Palembang, 9 Februari 2026 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) kembali menegaskan komitmenya dalam mendukung reformasi birokrasi melalui penyelenggaraan kegiatan Asistensi Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Penularan Replikasi Aplikasi yang dilaksanakan pada hari Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Aula KPA Polsri.
Kegiatan ini menghadirkan Kepala KPPN Palembang, Bpk Aprijon, S.E., M.M sebagai narasumber utama. Acara dimulai pukul 13.30 WIB dan diikuti oleh Jajaran Pimpinan Polsri, Pejabat Struktural, serta Tim Pembangunan Zona Integritas di Lingkungan Polsri.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya, Bpk Ir. Irawan Rusnadi, M.T., dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola institusi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Direktur Polsri menyampaikan bahwa keberhasilan implementasi ZI WBK tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen administratif, tetapi juga oleh perubahan pola pikir dan budaya kerja seluruh sivitas akademika. Transformasi tersebut harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan sistem pengendalian internal, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung efektivitas dan efisiensi proses kerja.


Dalam sesi pemaparan, Kepala KPPN bpk Aprijon memaparkan secara komprehensif strategi pembangunan Zona Integritas, termasuk pemenuhan komponen pengungkit dan komponen hasil yang menjadi indikator penilaian WBK. Materi yang disampaikan mencakup penguatan manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas kinerja, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
selain itu, kegiatan ini juga membahas penularan dan replikasi aplikasi yang telah diterapkan sebagai praktik baik dalam mendukung pengelolaan pelayanan yang terdapat di Polsri. Replikasi aplikasi tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi digital yang terdapat di lingkungan polsri.


Diskusi berlangsung secara interaktif dengan pembahasan teknis mengenai strategi pemenuhan indikator penilaian, optimalisasi sistem informasi, serta penguatan pengendalian internal sebagai bagian dari upaya pencegahan praktik penyimpangan.
Melalui kegiatan asistensi ini, Politeknik Negeri Sriwijaya menunjukkan keseriusannya dalam membangun lingkungan kerja yang bersih dan berintegritas. Pembangunan Zona Integritas dipandang sebagai proses berkelanjutan yang membutuhkan evaluasi, inovasi, serta komitmen bersama seluruh unsur pimpinan dan pegawai.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Polsri dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi vokasi yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memberikan layanan publik yang prima kepada seluruh pemangku kepentingan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Polsri optimis dapat terus memperkuat implementasi reformasi birokrasi dan mencapai predikat Wilayah Bebas dari Korupsi.


