuh Pendidikan selama satu tahun di Indonesia, satu tahun di Tiongkok, dan mengikuti program magang di perusahaan Tiongkok selama satu tahun dan memperoleh beasiswa untuk kuliah di China.
Politeknik Negeri Sriwijaya Scholarship Admission 2025
POLSRI offers a full tuition waiver and monthly stipend (IDR 2,000,000) for new international students (High School Graduate and the sixth-semester student of senior high school) seeking the undergraduate degrees of Diploma III and Applied Bachelor Programs.
Palembang, Desember 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih dua penghargaan bergengsi pada ajang Anugerah DiktisaintekRead More…
Palembang, Desember 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) melaksanakan kegiatan Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama dengan Pemerintah Kota Pagar Alam yang berlangsungRead More…
Palembang, Desember 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) melaksanakan kegiatan Serah Terima Kuota Tambahan Beasiswa KIP – K Tahun 2025 bagi mahasiswa Polsri KampusRead More…
Palembang, Desember 2025 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya. Tim PPK Ormawa UKM MARS berhasil meraih Penghargaan Terbaik 2 padaRead More…
Palembang, Desember 2025 – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Politeknik Negeri Sriwijaya melaksanakan kegiatan kunjungan sosial ke TK IT Harapan Mulia dan Panti Asuhan Ikhlas Berbagi sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan anak usia dini dan kesejahteraan sosial masyarakat.
Palembang, Desember 2025 – UPA Perpustakaan Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Ulang Pemanfaatan E-Jurnal Emerald, E-Book Erlangga, Eprints, dan OPAC pada Senin, 8 Desember 2025, bertempat di Graha Pendidikan Politeknik Negeri Sriwijaya.
Palembang, Desember 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya kembali melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Vokasi Tahun 2025 yang mengusung tema “Penyusunan Revitalisasi TEFA untuk Meningkatkan Olahan Kopi dan Tata Kelola Kemitraan Strategis yang Berdampak.” Kegiatan ini merupakan langkah strategis jurusan Rekayasa Teknologi Budidaya Perkebunan (RTBP) dalam memperkuat Teaching Factory (TEFA) berbasis komoditas unggulan daerah, khususnya kopi.
FGD dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan RTBP, Bapak Robert, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Beliau menekankan bahwa TEFA bukan hanya laboratorium produksi, tetapi juga ekosistem pembelajaran riil yang harus mampu menjawab kebutuhan industri dan pengembangan potensi daerah.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Task Force Revitalisasi, Marta Aznury, yang menjelaskan bahwa revitalisasi TEFA tahun 2025 difokuskan pada peningkatan sistem produksi, standarisasi kualitas olahan kopi, serta penguatan jejaring kemitraan strategis yang berorientasi pada keberlanjutan dan dampak ekonomi.
FGD menghadirkan dua narasumber utama yang kompeten di bidangnya. Narasumber pertama, Bapak Anjas Hariansyah, S.P., Kepala Bidang Produksi Tanaman Perkebunan, Dinas Pertanian Kota Pagar Alam, menyampaikan materi bertajuk “Kebijakan dan Regulasi Pemerintah terkait Budidaya Kopi di Pagar Alam.” Beliau memaparkan arah kebijakan pemerintah daerah terhadap pengembangan budidaya kopi, regulasi yang mendukung peningkatan produktivitas, serta peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah dan petani lokal.
Narasumber kedua, Ibu Novia Anggita, S.P., Founder PT Agri Ekspor Indonesia (AKOR), membawakan materi “Tata Kelola Kemitraan dan Strategi Ekspor Kopi di Pagar Alam.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan bagaimana manajemen rantai pasok, kemitraan yang sehat, dan pemenuhan standar ekspor menjadi kunci bagi produk kopi Pagar Alam untuk menembus pasar internasional. Beliau juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi vokasi dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan inovatif untuk mendukung industri kopi nasional.
Melalui kegiatan FGD ini, diharapkan Politeknik Negeri Sriwijaya mampu menyusun model revitalisasi TEFA yang lebih relevan, adaptif, dan berdampak bagi pengembangan UMKM kopi, peningkatan kualitas produk, serta perluasan kemitraan strategis dengan industri. Hasil diskusi akan menjadi dasar penyusunan roadmap TEFA yang terukur dan berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara pemateri, dosen, mahasiswa, dan mitra industri, yang menghasilkan berbagai rekomendasi penting terkait peningkatan kualitas pembelajaran vokasi dan penguatan ekosistem hilirisasi produk kopi.
Palembang, Desember 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Tahun 2025 sebagai agenda tahunan yang bertujuan memperkuat perencanaan strategis, mengevaluasi capaian program, serta memfinalisasi anggaran tahun 2026 berbasis Sistem Informasi Keuangan (SIMKEU). Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan institusi, para ketua jurusan, ketua program studi, dan perwakilan unit-unit pelaksana di lingkungan Polsri.
Raker dibuka oleh Direktur Polsri, Ir. Irawan Rusnadi, M.T., setelah sambutan awal dari Ketua Panitia Raker, Drs. Zakaria, M.Pd. Agenda pembukaan juga diisi dengan penampilan tari tradisional serta sesi foto bersama seluruh peserta.
Pada hari pertama, peserta mengikuti paparan mengenai Rencana Strategis (RENSTRA) dan penilaian SAKIP oleh M. Anthony Fauzi, S.Kom., dilanjutkan sesi Leaders Talks dengan menghadirkan Dr. RD. Kusumanto, M.T.; Dr. Ing. Ahmad Taqwa, M.T.; Ir. Irawan Rusnadi, M.T.; serta Prof. Dr. Ir. Leila Kalsum, M.T. Sesi ini menekankan penyelarasan strategi dan anggaran institusi yang lebih sistematis, terstruktur, dan berbasis data.
Selanjutnya, wakil direktur dari seluruh bidang memberikan arahan dan evaluasi capaian program tahun berjalan, antara lain Bidang Akademik, Bidang Perencanaan dan Keuangan, Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, serta Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi. Pemaparan capaian P3M, PPMPP, serta sosialisasi terkait SPI turut menjadi agenda penting.
Pada hari kedua, Raker berfokus pada paparan teknis perencanaan dan penganggaran BLU oleh Dr. Yulindasari, S.T., M.Eng beserta tim, disusul laporan evaluasi dan usulan program dari seluruh jurusan dan unit kerja. Sesi ini menjadi ruang pemantapan sinergi antarunit dalam mendukung target institusi menuju peningkatan layanan pendidikan dan riset terapan.
Hari ketiga ditujukan untuk finalisasi anggaran berbasis aplikasi SIMKEU, termasuk penyelarasan Rencana Kinerja Direktur, penyusunan tindak lanjut PICA, serta sinkronisasi anggaran 2026 bersama tim perumus dan tim pengembangan sistem. Kegiatan ditutup dengan materi Character Building oleh Rama Sugandhi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, serta sesi Fun Game sebagai penguatan kolaborasi antar peserta.
Rapat Kerja Polsri 2025 diakhiri dengan penyerahan dokumen hasil perumusan kepada Direktur Polsri, disaksikan seluruh peserta, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan institusi yang unggul, responsif, dan berdaya saing tinggi.
