Muara Enim, Oktober 2025 — Sebuah inovasi kolaboratif antara Pertamina EP Limau Field dan Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) berhasil menghadirkan solusi nyata dalam pengelolaan limbah ramah lingkungan melalui kegiatan bertema “Pemanfaatan Limbah Anyaman Bambu melalui Proses Pirolisis untuk Produksi Arang dan Asap Cair.” Program ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pemberdayaan masyarakat sekaligus pelestarian lingkungan.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa 3 Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, dan menjadi bagian dari upaya sinergi antara dunia industri dan akademisi untuk mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi tepat guna.
Tim Politeknik Negeri Sriwijaya yang dipimpin oleh Dr. Martha Aznury, M.Si., selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Polsri, menggandeng lima mahasiswa Jurusan Teknik Kimia — Aulia Indah Sari, Bayu Setiawan, Muhammad Rayhan Leonardi, Putri Amanda Septiani, dan Zakiyah Cahya Anjani. Dalam kegiatan ini, tim turut didampingi oleh perwakilan Pertamina EP Limau Field, yaitu Brillian Isnanto (Officer Environmental), Rama Sanjaya, Azrah Andriani, dan Catherine Wahyuning Wilujeng.

Produk arang hasil proses pirolisis dapat dimanfaatkan sebagai bahan filtrasi dalam pengolahan air limbah, sedangkan asap cair berpotensi digunakan sebagai koagulan alami, pestisida organik, serta pengawet ramah lingkungan. Melalui penerapan teknologi sederhana ini, limbah ayam bambu yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini dapat memberikan manfaat baru bagi masyarakat.
Kegiatan pelatihan ini berlangsung di Balai Desa Lubuk Raman dengan antusiasme tinggi dari masyarakat. Selain memperkenalkan teknologi pengolahan limbah, kegiatan ini juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah secara mandiri, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.
Bagi Pertamina EP Limau Field, kegiatan ini menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam mendukung pengembangan masyarakat melalui inovasi lingkungan. Sementara bagi Politeknik Negeri Sriwijaya, kegiatan ini merupakan wujud nyata penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab tantangan pengelolaan limbah di tingkat desa.
Sinergi antara dunia industri dan akademisi ini menjadi contoh kolaborasi efektif dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada bidang energi bersih, inovasi industri, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Melalui inisiatif ini, Pertamina EP Limau Field dan Politeknik Negeri Sriwijaya menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan solusi inovatif berbasis lingkungan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam.
