Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional melalui keberhasilan mahasiswa dan alumninya menyelesaikan pendidikan di Shandong University of Science and Technology (SDUST), Tiongkok. Sebanyak empat mahasiswa berhasil menuntaskan Program Joint Degree 2+2, sementara dua alumni sukses meraih gelar Master of Engineering dan melanjutkan studi ke jenjang doktor (Ph.D.) melalui program beasiswa di Tiongkok.
Capaian tersebut merupakan hasil nyata dari kemitraan strategis yang telah terjalin antara Politeknik Negeri Sriwijaya dan Shandong University of Science and Technology. Kerja sama ini menjadi salah satu langkah Polsri dalam mendukung internasasionalisasi pendidikan vokasi melalui penyelenggaraan program pendidikan bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, pengembangan penelitian, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang berdaya saing global.
Program Joint Degree 2+2 memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh pendidikan selama dua tahun di Politeknik Negeri Sriwijaya dan dua tahun berikutnya di Shandong University of Science and Technology. Melalui kurikulum yang terintegrasi, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar dalam lingkungan akademik internasional, memperdalam kompetensi sesuai bidang keahlian, sekaligus mengembangkan kemampuan berbahasa asing, komunikasi lintas budaya, kolaborasi, dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi global.
Empat mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya yang berhasil menyelesaikan Program Joint Degree 2+2 tersebut adalah:
– Fildzah Shabrina Alfanshah – Program Studi D4 Teknik Telekomunikas i.
– M. Alif Raihan – Program Studi D4 Teknik Mesin Produksi dan Perawatan.
– M. Salman Alfarizie – Program Studi D4 Teknik Mesin Produksi dan Perawatan.
– Yesa Auliya Azahra – Program Studi D4 Teknologi Kimia Industri.
Selain keberhasilan pada program sarjana, Polsri juga mencatatkan prestasi membanggakan melalui dua alumni Jurusan Teknik Elektro yang berhasil menyelesaikan pendidikan magister di SDUST.
Michelle Valerie berhasil meraih gelar Master of Engineering pada bidang Information and Communication Engineering di College of Electronics and Information Engineering, dengan fokus pada teknologi komunikasi, jaringan, dan sistem informasi.
Naziatul Husna Susanto berhasil menyelesaikan Master of Engineering pada bidang Power System and Its Automation di College of Electrical Engineering and Automation, yang berfokus pada pengembangan sistem tenaga listrik modern, otomatisasi, dan teknologi kelistrikan.
Prestasi keduanya berlanjut setelah berhasil memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi doktor (Ph.D.) di Tiongkok. Kesempatan tersebut menjadi pengakuan atas capaian akademik, kemampuan riset, serta potensi mereka untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat internasional. Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa lulusan Politeknik Negeri Sriwijaya memiliki kapasitas untuk bersaing dan melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi di perguruan tinggi bereputasi dunia.
Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa dan alumni atas prestasi yang telah diraih. Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi sivitas akademika Polsri untuk terus meningkatkan kualitas akademik, memperluas wawasan global, serta memanfaatkan berbagai peluang kerja sama internasional yang tersedia.
Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat komitmen kedua institusi dalam mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan (reciprocal cooperation). Tidak hanya memberikan kesempatan bagi mahasiswa Polsri untuk menempuh studi di SDUST, kerja sama ini juga akan diperluas melalui berbagai program akademik dan pengembangan kapasitas yang melibatkan kedua belah pihak.
Sebagai bagian dari implementasi kerja sama tersebut, Shandong University of Science and Technology akan mengirimkan tenaga pengajar Bahasa Mandarin ke Politeknik Negeri Sriwijaya selama enam bulan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin mahasiswa Polsri sekaligus memperkenalkan budaya dan kehidupan akademik di Tiongkok. Dengan pembekalan tersebut, mahasiswa yang akan mengikuti program Joint Degree, Double Degree, Student Exchange, maupun studi lanjut di SDUST diharapkan memiliki kesiapan bahasa, akademik, dan budaya yang lebih baik sebelum keberangkatan.
Politeknik Negeri Sriwijaya dan Shandong University of Science and Technology berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi melalui berbagai program internasional, antara lain Joint Degree, Double Degree, Student Exchange, penelitian bersama, pertukaran dosen, mobilitas mahasiswa, serta program studi pascasarjana. Kemitraan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi, riset terapan, serta jejaring internasional yang memberikan manfaat bagi kedua institusi dan pembangunan Indonesia.
Keberhasilan empat mahasiswa menyelesaikan Program Joint Degree, dua alumni meraih gelar Master of Engineering sekaligus memperoleh beasiswa doktor, serta semakin eratnya kerja sama strategis dengan SDUST menjadi bukti bahwa Politeknik Negeri Sriwijaya terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi vokasi yang berorientasi global. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi mahasiswa berikutnya untuk terus berprestasi, berani menembus dunia internasional, dan menjadi duta bangsa yang membawa nama baik Polsri dan Indonesia di panggung dunia.





