Polsri Gelar Sosialisasi Budaya Kerja untuk Perkuat Pembangunan ZI-WBK

Palembang, 8 April 2026 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Budaya Kerja dalam rangka pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK), bertempat di Graha Pendidikan Polsri, Rabu (8/4).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. dr. H. Yuwono, M.Biomed dengan tema “Membangun Budaya Kerja Profesional, Berintegritas, Bersih, dan Melayani di Lingkungan Politeknik Negeri Sriwijaya”. Sosialisasi diikuti oleh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa di lingkungan Polsri.

Turut hadir dalam kegiatan Direktur Polsri Ir. Irawan Rusnadi, M.T., Wakil Direktur I Dr. Yusri, M.Pd., Wakil Direktur II M. Husni Mubarok, S.E., M.Si., Ak, Wakil Direktur IV Dr. Irama Salamah, S.T., M.T.I., Ketua dan Sekretaris Senat, anggota senat, para Ketua Jurusan, koordinator program studi, mitra kerjasama, perwakilan ormawa polsri, serta sivitas akademika lainnya.

Direktur Polsri, Ir. Irawan Rusnadi, M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi yang menuntut perubahan pola pikir dan budaya kerja.

“Pembangunan ZI-WBK bukan hanya berfokus pada pemenuhan indikator administratif, tetapi juga pada transformasi budaya kerja yang mengedepankan integritas, profesionalisme, dan pelayanan publik yang berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur II yang juga Ketua Pelaksana kegiatan, M. Husni Mubarok, S.E., M.Si., Ak, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun kesamaan persepsi serta komitmen bersama seluruh unsur di Polsri.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini, seluruh sivitas akademika dapat memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai budaya kerja yang profesional, bersih, dan melayani dalam setiap aspek pekerjaan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. dr. H. Yuwono, M.Biomed menekankan bahwa budaya kerja harus dibangun di atas landasan nilai yang kuat, tidak hanya bersifat administratif tetapi juga moral dan spiritual. Ia menjelaskan bahwa setiap pekerjaan merupakan bentuk amanah yang harus dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab.

Menurutnya, profesionalisme tidak hanya ditentukan oleh kompetensi, tetapi juga oleh cara berpikir dan komitmen terhadap pelayanan. Selain itu, integritas menjadi aspek utama yang harus dijaga, karena tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menyangkut nilai etika dan tanggung jawab moral individu.

Ia juga menegaskan bahwa budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan publik merupakan kunci dalam mewujudkan tata kelola institusi yang bersih dan terpercaya, sejalan dengan prinsip good governance dan clean governance.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi, yang memberikan ruang bagi peserta untuk memperdalam pemahaman serta merumuskan langkah implementatif dalam mendukung pembangunan ZI-WBK di lingkungan Polsri.

Melalui kegiatan ini, Politeknik Negeri Sriwijaya menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terwujudnya institusi pendidikan tinggi vokasi yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.