Palembang, November 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) turut berpartisipasi dalam kegiatan Kunjungan Industri yang diselenggarakan oleh PT Omron Electronics Indonesia bekerja sama dengan Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia (FDPNI). Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 27 November 2025 tersebut bertempat di Omron Manufacturing of Indonesia (OMI), Kawasan EJIP Plot 5C, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Palembang, 27 November 2025 – Bidang Kemuslimahan Masjid Ath-Thuroiqi Politeknik Negeri Sriwijaya, bekerja sama dengan Bidang Kemuslimahan LDK Karisma serta Ibu – Ibu Dharma Wanita Politeknik Negeri Sriwijaya sukses menyelenggarakan Kajian Inspiratif Muslimah bertema “Dari Nilai ke Aksi Mulimah Menginspirasi”
Acara yang berlangsung di Graha Polsri ini, dibuka secara resmi oleh Ketua Dharma Wanita Politeknik Negeri Sriwijaya, Ibu Anerasari M, B.Eng., M.Si. Kegiatan ini turut dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan ibu – ibu Dharma Wanita di Lingkungan Politeknik Negeri Sriwijaya, sehingga menciptakan suasan kajian yang inklusif dan penuh kebersamaan
Kajian ini menghadirkan Ustadzah Rafika Fitrianti, S.T., sebagai pemateri dan Ibu Arabiatul Adawiyah, M.Kom, sebagai moderator. Materi yang disampaikan menekankan nilai- nilai utama muslimah, hingga pentingnya keteguhan iman, akhlak mulia, peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat, serta teladan para perempuan hebat dalam sejarah Islam.
Suasana kajian semakin hidup dengan tingginya antusiasme peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi mengenai peran muslimah di era modern serta tantangan menjaga keistiqamahan dalam aktivitas sehari – hari.
Selain itu peserta, Siti Rahma, menyampaikan testimoninya: “Kajian ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan mengenai bagaiman muslimah dapat berpegangan pada nilai Islami sambil terus berkarya”.
Melalui kegiatan ini, Politeknik Negeri Sriwijaya dapat terus menghadirkan program pembinaan spiritual dan penguatan karakter bagi seluruh civitas, khususnya muslimah, agar senantian berdaya, istiqamah, dan memberi kontribusi positif bagi kampus maupun masyarakat.
Jakarta, November 2025 – Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia bekerja sama dengan International Talent Circulation (INTACT) Base Taiwan–Indonesia menyelenggarakan International Industry Education Forum and 2026 Intense Programs Education Fair pada 26–27 November 2025. Kegiatan yang digelar di Wisma Makara dan Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia ini menghimpun perguruan tinggi vokasi dari seluruh Indonesia serta delegasi institusi pendidikan Taiwan untuk memperkuat jejaring akademik dan membuka peluang kerja sama internasional.
Semarang, November 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) melaksanakan rangkaian kegiatan strategis berupa kunjungan kerja ke Politeknik Negeri Semarang (Polines) serta kunjungan industri ke MariFood. Agenda ini bertujuan memperkuat sinergi antarlembaga vokasi serta memperluas kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) guna meningkatkan kualitas pendidikan di Polsri.
Palembang, November 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) kembali memperkuat jaringan internasional melalui penyelenggaraan International Exchange Short Course 2025 bersama Politeknik merlimau Melaka (PMM), Malaysia. Program pertukaran akademik dan budaya ini resmi dibuka di Graha Pendidikan Polsri, Senin (17/11), dan menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian kunjungan PMM ke Polsri pada tanggal 16 – 19 November 2025.
Kaohsiung, Taiwan — Politeknik Negeri Sriwijaya kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kerja sama internasional melalui partisipasinya dalam International Forum on Educational Collaboration Achievements for Industry Talent, yang diselenggarakan pada 11 November 2025 bertempat di Han-Hsien International Hotel, Kaohsiung. Pada forum bergengsi ini, Polsri diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Dr. Yusri, M.Pd.
Palembang, 19 November 2025 — Politeknik Negeri Sriwijaya melalui Tim Penelitian Program Perdikari 2025 menyelenggarakan Dialog Publik ChannaSense 2025 di Hotel Beston Palembang. Kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor dalam membahas inovasi teknologi dan peluang bisnis budidaya ikan gabus di Sumatera Selatan.
Acara turut dihadiri oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Dr. Yusri, M.Pd, dan Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi, Dr. Irma Salamah, S.T., M.T.I., yang memberikan dukungan penuh terhadap riset dan kolaborasi inovatif yang dikembangkan Polsri.
Pemaparan penelitian disampaikan oleh Ketua Peneliti, Dr. Nyayu Latifah Husni, S.T., M.T., yang menjelaskan perkembangan riset ChannaSense—teknologi berbasis Internet of Things (IoT) untuk membantu pembudidaya dalam mengontrol kualitas air, suhu, pH, dan sistem pompa secara otomatis, sehingga mampu menekan kerugian dan meningkatkan produktivitas.
Sebagai narasumber utama, Muhammad Hafizh dari Samsara – PT Karya Muda Berdampak memberikan perspektif ekosistem bisnis dan penguatan UMKM. Sementara itu, panelis dari Dinas Perikanan dan Kelautan Sumsel, Dinas Koperasi dan UKM Sumsel, Dinas Tenaga Kerja Kota Palembang, Bank Indonesia Sumsel, Universitas Sriwijaya, serta Politeknik Negeri Sriwijaya turut membahas potensi ikan gabus dari sektor pangan, farmasi, hingga peluang hilirisasi berbasis teknologi.
Mitra budidaya seperti Kandang Om Bobby dan SMK Indralaya Selatan juga berbagi pengalaman dan kebutuhan lapangan, termasuk tantangan mortalitas benih, kualitas air, dan akses terhadap teknologi.
Acara dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun Business Model Canvas, membahas rantai nilai industri gabus dari hulu hingga hilir, akses pembiayaan, legalitas usaha, dan strategi pemasaran berkelanjutan.
Dialog ditutup dengan penyampaian rekomendasi yang akan menjadi dasar pengembangan roadmap kolaborasi teknologi dan bisnis di bidang perikanan. Polsri menegaskan komitmennya untuk terus membangun inovasi serta memperkuat ekosistem kemitraan demi memajukan sektor perikanan berbasis teknologi di Sumatera Selatan.
Dalam rangka mendukung pengembangan jiwa kewirausahaan serta menciptakan ruang bagi generasi muda untuk berinovasi, kami mempersembahkan IGNITE 2025, sebuah program kompetisi dan pengembangan bisnis bagi mahasiswa yang ingin menambah pengalaman serta memperluas jaringan di dunia usaha.
Melalui kegiatan ini, peserta berkesempatan untuk menunjukan ide bisnis terbaiknya, memperoleh pengalaman baru, serta membangun koneksi bersama para pegiat bisnis lainnya.
✨ Rangkaian Acara
Business Plan Competion Hari/Tgl: Senin, 24 November 2025
Expo Bazar Wirausaha Mahasiswa Hari/Tgl: Senin sd Rabu, 24 sd 26 November 2025
Seminar IGNITE (Pemateri: Owner ‘Bukan Ayam Geprek Bang Dedek ‘) Hari/Tgl: Rabu, 26 November 2025
Informasi lebih lanjut @komunitaswirausahapolsri
💳 Metode Pembayaran
DANA : 085838864571 A.n Suryati
BRI : 034201110123502 A.n Melina Safitri
🎁 Benefit Peserta
Sertifikat
Konsumsi
Hadiah Pemenang
Pemenang mendapatkan rekomendasi lolos PMW 2026
Mendapatkan tenda yang nyaman, meja & kursi (bagi yang mengikuti bazar)
Dengan adanya IGNITE 2025 ini, kami berharap dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide, menambah wawasan, dan menapaki langkah awal menuju dunia bisnis yang sesungguhnya.
