Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) kembali mengharumkan nama institusi di kancah internasional. Dalam ajang BIM Challenge 2025 yang diselenggarakan oleh Politeknik Ungku Omar (PUO), Malaysia, tiga mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Polsri berhasil menyapu bersih posisi juara 1, 2, dan 3 untuk Kategori Internasional.
BIM Challenge 2025 merupakan kompetisi internasional yang menekankan pada penerapan teknologi Building Information Modeling (BIM) dalam skenario proyek konstruksi dunia nyata. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas, keterampilan teknis, dan kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan tantangan desain digital berbasis BIM.
Tiga mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Polsri yang berhasil meraih juara adalah:
Juara 1: Muhammad Natan Fathur Rahman Lubman (D4 Perancangan Jalan dan Jembatan)
Juara 2: Dixie Azizil Alim Soerya (D3 Teknik Sipil)
Juara 3: Muhammad Laroy Bafih (D3 Teknik Sipil)
Ketiga mahasiswa tersebut dibimbing langsung oleh Ir. Julian Fikri, S.S.T., M.Sc, dosen dari Jurusan Teknik Sipil Polsri.
Teknis Pelaksanaan Lomba
Kompetisi ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu:
Tahap Preliminary (4 Juni 2025)
Peserta diberikan waktu 3 jam untuk menyelesaikan tugas pemodelan arsitektur danstruktur bangunan. Hasil yang dikumpulkan berupa gambar dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D) sebagai representasi rancangan digital.
Tahap Final (4–6 Agustus 2025)
Pada babak final, peserta menghadapi tantangan lebih kompleks yaitu membuat pemodelan arsitektur, struktur, dan MEP (Mechanical, Electrical, Plumbing) dalam waktu 6 jam. Sama seperti tahap awal, hasil akhir berupa gambar 2D dan 3D yang menunjukkan integrasi desain yang menyeluruh. Penilaian kompetisi difokuskan pada akurasi teknis, efisiensi desain, pemanfaatan fitur-fitur BIM, dan kemampuan penyajian data konstruksi secara profesional.
Direktur Politeknik Ungku Omar, Dr. Hajah Salmi Binti Che Meh, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BIM Challenge adalah ajang penting yang tidak hanya menguji keterampilan teknis peserta, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai profesionalisme dan kesiapan menghadapi dunia industri digital :
“BIM Challenge 2025 merupakan platform penting yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai institusi, lokal dan internasional, untuk menunjukkan kreativitas, pengetahuan teknis, dan keterampilan pemecahan masalah melalui penerapan BIM dalam skenario rekayasa dunia nyata. (Sumber buku program : https://www.bimpolycc.com)
Keterlibatan mahasiswa Polsri dalam ajang ini secara langsung mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 2 kampus, yakni partisipasi mahasiswa dalam kegiatan di tingkat nasional atau internasional. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain:
SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: Melalui pembelajaran berbasis proyek dan kolaborasi industri.
SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi: Dengan membekali mahasiswa keterampilan industri yang relevan.
SDG 9 – Inovasi dan Infrastruktur: Dengan penggunaan teknologi BIM dalam perencanaan proyek.
SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab: Dengan mengurangi pemborosan sumber daya melalui simulasi digital.
SDG 13 – Aksi terhadap Perubahan Iklim: Dengan optimalisasi efisiensi energi dalam proses konstruksi.
Keikutsertaan dan kemenangan dalam BIM Challenge 2025 membuktikan bahwa mahasiswa Polsri memiliki kompetensi global di bidang teknologi digital konstruksi. Kegiatan ini menjadi wahana strategis untuk memperluas wawasan, memperdalam keahlian teknis, dan meningkatkan kesiapan kerja lulusan vokasi.
“Kompetisi seperti ini membuka cakrawala mahasiswa dan mendorong keterlibatan aktif dalam pengembangan serta penyebarluasan dan penerapan teknologi BIM di Indonesia,” ujar Ir. Julian Fikri, S.S.T., M.Sc, dosen pembimbing tim Polsri.
Referensi
Website Resmi BIM Challenge: https://www.bimpolycc.com






