Banyuasin, 6 Mei 2026 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah melalui penyelenggaraan kegiatan “Tata Ruang Goes To Campus: Peran Universitas dalam Mewujudkan Penataan Ruang Menuju Kehidupan yang Lebih Baik”. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Polsri dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBMTR) Provinsi Sumatera Selatan.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan akademisi, di antaranya Sekretaris Dinas PUBMTR Provinsi Sumatera Selatan Ardani Saputra, S.T., M.M., Kepala Bidang Penataan Ruang Ir. Faustino Do Carmo, S.T., M.Si, Wakil Direktur IV Dr. Irma Salamah, S.T., M.T., serta Ketua Jurusan Rekayasa Teknologi dan Bisnis Pertanian Ir. Robert Junaidi, M.T..


Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang meliputi sambutan dari Wakil Direktur IV Dr. Irma Salamah, S.T., M.T.I dan perwakilan Dinas PUBMTR. Dalam sambutannya, perwakilan Dinas PUBMTR menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung perencanaan dan implementasi penataan ruang yang berkelanjutan, berbasis data, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Politeknik Negeri Sriwijaya dan Dinas PUBMTR Provinsi Sumatera Selatan. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam isu-isu penataan ruang dan pembangunan wilayah.



Pada sesi inti, peserta mendapatkan pemaparan materi dari kedua belah pihak. Perwakilan Polsri menyampaikan perspektif akademik terkait peran teknologi dan inovasi dalam mendukung sistem penataan ruang yang efektif. Sementara itu, Ir. Faustino Do Carmo, S.T., M.Si memaparkan kebijakan serta implementasi penataan ruang di Provinsi Sumatera Selatan, termasuk tantangan dan peluang yang dihadapi dalam pengelolaan ruang wilayah.


Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, di mana mahasiswa dan peserta aktif menggali informasi serta bertukar gagasan terkait isu tata ruang. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap pentingnya penataan ruang serta mendorong kontribusi aktif akademisi dalam mendukung pembangunan daerah.
Melalui kegiatan ini, Politeknik Negeri Sriwijaya menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi teknis, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjawab permasalahan pembangunan daerah melalui kolaborasi lintas sektor.