Surakarta, 11-14 November 2025 – Kepala UPT. Perpustakaan Polsri menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan nasional APPeL Hijau Indonesia Awards 2025 pada kategori “Green Innovation Technology” dan “Green Library Principal”, pada kegiatan “Konferensi Literasi Hijau Indonesia (KLHI) ke-2 tahun 2025 dan Penganugerahan Penghargaan APPeL Hijau Indonesia Awards 2025” yang dianugerahkan oleh DPP Asosiasi Penggerak Perpustakaan dan Literasi Hijau Indonesia (APPeL Hijau Indonesia) di Surakarta, Jawa Tengah. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi pada Lembaga dan Personal yang memiliki semangat, inovasi dan kreativitas tinggi dalam upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan sehingga dapat berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Penghargaan diberikan melalui asesmen dan penilaian dalam berbagai aspek secara komprehensif yang meliputi Kinerja (performance), Prestasi (achievement), Praktik baik (best practice), Karya publikasi (scientific publication), Jejak digital (digital footprint), Pemberitaan (press release), Aktivitas organisasi (organization activity), Dokumentasi (documentation), Laman web (web site) dan Laman media sosial (social media).
Penghargaan APPeL Hijau Indonesia Awards 2025 menjadi capaian penting sekaligus kebanggaan bagi Polsri dan khususnya UPT. Perpustakaan polsri, karena mencerminkan komitmen seluruh tim UPT. Perpustakaan Polsri dalam usaha menghadirkan layanan perpustakaan yang profesional, modern, dan berorientasi pada kepuasan pemustaka sambil turut mengedukasi pemustaka mengenai Literasi Hijau (Green Literacy). Selama tahun 2025, UPT. Perpustakaan telah melaksanakan inovasi dalam berbagai program peningkatan kualitas layanan, mulai dari pemutakhiran sistem otomasi, penguatan literasi informasi, penyediaan fasilitas belajar yang nyaman, hingga peningkatan kompetensi pustakawan melalui pelatihan dan sertifikasi yang seluruh kegiatan diselaraskan dengan green literacy.
Kepala UPT. Perpustakaan, Koryati S.Pd. M.Pd., sebagai menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi dorongan bagi seluruh staf untuk terus berinovasi. “APPeL Hijau Indonesia Awards 2025 adalah apresiasi atas kerja keras bersama. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus memperkuat layanan, memperluas akses informasi, dan menciptakan perpustakaan yang semakin relevan dengan kebutuhan sivitas akademika yang mendukung kegiatan jenis-jenis literasi yang juga bersinergi dengan literasi hijau” ujarnya.
Melalui penghargaan ini, UPT. Perpustakaan berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan akademik, penelitian, pengabdian, dan peningkatan budaya literasi di lingkungan Politeknik Negeri Sriwijaya. (KOY)
Palembang, November 2025 – Mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Akuakultur Politeknik Negeri Sriwijaya berhasil meraih juara dalam Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan Kota Palembang Tahun 2025. Pada kompetensi yang berlangsung di Angkasa Driving Range & Sky Resto Palembang, Selasa (11/11/2025) tersebut, tim Polsri berhasil meraih Juara 2 melalui inovasi berbasis herbal unggul, yang berjudul “Ekstrak Daun Teratai sebagai Alternatif Pengganti Antibiotik pada Budidaya Ikan”.
Palembang, November 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) memperluar jaringan kemitaraan institusional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta Implementation of Agreement (IoA) bersama Universitas Indo Global Mandiri (UIGM). Kegiatan ini berlangsung di Polsri dengan dihadiri pimpinan kedua institusi, Ketua Jurusan di lingkungan Polsri dan perwakilan unit terkait.
Palembang, November 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) menerima kunjungan edukatif dari Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Furqon Palembang dalam rangka mengenalkan dunia pendidikan tinggi vokasi kepada para siswa. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan kampus Polsri dengan suasana interaktif dan penuh semangat belajar.
Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat jejaring antara dunia pendidikan, alumni dan industri, Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) menjalin kolaborasi strategis dengan Ikatan Alumni Polsri (IKA Polsri) serta Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang. Kerja sama ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pengembangan kompetensi yang berkelanjutan bagi para lulusan, sekaligus memperluas peluang kerja di sektor konstruksi melalui sertifikasi profesi yang diakui secara nasional.
Palembang, November 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) bersama Ikatan Alumni Polsri (IKA Polsri) dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang menyelenggarakan kegiatan Pemberian Kompetensi Tambahan (PKT) dan Sertifikasi Konstruksi yang berlangsung selama lima hari di Aula KPA Polsri. Kegiatan ini diikuti oleh 175 alumni Polsri dari berbagai program studi yang ingin memperkuat kemampuan profesional di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi Level 5.
Palembang, November 2025 – Prestasi kembali ditorehkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (BEM Polsri) di kancah nasional. Ketua BEM Polsri, M. Bintang Romadhon, menjadi salah satu delegasi terpilih yang mewakili kampus dalam Future Leaders Camp (FLC) 2025 Regional 2, yang diselenggarakan di Universitas Baiturrahmah, Padang, Sumatera Barat, pada tanggal 5–8 November 2025. Keikutsertaan ini berdasarkan undangan resmi bernomor 4472/B2/DT.01.01/2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
FLC 2025 merupakan program nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi. Forum ini mempertemukan para pemimpin lembaga kemahasiswaan, aktivis kampus, serta perwakilan mahasiswa berprestasi dari seluruh wilayah Regional 2.
Kegiatan dibuka secara resmi pada Kamis, 6 November 2025, diawali dengan laporan oleh Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T. selaku Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), disusul sambutan dari Rektor Universitas Baiturrahmah, Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S.. Pembukaan secara simbolis dilakukan oleh Prof. Khairul Munadi, M.Sc., Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, yang menandai dimulainya rangkaian pembinaan kepemimpinan mahasiswa nasional.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan intensif melalui seminar, forum diskusi, dan dialog interaktif yang menghadirkan narasumber nasional. Materi yang dibahas meliputi tema-tema strategis seperti:
• Regenerasi kepemimpinan nasional menuju Indonesia Emas 2045 • Kewirausahaan dan inovasi berorientasi dampak sosial • Kepemimpinan berbasis nilai, integritas, dan tujuan • Politik, kebijakan publik, dan ruang partisipasi generasi muda • Storytelling dan komunikasi publik untuk pengaruh sosial • Pembangunan nasional, ekonomi, dan keberlanjutan
Selain seminar, kegiatan juga diisi dengan assessment kepemimpinan, ice breaking, networking session, penyusunan hingga presentasi Mini Project yang melatih peserta dalam merumuskan solusi berbasis kolaborasi atas isu-isu sosial dan kepemudaan.
Dalam kegiatan ini, Ketua BEM Polsri aktif berpartisipasi dalam forum diskusi dan kolaborasi lintas kampus. Kehadirannya menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring kepemimpinan mahasiswa sekaligus memperkenalkan karakter BEM Polsri yang adaptif, progresif, dan kolaboratif. Ajang ini juga membuka peluang kemitraan antarperguruan tinggi yang dapat dikembangkan dalam program kerja berikutnya.
