PKM BIMA 2025: Tim Polsri Hadirkan Teknologi Pirolisis Rendah Emisi untuk Pengasapan Ikan Salai di Sungai Kedukan

Palembang, September 2025 – Tim dosen Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) BIMA 2025 melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pendampingan teknologi pirolisis rendah emisi untuk pengasapan ikan salai di Desa Sungai Kedukan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin I.

Desa Sungai Kedukan dikenal sebagai sentra produksi ikan salai, salah satunya usaha Ikan Salai Rizki 99. Selama ini, proses pengasapan masih mengandalkan metode tradisional terbuka yang menimbulkan polusi udara, pemborosan bahan bakar, dan berpotensi menurunkan kualitas produk. Menjawab tantangan tersebut, tim PKM menghadirkan inovasi pengasapan tertutup dengan metode pirolisis bertenaga surya. Teknologi ini lebih ramah lingkungan, hemat energi, dan mampu meningkatkan mutu ikan salai.

Selain teknologi pengasapan, tim juga mengenalkan aplikasi manajemen usaha digital yang berfungsi mencatat penjualan, mengatur stok ikan, serta mengelola keuangan usaha. Kehadiran aplikasi ini membantu pemilik usaha dalam memantau ketersediaan produk dan transaksi secara rapi dan transparan.

Ketua Tim PKM, Indah Pratiwi, S.ST., M.T., menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. “Dengan teknologi pirolisis rendah emisi dan pendampingan aplikasi digital, kami berharap usaha ikan salai masyarakat Desa Sungai Kedukan dapat lebih produktif, efisien, serta memiliki daya saing hingga pasar regional dan nasional,” ungkapnya.

Kegiatan PKM ini melibatkan masyarakat secara langsung melalui pelatihan, praktik pengoperasian alat, hingga pendampingan pencatatan manajemen usaha. Program ini juga ditandai dengan serah terima alat pirolisis serta aplikasi digital kepada mitra usaha, sehingga dapat terus dimanfaatkan setelah pendampingan berakhir.

Tim PKM BIMA 2025 Polsri:

  • Ketua: Indah Pratiwi, S.ST., M.T
  • Anggota:
    1. Dr. Lety Trisnaliani, S.T., M.T
    2. Bainil Yuliana, S.E., M.Si

Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Desa Sungai Kedukan kini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ikan salai, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.