Palembang, Juni 2026 – Program Studi Sarjana Terapan (D-IV) Usaha Perjalanan Wisata Jurusan Bahasa dan Pariwisata Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) menyelenggarakan kegiatan Travel Excellence and Relational Action Summit (TERAS) 2026 dengan tema “Strengthening Tourism Connectivity Through Strategic Collaboration” di Graha Politeknik Negeri Sriwijaya, Rabu (10/6).
Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, pemerintah, pelaku industri, asosiasi profesi, dan mahasiswa dalam membahas berbagai isu strategis serta peluang pengembangan sektor pariwisata Indonesia. TERAS 2026 diikuti oleh mahasiswa pariwisata, praktisi industri, pelaku usaha perjalanan wisata, pemerintah daerah, dan akademisi.
Acara ini menghadirkan keynote speaker dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia serta sejumlah narasumber yang berasal dari berbagai sektor strategis pariwisata. Ketua DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Sumatera Selatan Mgs. Mohammad Isnaini Fadlillah, S.T., M.T., Ketua DPD ASITA Sumatera Selatan Feby Yoland Effendy, S.IP., M.Si., General Manager Garuda Indonesia PLMBO Yona Wahyuni Kemala, S.ST., Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang Indolas Rafflesia, S.H., M.H., serta Kepala Seksi Destinasi dan Daya Tarik Wisata Barlin Akbar, S.T.


Kegiatan ini juga dihadiri oleh pimpinan Politeknik Negeri Sriwijaya, yang diwakili oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik, Dr. Yusri, M.Pd., serta para kepala jurusan di lingkungan Polsri, dosen, dan mahasiswa dari berbagai program studi. Kehadiran unsur pimpinan dan sivitas akademika tersebut menunjukkan komitmen Polsri dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul di sektor pariwisata.
Melalui sesi talkshow, para narasumber membahas berbagai topik penting, mulai dari gambaran industri pariwisata Indonesia, penguatan konektivitas dan kolaborasi antar pemangku kepentingan, pengembangan sumber daya manusia pariwisata, peluang karier di industri perjalanan dan aviasi, hingga strategi pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
Selain menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman dari para praktisi, TERAS 2026 juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring profesional, memahami kebutuhan industri terkini, serta memperoleh wawasan mengenai peluang karier dan bisnis di sektor pariwisata yang terus berkembang.
Penyelenggaraan TERAS 2026 sejalan dengan upaya Polsri dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri. Melalui kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi, pemerintah, asosiasi profesi, dan pelaku usaha, diharapkan dapat lahir berbagai rekomendasi dan langkah strategis untuk mendukung pengembangan pariwisata Indonesia yang berdaya saing, inovatif, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga diharapkan menghasilkan berbagai luaran positif, antara lain terbangunnya kolaborasi antara mahasiswa dan stakeholder, meningkatnya wawasan industri pariwisata, terbentuknya jejaring antara akademisi dan praktisi, serta tersusunnya rekomendasi pengembangan pariwisata yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor pariwisata Indonesia.