Partisipasi BEM Polsri di FLC 2025 menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa Polsri di tingkat nasional. Melalui kegiatan ini, Polsri tidak hanya dikenal unggul dalam bidang vokasi, tetapi juga mampu tampil sebagai katalisator gerakan kepemimpinan muda Indonesia. Pengalaman dan wawasan yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan menjadi program nyata yang berdampak positif bagi seluruh mahasiswa Polsri.
Palembang, 10 November 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 di Gedung Graha Pendidikan Polsri dengan Khidmat. Kegiatan ini mengusung tema nasional “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan” yang mencerminkan semangat generasi penerus untuk terus meneladani nilai – nilai perjuangan para pahlawan bangsa.
Palembang, 6 November 2025 — Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan inovasi riset dan pengabdian masyarakat melalui penyelenggaraan Expo Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Program PNBP 2025. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 5–6 November 2025, di Graha Pendidikan Polsri ini sukses menarik perhatian sivitas akademika dan mitra eksternal.
Acara dibuka dengan laporan dari Dr. Martha Aznury, M.Si., selaku Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Polsri, dan dilanjutkan dengan sambutan serta pembukaan resmi oleh Direktur Polsri, Ir. Irawan Rusnadi, M.T.. Momen peresmian expo ditandai dengan launching video pembuka yang menandai dimulainya rangkaian kegiatan penuh inspirasi ini.
Sebanyak 200 karya penelitian dan pengabdian masyarakat dari dosen dan mahasiswa Polsri dipamerkan dalam bentuk banner dan stand interaktif. Karya-karya tersebut mencerminkan kontribusi nyata Polsri dalam berbagai bidang, mulai dari teknologi terapan, sains, ekonomi, hingga sosial-humaniora. Melalui kegiatan ini, Polsri berupaya memperkuat sinergi antara kampus, industri, dan masyarakat dalam membangun solusi berbasis riset yang berdampak.
Expo juga menghadirkan talkshow tematik yang menampilkan para narasumber inspiratif dari kalangan dosen peneliti dan pelaksana pengabdian masyarakat, antara lain Dr. Nyayu Latifah Husni, S.T., M.T., Pratiwi Lestari, M.Pd., Dr. Hetty Meileni, S.Kom., M.T., Dr. Ade Silvia Handayani, S.T., M.T., serta beberapa nama lain yang berbagi pengalaman dan hasil kolaboratif mereka dalam penelitian maupun pengabdian.
Tak hanya itu, suasana expo semakin semarak dengan adanya penilaian stand terbaik, sesi testimoni peserta, permainan interaktif, pembagian doorprize, serta pengumuman penghargaan untuk karya unggulan. Aktivitas ini menjadi wadah apresiasi atas dedikasi sivitas akademika dalam menghasilkan karya inovatif yang berdaya guna bagi masyarakat luas.
Dengan mengusung tema “Dari Kampus untuk Negeri: Mewujudkan Kolaborasi dan Inovasi yang Berdampak dan Berkelanjutan”, Expo Polsri 2025 menegaskan posisi Politeknik Negeri Sriwijaya sebagai perguruan tinggi vokasi yang tidak hanya fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan terapan, tetapi juga berperan aktif dalam memberdayakan masyarakat melalui hasil penelitian yang solutif dan berkelanjutan.
Palembang, 30 Oktober 2025-Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melaksanakan kegiatan Visitasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Tahun 2025 di desa binaan TIM PPK ORMAWA UKM MARS Politeknik Negeri Sriwijaya (POLSRI). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya belmawa untuk meninjau secara langsung implementasi, capaian, inovasi, dan dampak sosial program PPK ORMAWA yang dijalankan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) MARS POLSRI sebagai salah satu penerima pendanaan PPK ORMAWA tahun 2025.
Muara Enim, Oktober 2025 — Sebuah inovasi kolaboratif antara Pertamina EP Limau Field dan Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) berhasil menghadirkan solusi nyata dalam pengelolaan limbah ramah lingkungan melalui kegiatan bertema “Pemanfaatan Limbah Anyaman Bambu melalui Proses Pirolisis untuk Produksi Arang dan Asap Cair.” Program ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pemberdayaan masyarakat sekaligus pelestarian lingkungan.
Semarang, 29 Oktober 2025 — Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Jurusan Teknik Sipil Program Studi D-IV Perancangan Jalan dan Jembatan, Juanda Syahputra, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang bergengsi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional (Pilmapres) tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendiktisaintek di Universitas Diponegoro dari tanggal 25 – 29 Oktober 2025.
Malam penganugerahan menjadi sangat istimewa bagi prestasi Polsri di ajang tersebut. Setelah melalui proses panjang berbulan-bulan melalui seleksi internal, seleksi tingkat wilayah masing-masing LLDIKTI, seleksi tingkat awal nasional, seleksi tingkat final nasional, dan meraih gelar juara 3 setelah menyisihkan ribuan perguruan tinggi di tanah air merupakan prestasi terbaik bagi Polsri diajang bergengsi tersebut sejauh ini. Di tingkat final nasional, Juanda Syahputra juga merupakan satu-satunya wakil dari perguruan tinggi di Sumatera yang berhasil lulus ke tingkat nasional dalam kategori diploma dan menjadi satu-satunya juara yang berasal dari Politeknik.
Rangkaian seleksi yang sangat ketat telah dilewati Juanda dengan sangat baik bersama dengan 15 finalis dari berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang telah terpilih di masing-masing wilayah. Presentasi Capaian Unggulan, Produk Inovatif, dan Bahasa Inggris menjadi tolak ukur gelar juara yang diraih. Sebagai penerima beasiswa KIP-K, Juanda berhasil membuktikan bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk berprestasi di tingkat nasional dan internasional hingga akhirnya meraih gelar juara Pilmapres Nasional. Untuk capaian unggulannya,
Juanda mempresentasikan seluruh prestasi terbaik nya mulai dari peraih medali emas pembicara terbaik di ajang nasional Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2023 hingga menjadi awardee Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2024 di Kanada. Pada kesempatan tersebut, Juanda juga berhasil mempresentasikan produk inovatifnya sebagai mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Program Studi D-IV Perancangan Jalan dan Jembatan yaitu Eazyble sebuah bata hebel ramah lingkungan yang menggunakan eceng gondok sebagai bahan bakunya sehingga bisa dibuat secara mandiri oleh masyarakat menengah ke bawah dalam konstruksi bangunan yang efektif dan efisien dimana proses penciptaan produk inovatif tersebut berkolaborasi dengan dosen pembimbing yakni Ir. Julian Fikri, S.ST., M.Sc. Selain itu, kemampuan bahasa inggris yang mumpuni yang diperoleh melalui UKM EDS Polsri sejak awal menjadi mahasiswa berhasil membuat presentasinya berjalan dengan lancar.
Sambutan dalam acara penganugerahaan tersebut disampaikan oleh Ketua Pelaksana dari Undip, yaitu Wakil Rektor I Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr.rer.nat. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., Selanjutnya oleh rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang diwakili oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., Turut hadir secara langsung mewakili Direktur Polsri yaitu Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Bapak Ir. Dicky Seprianto, S.T., M.T., IPM., bersama dengan tim dosen pembimbing Juanda: Dr. Yuniar, S.T., M.Si., Beni Wijaya, S.Pd., M.Pd., dan M. Arief Rahman, S.E., M.M Koordinator Bidang Karir, Penalaran, Minat dan Bakat Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Karir dan Kewirausahaan.
