Palembang, 21 April 2026 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) kembali menorehkan capaian akademik penting melalui penyelenggaraan pengukuhan guru besar yang berlangsung pada Selasa, 21 April 2026, di Gedung Graha Pendidikan Polsri. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, senat, sivitas akademika, serta tamu undangan dari berbagai instansi.
Prosesi akademik dibuka oleh Ketua Senat Polsri, Prof. Dr. Ir. Leila Kalsum, M.T., yang memimpin sidang senat terbuka. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi oleh Wakil Direktur Bidang Akademik Polsri, Dr. Yusri, M.Pd., serta pembacaan riwayat hidup oleh Sekretaris Senat, Hendra Sastrawinata, S.E., M.M.


Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya, Ir. Irawan Rusnadi, M.T., menyampaikan bahwa pengukuhan guru besar merupakan pencapaian akademik tertinggi bagi seorang dosen. Pada momentum tersebut, Polsri resmi mengukuhkan dua guru besar, yaitu Prof. Dr. Eng. Ir. Tresna Dewi, S.T., M.Eng sebagai profesor pertama di Jurusan Teknik Elektro, serta Prof. Dr. Ir. Muhammad Yerizam, M.T sebagai profesor ke-5 di Jurusan Teknik Kimia. Kehadiran keduanya diharapkan menjadi inspirasi sekaligus penguat dalam pengembangan riset dan inovasi di lingkungan Polsri.


Sementara itu, sambutan Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Panji Cahyanto, S.Hut., M.Si., menegaskan bahwa pengukuhan guru besar bukan sekadar seremoni akademik, melainkan merupakan bentuk pengakuan atas integritas, dedikasi, dan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berbasis riset dan inovasi.
Sebagai bagian utama dari prosesi akademik, kedua guru besar yang dikukuhkan menyampaikan pidato ilmiah sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing. Prof. Dr. Eng. Ir. Tresna Dewi, S.T., M.Eng., dalam pidato ilmiahnya yang berjudul “Intelligent Control System for Agrivoltaic: Engineering Smart Energy for Sustainable Farming”, memaparkan konsep integrasi sistem kendali cerdas dalam pengembangan agrivoltaik sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus produktivitas pertanian berkelanjutan. Gagasan ini menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dan sistem kontrol adaptif dalam mendukung ketahanan energi dan pangan di masa depan.



Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Muhammad Yerizam, M.T., menyampaikan pidato ilmiah berjudul “Bioetanol Dahulu, Sekarang, dan Akan Datang”, yang mengulas perkembangan bioetanol dari perspektif historis hingga proyeksi masa depan. Dalam paparannya, disampaikan bahwa bioetanol memiliki potensi besar sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan, serta berperan penting dalam mendukung transisi energi berkelanjutan. Selain itu, penguatan riset dan hilirisasi bioetanol dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kemandirian energi nasional.
Kegiatan pengukuhan berlangsung dengan khidmat dan diakhiri dengan sesi dokumentasi serta ramah tamah. Momentum ini menjadi bukti komitmen Politeknik Negeri Sriwijaya dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi vokasi serta mendorong lahirnya inovasi dan riset terapan yang berdampak nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.



