Dalam ajang Kompetisi Online Grup Internasional Grand Final World Vocational College Skills Competition 2025 , tim delegasi dari Politeknik Negeri Sriwijaya berhasil meraih Medali Perunggu melalui proyek berjudul “直播赋能,“电”亮印尼” (Streaming Cerdas: Menerangi Indonesia dengan Listrik Digital).
Kompetisi tingkat dunia ini dilaporkan diikuti oleh 1.446 peserta dari 73 negara di enam benua Asia, Afrika, Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Oseania dengan 434 tim yang berkompetisi di 38 jalur lomba. Tingkat persaingan sangat ketat, di mana medali emas, perak, dan perunggu masing-masing hanya diberikan kepada 10%, 15%, dan 25% dari total peserta.
Tim Politeknik Negeri Sriwijaya terdiri dari:
Ghina Maysya Ayu – Project Leader & Operator
Mutiara Syafitri – Anchor
Nabiel Arinaullah – Assistant Broadcaster
Muhammad Lutfi Kurniawan – Technical Support
Tim ini dibimbing oleh Instructor Jiang Peng (江朋) dari LZPU dan M. Arief Rahman, S.E., M.M. , Dra. Tiur Simanjuntak, M.Ed.M., serta Dr. Nyayu Latifah Husni, S.T., M.T., sebagai Dosen pembimbing Tim, sesuai ketentuan kompetisi yang mensyaratkan setiap tim internasional memiliki maksimal satu instruktur berkewarganegaraan Tiongkok dan minimal satu instruktur asing.
Dilaporkan bahwa peserta dari Asia Tenggara, Asia Tengah, Afrika, dan Eropa dapat mengikuti kompetisi secara daring maupun tatap muka di lokasi luar negeri yang ditentukan. Hasil impresif yang dicapai tim internasional secara konsisten membuktikan efektivitas pelatihan kolaboratif lintas negara dalam mencetak talenta terapan global dengan kompetensi teknis sekaligus kemampuan komunikasi lintas budaya.
Keberhasilan ini juga menegaskan keunggulan Politeknik Negeri Sriwijaya dalam pendidikan vokasi internasional yang mengusung prinsip “standard-based leadership and integrated education-training”, serta membekali mahasiswa dengan “kecerdasan teknis, keterampilan inovatif, dan karakter pembawa perubahan”.
Prestasi ini menjadi pijakan penting bagi Politeknik Negeri Sriwijaya untuk terus memperkuat strategi internasionalisasi, memperluas kemitraan global, serta mengembangkan model pelatihan vokasi berbasis industri dan teknologi digital. Ke depan, Polsri berkomitmen melahirkan lebih banyak tenaga ahli vokasi berdaya saing global yang siap berkontribusi dalam pembangunan kawasan khususnya di negara-negara sepanjang Belt and Road Initiative.



