Politeknik Negeri Sriwijaya Perluas Jejaring Global melalui Kerjasama dengan Pemerintah Swiss

Palembang, Maret 2026 – Politeknik Negeri Sriwijaya (POLSRI) terus memperluas jejaring kerja sama internasional dalam pengembangan pendidikan vokasi, khususnya di bidang energi terbarukan. Hal ini ditandai dengan pertemuan antara jajaran pimpinan Polsri dengan perwakilan program kerja sama yang didukung oleh pemerintah Switzerland dalam program Renewable Energy Skills Development (RESD) Phase 2.

Pertemuan yang berlangsung pada tanggal 11 Maret 2026 ini, di ruang meeting Politeknik Negeri Sriwijaya berjalan dalam suasana konstruktif, membahas peluang kolaborasi pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang energi terbarukan, khususnya teknologi solar photovoltaic (PV), hydropower, dan battery storage. Program RESD merupakan salah satu program hibah unggulan pemerintah Swiss di Indonesia yang bertujuan mendukung transisi energi bersih melalui penguatan pendidikan vokasi dan pelatihan tenaga kerja yang kompeten.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Polsri dipimpin langsung oleh Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya Ir. Irawan Rusnadi,M.T. dan dihadiri oleh jajaran pimpinan, yaitu Wakil Direktur I Dr.Yusri,M.Pd,  Wakil Direktur II Muhammad Husni Mubarok,S.E, M.Si., Ak, Wakil Direktur III Ir.Dicky Seprianto,ST.,M.T.,IPM dan Wakil Direktur IV Dr. Irma Salamah, S.T, M.T.I. Turut hadir pula Ketua Jurusan Teknik Elektro Dr.Selamat Muslimin, S.T., M.Kom beserta jajaran, serta Koordinator Program Magister Teknik Energi Terbarukan Prof. Dr. Rusdiana Sari.S.T., M.T Dari pihak pemerintah Swiss diwakili oleh Team Leader dan Component 3 Manager dari RESD Project

Direktur Polsri menyampaikan bahwa kerja sama internasional seperti ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, terutama dalam menghadapi tantangan global di sektor energi yang semakin berfokus pada energi terbarukan.

“Politeknik Negeri Sriwijaya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi melalui kolaborasi internasional. Kerja sama dengan pemerintah Swiss ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, serta penguatan fasilitas pembelajaran di bidang energi terbarukan,” ujarnya.

Program RESD sendiri merupakan kerja sama jangka panjang antara pemerintah Swiss dan Indonesia yang berlangsung sejak tahun 2020 hingga 2028. Program ini berfokus pada dua level pendidikan vokasi, yaitu politeknik dan pusat pelatihan vokasi, serta mencakup tiga komponen utama: pendidikan formal, pendidikan non-formal, dan kegiatan pendukung seperti komunikasi, kemitraan, serta penguatan kesetaraan gender.

Melalui penjajakan kerja sama ini, Politeknik Negeri Sriwijaya berharap dapat berperan lebih aktif dalam pengembangan tenaga kerja terampil di sektor energi terbarukan di Indonesia, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan vokasi yang mendukung agenda transisi energi nasional.