Palembang, 8 April 2026 – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) menerima kunjungan dari Badan Riset dan Inovasi Kabupaten PALI dalam rangka kegiatan Diskusi Penyusunan Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Sumberdaya Perikanan pada Perairan Umum Daratan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 08 April 2026 di ruang rapat Wakil Direktur IV Polsri dan menjadi bagian dari upaya penyusunan kebijakan daerah yang berbasis kajian ilmiah dan riset terkini.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pembangunan, Inovasi, dan Teknologi, Bapak Hanif, S.Pt., M.Si., bersama Imam Negara selaku staf bidang riset. Rombongan disambut langsung oleh Wakil Direktur IV, Dr. Irma Salamah, S.T., M.T.I., serta didampingi oleh jajaran akademisi dari jurusan Rekayasa Teknologi Budidaya perikanan (RTBP), yaitu Ketua Jurusan, Ir. Robert Junaidi, M.T., Sekretaris Jurusan Aldilla Sari Utami, Ph.D., ketua Program Studi Teknologi Akuakultur Madyasta Anggana Rarassari, S.Pi., M.P., dan Ketua Program Studi Agribisnis Pangan Raudhatus Sa’adah, S.Pi., M.Si.


Dalam diskusi, tim memaparkan materi utama terkait konsep naskah akademik pengelolaan sumber daya perikanan perairan umum daratan, yang menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dalam penyusunan regulasi daerah. Salah satu poin utama yang dibahas adalah penerapan pendekatan modern Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM), yaitu model pengelolaan perikanan yang mempertimbangkan keterkaitan antara sumber daya ikan dengan ekosistem perairan secara menyeluruh.
Pendekatan EAFM menekankan integrasi aspek ekologis, sosial, dan ekonomi dalam satu kerangka pengelolaan yang berkelanjutan. Selain itu, pendekatan ini juga mempertimbangkan interaksi antara organisme perairan, kondisi lingkungan fisik, serta aktivitas manusia. Dalam implementasinya, EAFM mendorong partisipasi aktif masyarakat lokal dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan.
Tujuan utam penerapan EAFM meliputi tiga aspek utama, yaitu kelestarian ekosistem, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutan ekonomi sektor perikanan. Berdasarkan hasil kajian yang dipaparkan, pendekatan ini dinilai lebih unggul dibandingkan pendekatan konvensional, terutama dalam hal integrasi kebijakan, keberlanjutan jangka panjang, partisipasi masyarakat, serta konservasi ekosistem.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan kontribusi aktif dari para akademisi Polsri yang memberikan masukan berbasis keilmuan dan pengalaman praktis di bidang akuakultur dan agribisnis pangan. Sinergi ini diharapkan mampu menghasilkan naskah akademik yang komprehensif, aplikatif, serta relevan dengan kondisi lokal Kabupaten PALI.
Melalui kegiatan ini, Polsri menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan kebijakan publik berbasis riset dan inovasi. Kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Kabupaten PALI dengan Polsri dapat menghasilkan regulasi yang tidak hanya kuat secara konseptual, tetapi juga implementatif dalam mendukung pengelolaan sumberdaya perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing di tingkat daerah maupun nasional.