Dengan pencapaian ini, Juanda tidak hanya mengharumkan nama Polsri tetapi juga menunjukkan bahwa perguruan tinggi vokasi dapat bersaing di tingkat nasional dengan kualitas dan karya nyata. Prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa Polsri lainnya untuk terus berprestasi, berinovasi, dan berdampak nyata terhadap lingkungan dan pembangunan nasional.
Palembang, 28 Oktober 2025 — Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 di Lapangan Parkir Depan Gedung Teknik Elektro Politeknik Negeri Sriwijaya . Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari berbagai jurusan di lingkungan Polsri dengan penuh khidmat dan semangat kebangsaan.
Palembang, 28 Oktober 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) melalui Task Force Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri Vokasi menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Peningkatan Kapasitas dan Kualitas Produksi Kopi” yang berlangsung di Ballroom Hotel Wyndham Palembang pada Selasa, 28 Oktober 2025.
Palembang, 23 Oktober 2025 — Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-43 Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri), telah dilaksanakan kegiatan peresmian stand bazar kampus yang berlangsung meriah di area parkir utama Polsri. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Direktur I Polsri, didampingi oleh Wakil Direktur IV, Ketua Senat Polsri, serta para Ketua Jurusan di lingkungan Polsri.
Palembang, 26 Oktober 2025 – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Jalan Sehat Dies Natalis ke-40 Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) yang digelar pada Minggu, 26 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh sivitas akademika Polsri, alumni, mitra industri, serta masyarakat sekitar kampus.
Palembang, 24 Oktober 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) menerima hibah peralatan praktikum dari PT Trias Indra Saputra sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di bidang vokasi. Kegiatan serah terima berlangsung di Kampus Utama Kramasan Polsri dan dihadiri oleh Wakil Direktur I Dr. Yusri, M.Pd., Wakil Direktur IV Dr. Irma Salamah, S.T., M.T.I., Ketua Jurusan Teknik Elektro Polsri beserta Dosen – dosen dari Jurusan Teknik Elektro Polsri .
Palembang, 23 Oktober 2025 – Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Polsri melalui Taskforce Penguatan Pembelajaran dan Riset menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Proyek Pembelajaran dan Strategi RIset Berdampak yang berlangsung pada hari Kamis, 23 Oktober 2025 di Ballroom Hotel Wyndham Palembang. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa dosen dan mahasiswa dari berbagai jurusan di lingkungan polsri.
Palembang, 22 Oktober 2025 – Dalam rangkaian kegiatan Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-43 Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri), dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Polsri dan BTN Syariah, serta penyerahan beasiswa dari International Test Centre (ITC) bagi mahasiswa berprestasi.
Palembang, 22 Oktober 2025 – Suasana Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-43 Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) berlangsung meriah dan penuh semangat kebangsaan berkat penampilan gemilang para mahasiswa. Dua persembahan istimewa, yaitu Tarian Nusantara dan Paduan Suara Mahasiswa Polsri, sukses memukau seluruh tamu undangan yang hadir di Graha Pendidikan Polsri.
Palembang, 22 Oktober 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-43, bertema “Transformasi Polsri untuk Indonesia Emas: Mempersiapkan Generasi Vokasi dalam Mewujudkan Masa Depan Bangsa yang Unggul.” Kegiatan ini berlangsung khidmat di Gedung Graha Pendidikan Polsri dan dihadiri oleh civitas akademika, para mitra industri, serta tamu undangan dari berbagai instansi pemerintahan dan pendidikan.
Dalam ajang Kompetisi Online Grup Internasional Grand Final World Vocational College Skills Competition 2025 , tim delegasi dari Politeknik Negeri Sriwijaya berhasil meraih Medali Perunggu melalui proyek berjudul “直播赋能,“电”亮印尼” (Streaming Cerdas: Menerangi Indonesia dengan Listrik Digital).
Palembang, 15 Oktober 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya. Muhammad Ariel Khamal, mahasiswa semester 4 Program Studi D4 Manajemen Informatika, berhasil meraih Juara 1 Audisi Presenter PALTV 2025, sebuah ajang bergengsi yang digelar oleh stasiun televisi lokal PALTV untuk mencari talenta muda berbakat di bidang broadcasting.
Padang, Oktober 2025 – Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) kembali menunjukkan kualitas terbaiknya dalam ajang Kompetisi Mahasiswa Informatika Politeknik Nasional (KMIPN) VII yang berlangsung di Politeknik Negeri Padang. Kegiatan bergengsi tingkat nasional ini mempertemukan berbagai politeknik terkemuka dari seluruh Indonesia dan menjadi ajang bagi mahasiswa vokasi untuk berinovasi serta menunjukkan kemampuan unggul mereka di bidang teknologi informasi.
Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri), didampingi dosen Indah Pratiwi, S.ST., M.T., berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2025 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), dengan inovasi Smoke Eco Oven (SMOVEN), sebuah “Inovasi Alat Pengasapan Ikan Salai Khas Palembang Berbasis Solar Cell dan Sistem IoT Guna Pengurangan Carbon Footprint”.
Palembang, Oktober 2025 — Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) turut menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 Tahun 2025 yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang pada tanggal 17 Oktober 2025. Pameran bergengsi ini menjadi momentum penting dalam memperingati 40 tahun kemajuan perdagangan Indonesia dan memperkuat posisi bangsa di kancah ekonomi global.
Palembang, Oktober 2025 — Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) turut berpartisipasi dalam kegiatan 2025 China–Indonesia Education–Industry Collaboration Summit yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 15 Oktober 2025. Forum internasional ini menjadi ajang penting dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan tinggi vokasi dengan dunia industri dari kedua negara, Indonesia dan Tiongkok.
Palembang, Oktober 2025 — Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) menerima kunjungan kerja dan studi banding dari Universitas Baturaja (UNBARA) pada hari Rabu, 15 Oktober 2025 . Kegiatan ini berfokus pada studi banding pengelolaan program studi di Jurusan Administrasi Bisnis, serta pengembangan kerja sama dalam bidang akademik dan pengelolaan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (GIBEI).
Dalam rangka mendukung pengembangan kreativitas dan inovasi mahasiswa di bidang teknologi kelistrikan serta pemanfaatan Internet of Things (IoT), Politeknik Negeri Sriwijaya menyampaikan informasi mengenai kesempatan bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan WATTNEXT by PLN Mobile yang diselenggarakan oleh PT. PLN (Persero) UID Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta UP3 Purwokerto. Kegiatan berskala nasional ini mengusung tema “Smarter Living, Better Future: Unlocking Human Potential with IoT and Electric Innovation” dan terdiri atas Lomba Karya Tulis Inovasi serta Seminar Nasional, yang dirancang untuk menumbuhkan ide-ide kreatif, kolaboratif, dan solutif dalam menjawab tantangan energi dan teknologi masa depan.
Palembang, 6 Oktober 2025 – Dalam rangka memperkuat komitmen terhadap tata kelola organisasi yang bersih, transparan, dan berintegritas,Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri)melalui Satuan Pengawasan Internal (SPI) yang juga berperan sebagai Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG), menyelenggarakan kegiatan In House Training bertema “ISO 37001:2025 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP)”.
