Palembang, 16 Februari 2025 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian sumber daya alam Sumatera Selatan dengan menggagas inovasi teknologi berbasis riset, “Channa Sense”. Inisiatif ini tak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas budidaya ikan gabus, tetapi juga mendukung konservasi ekosistem Sungai Musi.
Melalui program Katalisator Kemitraan Berdikari yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), “Channa Sense” menghadirkan teknologi pemantauan dan kendali canggih yang dapat mengontrol kondisi air dan suhu secara real-time. Dengan sistem ini, tingkat keberhasilan pembenihan ikan gabus khas Palembang semakin meningkat, sekaligus menjaga kelestarian spesies yang kian terancam.
Tidak hanya berfokus pada teknologi budidaya, Polsri juga turut ambil bagian dalam aksi nyata konservasi lingkungan. Pada 16 Februari 2025, tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Nyayu Latifah Husni, S.T., M.T., bersama mitra utama CV. Cahaya Sriwijaya Mandiri dan Asosiasi Pengusaha Kue dan Kuliner (Aspenku) Sumsel, menggelar kegiatan penebaran ribuan benih ikan gabus di Sungai Musi, tepatnya di Kampung Kapitan.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting, seperti Asisten II Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc., Asisten II Kota Palembang, Ir. Ar. H.K.M. Isnaini Madani, M.T., M.Si., serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Palembang, Rediyan Dedy Umiren, S.T., M.M. Antusiasme masyarakat dalam mendukung program ini turut menambah semarak kegiatan.
“Keterlibatan Polsri dalam kegiatan ini adalah bentuk nyata pengabdian kami kepada masyarakat dan lingkungan. Kami berharap teknologi ‘Channa Sense’ dapat menjadi model dalam pelestarian ikan lokal dan menjaga keseimbangan ekosistem perairan di Sumatera Selatan,” ujar Dr. Nyayu Latifah Husni dengan penuh optimisme.
Dengan mengaplikasikan teknologi pemantauan canggih dalam pembenihan serta berpartisipasi dalam kegiatan konservasi, Polsri membuktikan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. Langkah ini diharapkan dapat menginspirasi institusi pendidikan lainnya untuk ikut serta dalam menjaga kekayaan alam Indonesia.
Melalui inovasi dan kemitraan berkelanjutan, Polsri tak hanya menjadi pusat unggulan pendidikan vokasi, tetapi juga pelopor dalam pelestarian lingkungan berbasis teknologi. Upaya ini semakin mengukuhkan optimisme terhadap masa depan ekosistem perairan Sumatera Selatan yang lebih sehat dan lestari.