Palembang, Oktober 2025– Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Rabu, 1 Oktober 2025, bertempat di Lapangan KPA Polsri. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta Ibu Dharma Wanita Polsri sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila.
Palembang, September 2025 – Tim dosen Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) BIMA 2025 melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pendampingan teknologi pirolisis rendah emisi untuk pengasapan ikan salai di Desa Sungai Kedukan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin I.
Peraturan Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya Nomor 2 Tahun 2025 tentang Integritas Akademik dalam Menghasilkan Karya Ilmiah di Lingkungan Politeknik Negeri Sriwijaya
Jakarta, [16 September 2025] – Tim Pelaksana Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) resmi meluncurkan informasi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2026 lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan hasil evaluasi penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya serta adanya penyesuaian penting dalam persyaratan bagi peserta jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Pada tahun 2026, sebagai hal yang baru dalam SNBP, siswa mempunyai nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kemdikdasmen.
Percepatan jadwal juga merupakan tindak lanjut dari evaluasi penyelenggaraan tahun 2025 yang mencatat beberapa kejadian, seperti waktu sosialisasi, persiapan sekolah dan siswa, peran seluruh pihak terkait, serta kecurangan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Dengan jadwal yang lebih maju, sekolah dan peserta memiliki waktu yang lebih panjang untuk beradaptasi dengan aturan baru. Selain itu, juga disampaikan perubahan penyelenggaraan SNPMB Tahun 2026 yang berbeda dari tahun sebelumnya.
Eduart Wolok, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, menegaskan, “Kami ingin memastikan seleksi nasional berjalan lebih fleksibel, efisien, transparan, adil, akuntabel, dan berkualitas. Perubahan ini bukan sekadar teknis, melainkan upaya menjawab tantangan mutu pendidikan tinggi serta menyiapkan lulusan SMA/MA/SMK yang unggul dan siap bersaing.”
Meskipun terdapat penyesuaian jadwal dan persyaratan, jalur seleksi SNPMB 2026 tidak mengalami perubahan. Tiga jalur utama yang sudah ada tetap berlaku, yaitu SNBP, Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan kuota yang masih sama seperti tahun sebelumnya. Perubahan hanya terletak pada syarat tambahan TKA untuk jalur SNBP, tanpa mengurangi persyaratan SNBP sebelumnya. Demikian pula, persyaratan SNBT tetap menggunakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dengan beberapa penyesuaian yang akan diumumkan kemudian.
Informasi resmi mengenai jadwal, mekanisme, dan persyaratan SNPMB 2026 dapat diakses melalui laman www.snpmb.id dan media sosial resmi SNPMB. Tim Pelaksana SNPMB mengimbau seluruh sekolah, guru, dan siswa untuk segera menyiapkan diri menghadapi seleksi dengan format terbaru, termasuk memantau status pengisian PDSS sekolah yang dapat dilihat pada menu ”SNBP >> Monitoring PDSS” di laman resmi SNPMB oleh semua pihak. Sosialisasi daring dan luring akan dilakukan lebih intensif agar informasi merata sampai ke seluruh daerah, baik oleh Tim Pelaksana SNPMB maupun Humas PTN.
Jakarta, 16 September 2025 Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB 2025 EDUART WOLOK NIP 197605232006041002
Dalam momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengumumkan peluncuran program Diktisaintek Berdampak atau Kampus Berdampak.
Program ini merupakan program lanjutan dan pengembangan dari program Kampus Merdeka yang diprakarsai oleh Nadiem Makarim selama menjabat sebagai Menteri Pendidikan di Indonesia.
Dalam program baru ini, Kemdiktisaintek akan memperluas dampak atau manfaat pendidikan tinggi di Indonesia. Dimana tidak lagi hanya fokus pada peningkatan kualitas lulusan perguruan tinggi. Akan tetapi juga memberi dampak kepada masyarakat secara langsung.
Peluncuran Program Diktisaintek Berdampak
Dikutip melalui website Kemdiktisaintek, peluncuran program Diktisaintek Berdampak dilakukan bertepatan dengan momen Hardiknas pada Jumat (02/05) lalu di Graha Diktisaintek, Jakarta.
Melalui program baru ini, Kemdktisaintek sekaligus mengumumkan adanya perubahan arah kebijakan di pendidikan tinggi Indonesia. Dimana perubahan arah ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, sains, dan juga kualitas teknologi di tanah air.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, dalam peluncuran program baru ini menjelaskan akan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Pencapaian ini memiliki potensi semakin tinggi, karena lewat Diktisaintek Berdampak maka akan meratakan peningkatan dan pencapaian kualitas pendidikan secara nasional. Sehingga peningkatan kualitas terjadi di seluruh wilayah Indonesia.
“Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, memegang peran kunci dalam mewujudkan Indonesia Emas 2025. Kita perlu membangun sistem pendidikan tinggi yang berkeadilan, relevan, dan berdampak,” kata Menteri Brian.
“Transformasi ini harus mampu membuka akses seluas mungkin dengan kualitas yang setara di seluruh Indonesia. Diktisaintek Berdampak adalah gerakan nasional untuk mewujudkan hal itu,” sambungnya.
Dalam program baru ini, Menteri Brian juga menjelaskan bahwa menjadi momentum bagi perguruan tinggi untuk menjadi pusat perubahan. Dimana perguruan tinggi bisa pusat transformasi. Sekaligus menjadi penggerak dalam melakukan perubahan ke arah lebih baik.
“Ini merupakan gerakan bersama yang menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat transformasi, mahasiswa sebagai penggerak utama perubahan, dan riset sebagai arah pembangunan,” terangnya.
Meskipun menjadi program lanjutan dari program Kampus Merdeka yang berjalan sebelumnya. Namun, Menteri Brian menjelaskan jika program ini tetap memiliki sejumlah persamaan. Salah satunya terkait adanya kolaborasi antara perguruan tinggi dengan masyarakat, industri, dan UMKM.
Hanya saja dengan arah kebijakan yang berfokus pada peningkatan dampak atau manfaat perguruan tinggi kepada masyarakat langsung. Maka diharapkan program ini bisa mendorong kolaborasi berkelanjutan. Sekaligus mendorong perguruan tinggi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah.
“Harapannya, perguruan tinggi di Indonesia bisa bergandengan tangan dengan pemerintah daerah, industri, masyarakat, dan UMKM, berkolaborasi mendorong terjadinya kemajuan-kemajuan sehingga kampus bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang ada di daerah,” ujarnya.
Dalam momen yang sama, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, juga menjelaskan mengenai program Diktisaintek Berdampak. Program ini disebut menjadi program yang melanjutkan perjuangan perguruan tinggi memberi dampak positif bagi masyarakat.
Namun, dampak tersebut dibuat lebih konkret dengan langkah nyata. Sekaligus diupayakan untuk bisa memberi dampak seluas mungkin di masyarakat. Khususnya masyarakat di daerah-daerah.
“Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, mari kita lanjutkan perjuangan untuk membentuk masa depan pendidikan yang menjangkau lebih banyak, melayani lebih dalam, dan berdampak lebih luas bagi generasi penerus bangsa,” ujar Sesjen Togar.
Peluncuran program baru ini bertepatan dengan momen Hardiknas 2025. Sehingga harapannya, pada Hardiknas 2025 ini menjadi titik tolak adanya komitmen bersama untuk memajukan kualitas perguruan tinggi Indonesia. Sekaligus meningkatkan dampaknya kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Mencapai tujuan tersebut, program baru ini kemudian mendorong adanya program-program unggulan yang akan dijalankan seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Sehingga sama seperti program Kampus Merdeka yang memiliki sejumlah program untuk mencapai tujuan utama. Yakni melalui program Kampus Berdampak, SMA Unggul Garuda, Beasiswa ADik, dan lain sebagainya.
Apa Itu Diktisaintek Berdampak? Diktisaintek Berdampak adalah program yang dicanangkan oleh Kemdiktisaintek untuk menjadikan perguruan tinggi di Indonesia tidak hanya berperan dalam menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga sebagai pusat solusi bagi permasalahan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang ada di masyarakat.
Program ini disebut juga dengan istilah Kampus Berdampak dan merupakan program lanjutan dari Kampus Merdeka yang berjalan sebelumnya. Hanya saja memiliki tujuan yang sedikit berbeda.
Pada program Kampus Terdekat, tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi. Sehingga bisa dengan mudah beradaptasi di era revolusi industri. Sekaligus dengan mudah terjun di dunia kerja karena dibekali keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri era sekarang.
Dalam program Kampus Berdampak, meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi tetap menjadi salah satu tujuan utamanya. Namun, diperluas lagi dengan meningkatkan kualitas perguruan tinggi agar memberi dampak positif bagi masyarakat secara langsung.
Sehingga, peran dari perguruan tinggi bagi masyarakat bukan sekedar pusat ilmu pengetahuan. Melainkan juga menjadi pusat solusi atas berbagai masalah yang ada di masyarakat. Sekaligus pusat dari pengembangan teknologi di masyarakat dan di seluruh Indonesia.
Hal ini membantu mencapai Indonesia Emas 2045. Sekaligus diselenggarakan berbagai program yang membantu mempercepat tujuan pendidikan nasional dan mewujudkan Indonesia Emas 2045 tersebut.
Alasan Diktisaintek Berdampak Menggantikan Kampus Merdeka Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, sekaligus dikutip dari Tempo.co, dirilisnya program Dktisaintek Berdampak atau Kampus Berdampak bukan untuk menggantikan Kampus Merdeka. Melainkan melanjutkan program tersebut.
Program Kampus Merdeka dari Nadiem Makarim yang menjabat Menteri Pendidikan periode 2021-2024 bertujuan menyiapkan lulusan perguruan tinggi masuk ke industri atau dunia kerja. Sehingga sebagian besar programnya untuk memberi keterampilan relevan kepada mahasiswa.
Sementara pada Kampus Berdampak, tujuan tersebut tidak dihapus, dan tetap dijalankan. Dimana mahasiswa juga tetap diberikan keterampilan mumpuni agar relevan dengan kebutuhan industri masa sekarang.
Namun, peran dari perguruan tinggi diperluas. Dimana ada banyak program dihadirkan untuk membantu mengatasi masalah di masyarakat. Sekaligus menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.
Sehingga ragam program dalam Kampus Berdampak tidak lagi hanya fokus pada pembekalan keterampilan industrial kepada mahasiswa. Melainkan juga mendorong dampak perguruan tinggi sebagai pusat ilmu pengetahuan dan pengembangannya serta solusi dari masalah-masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia.
Perbedaan Diktisaintek Berdampak dengan Kampus Merdeka Meskipun menjadi program lanjutan dari program Kampus Merdeka. Program Diktisaintek Berdampak atau Kampus Berdampak juga memiliki sejumlah perbedaan. Hal ini didasarkan dari tujuan program yang memang berbeda.
Berikut adalah detail perbedaan antara Kampus Merdeka dengan Kampus Berdampak yang dilihat dari berbagai aspek:
Fokus Utama Aspek pertama yang membedakan antara program Kampus Merdeka dengan Kampus Berdampak adalah pada fokus utama. Penerapan program pada Kampus Merdeka berfokus pada pemberian kebebasan atau kemerdekaan bagi mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
Mahasiswa dalam program ini mendapat kebebasan untuk belajar di lingkungan kampus sampai di luar kampus. Sekaligus mengakses program yang mendukung proses belajar di kampus lain, bahkan sampai ke luar negeri dan praktek langsung ke industri.
Lain halnya dengan Kampus Berdampak, pada pelaksanaannya fokus utama adalah pada peningkatan dampak perguruan tinggi bagi masyarakat. Sehingga selain membekali mahasiswa dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja.
Juga dijalankan kegiatan yang membantu memberdayakan masyarakat di sekitar lokasi kampus. Kemudian, perguruan tinggi memberi kontribusi nyata dalam mengatasi masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan di masyarakat.
Tujuan Utama Perbedaan yang kedua antara Kampus Merdeka dengan program Diktisaintek Berdampak adalah tujuan utama. Dalam program Kampus Merdeka, tujuan utamanya adalah menyiapkan lulusan perguruan tinggi masuk ke dunia kerja atau industri.
Sehingga banyak program di perguruan tinggi ditujukan untuk mengasah dan menanamkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Keterampilan praktis ini menjadi bekal agar lulusan bisa segera masuk ke dunia kerja.
Sementara di dalam Kampus Berdampak, tujuannya adalah meningkatkan peran perguruan tinggi. Dimana menjadi agen perubahan yang memberi dampak atau manfaat langsung (kontribusi nyata) kepada masyarakat luas.
Pendekatan dalam Pembelajaran Perbedaan yang ketiga adalah dari aspek pendekatan dalam kegiatan pembelajaran yang diterapkan. Pada program Kampus Merdeka, kegiatan pembelajaran didasarkan pada prinsip kebebasan.
Mahasiswa dibebaskan untuk mengikuti pembelajaran di lingkungan kampus maupun di luar kampus. Ada banyak program bisa diakses mahasiswa untuk mempelajari apapun yang disukai. Termasuk mempelajari mata kuliah dari program studi lain.
Lain halnya dengan program Kampus Berdampak, dimana pendekatannya adalah berbasis pada aksi. Artinya, program ini dijalankan dengan mempraktekan langsung ilmu pengetahuan mahasiswa dan dosen untuk mengatasi masalah di masyarakat. Namun, tetap memberi bekal keterampilan praktis kepada mahasiswa.
Program Unggulan Perbedaan yang keempat terletak pada aspek program unggulan yang dijalankan. Dalam program Kampus Merdeka maupun Kampus Berdampak, keduanya sama-sama punya program untuk mencapai tujuan utama yang sudah dijelaskan.
Pada Kampus Merdeka, program unggulan fokus pada pembekalan keterampilan praktis bagi mahasiswa agar siap terjun di dunia kerja. Seperti program magang, pertukaran pelajar, proyek penelitian, dan kegiatan di luar lingkungan kampus.
Sementara di dalam Kampus Berdampak atau Diktisaintek Berdampak, program unggulan ditujukan untuk meningkatkan peran nyata perguruan tinggi bagi masyarakat.
Sehingga banyak program dijalankan untuk memberi kontribusi nyata. Misalnya program penguatan organisasi mahasiswa, magang berdampak, program pemberdayaan masyarakat, kolaborasi riset berbasis aplikasi, dan sebagainya.
Keterlibatan Mahasiswa Hal lain yang membedakan antara program Kampus Merdeka dengan Kampus Berdampak adalah pada keterlibatan mahasiswa. Kedua program dari Kemdiktisaintek ini sama-sama melibatkan mahasiswa secara langsung. Hanya saja bentuk keterlibatannya berbeda.
Pada Kampus Merdeka, mahasiswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Dimana mereka menjadi penentu utama ingin mempelajari mata kuliah apa, keterampilan praktis seperti apa, dan sebagainya sesuai minat dan bakat.
Sementara di dalam Kampus Berdampak, mahasiswa berperan langsung dalam memberi kontribusi secara nyata di masyarakat. Ilmu dan keterampilan yang didapat selama perkuliahan akan digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat sekitar kampus.
Peran Perguruan Tinggi Hal keenam yang menunjukan perbedaan antara Kampus Merdeka dengan Kampus Berdampak atau Diktisaintek Berdampak adalah dari peran perguruan tinggi. Pada Kampus Merdeka, perguruan tinggi berperan sebagai lembaga pendidikan berkualitas dan lulusannya punya keterampilan relevan dengan pasar kerja.
Lain halnya di dalam Kampus Berdampak, perguruan tinggi berperan sebagai pusat solusi atas berbagai masalah di masyarakat. Baik itu masalah di bidang sosial, ekonomi, dan lain sebagainya.
Sekaligus, perguruan tinggi memiliki peran sebagai inovator sosial. Artinya, perguruan tinggi menjadi pusat lahirnya inovasi yang berdampak secara nyata bagi masyarakat sekitar kampus dan di seluruh Indonesia.
Bentuk Kolaborasi Berikutnya yang menjadi perbedaan antara program Kampus Merdeka dengan Kampus Berdampak adalah bentuk kolaborasi. Kedua program ini menghadirkan program-program yang mendukung kolaborasi lintas perguruan tinggi dan dengan pihak luar seperti industri.
Hanya saja, dalam Kampus Merdeka, kolaborasi dengan pihak luar dibatasi pada pelaku industri saja. Sehingga mahasiswa bisa mengakses berbagai keterampilan praktis yang memang dibutuhkan di lapangan atau di dunia kerja.
Lain halnya di dalam Kampus Berdampak atau Diktisaintek Berdampak, kolaborasi memiliki cakupan lebih luas. Tidak hanya dengan industri tapi juga dengan masyarakat, pemerintah, dan lembaga penelitian. Sehingga meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam mengatasi masalah di masyarakat.
Pengukuran Dampak Poin kedelapan yang menunjukan perbedaan program Kampus Merdeka dengan Kampus Berdampak adalah pada tata cara pengukuran dampak. Dimana keduanya sama-sama punya aturan dan metode tersendiri dalam mengukur dampak dari berbagai program yang dijalankan.
Pada Kampus Merdeka, dampak diukur dari keterampilan praktis yang dikuasai mahasiswa. Sehingga di dalam salah satu IKU, jumlah mahasiswa yang langsung bekerja pasca lulus diminta untuk dihitung dan dilaporkan. Sebab menjadi bagian dari pengukuran dampak program yang dijalankan.
Sementara di dalam Kampus Berdampak, pengukuran dampak dilakukan melalui bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi. Sehingga program apa saja yang dijalankan dan masalah apa saja yang dihadapi masyarakat bisa diselesaikan.
Visi Jangka Panjang Perbedaan yang terakhir adalah dari aspek visi jangka panjang. Dalam program Kampus Merdeka, visi utamanya adalah menyiapkan lulusan perguruan tinggi yang berdaya saing tinggi di dunia kerja.
Sedangkan pada program Kampus Berdampak, visi jangka panjang yang dimiliki adalah menyiapkan perguruan tinggi yang berperan aktif mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dimana berkontribusi langsung dalam memberi dampak sosial.
Daftar Program Unggulan dalam Diktisaintek Berdampak Jika di dalam program Kampus Merdeka akan familiar dengan program yang mendukung pemberian keterampilan praktis pada mahasiswa. Maka di dalam Diktisaintek Berdampak, program akan fokus dalam meningkatkan kontribusi perguruan tinggi. Berikut beberapa diantaranya:
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) PPK Ormawa adalah program yang mendorong mahasiswa untuk terjun langsung ke dalam masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan yang berdampak. Misalnya menjalankan program membangun desa, mengembangkan UMKM, dll.
Program Magang Berdampak Magang Berdampak adalah program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung di dunia kerja. Sehingga bisa menguatkan keterampilan praktis dan mendukung mahasiswa memperluas jaringan di dunia kerja.
Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) P2MW adalah program yang mendukung mahasiswa untuk mengembangkan usaha rintisan berbasis inovasi dan teknologi. Salah satunya mendukung mahasiswa membangun usaha sendiri seperti mendirikan startup.
Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) PKM adalah adalah program yang mendorong mahasiswa dalam menghasilkan inovasi berbasis riset aplikatif. Karya para mahasiswa nantinya akan dipamerkan di dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas),
Meskipun memiliki sejumlah perbedaan, akan tetapi berbagai program pendanaan dan beasiswa dari semenjak Kampus Merdeka diterapkan tetap bisa diakses mahasiswa. Sehingga Diktisaintek Berdampak tetap menyediakan fasilitas yang sudah ada sebelumnya dan memang masih dibutuhkan untuk menunjang pencapaian tujuan program.
Di tag : kemdikbudsaintek sumber : https://duniadosen.com/diktisaintek-berdampak/
Palembang, September 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) secara resmi melepas 10 atlet terbaiknya untuk mengikuti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX Tahun 2025 yang akan digelar di Kota Semarang. Acara pelepasan berlangsung di Aula KPA Polsri, dipimpin langsung oleh Direktur Polsri bersama jajaran pimpinan.
Palembang, 18 September 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) kembali menggelar proses Pengambilan Sumpah / Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berlangsung khidmat di Aula KPA Polsri, Kamis, 18 September 2025. Acara ini diikuti oleh 68 orang PNS yang telah resmi diangkat dan bertugas di lingkungan Polsri.
Palembang, 18 September 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) kembali mengukir prestasi gemilang di ajang Polytechnic English Championship (IPEC) II Tahun 2025 , berhasil meraih juara Umum untuk dua tahun berturut – turut. Kompetisi tingkat nasional yang mempertemukan puluhan Politeknik dari seluruh Indonesia ini berlangsung di Politeknik Negeri Manado (Polimdo) pada 14 – 18 September 2025 dengan total 171 peserta yang bersaing dalam 10 kategori.
Palembang, September 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) kembali menunjukkan kiprahnya di kancah internasional melalui partisipasi dosennya dalam Seminar Internasional tentang Bioenergi, Ketahanan, Pangan, dan Penyiapan Pangan Halal. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 2 September 2025, di Gedung Senat ASCOT (Aurora State College of Technology), Senator Edgardo J.Angara, Filipina dan dihadiri oleh para akademisi serta peneliti dari berbagai negara.
Palembang, 9 September 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) turut serta dalam kegiatan Penanaman Pohon Kelapa Serentak Bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia yang dilaksanakan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional serta menjaga kelestarian lingkungan melalui penanaman pohon produktif.
Palembang, 23 Juli 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) turut berpartisipasi dalam Pameran Karya Ilmiah yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Job Fair Kota Palembang 2025. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 22–23 Juli 2025, di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, dan menjadi ajang penting dalam memperkenalkan inovasi dan kreativitas mahasiswa kepada masyarakat luas.