All posts by EA

Ahmad Zamheri Serahkan dana Pengembangan Kewira ushaan Mahasiswa

Selasa/19/01/21, Bertempat di aula kantor administrasi Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Wakil Direktur III Polsri menyerahkan dana pengembangan kewirausahaan mahasiswa tahun 2020 sebanyak 17 Judul kelompok usaha yang telah berhasil didanai, dari 17 kelompok ini dalam pelaksanaannya dibimbing oleh dosen pembimbing setiap masing-masing kelompok. Periode pelaksanaan program ini selama 6 bulan dari bulan Januari sampai Juni 2021.

Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan (WD III) Ahmad Zamheri menyampaikan dalam sambutannya bahwa program kewirausahaan mahasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berwira usaha sehingga soft skill para mahasiswa terbentuk bukan hanya untuk mencari lapangan kerja setelah selesai pendidikan di Polsri, melainkan untuk membuka peluang kerja serdiri sehingga meningkatkan budaya ekonomi kreatif dimasyarakat dan bahkan untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat lain. Besaran biaya yang di berikan kepada 17 kelompok usaha ini berasal dari dana DIPA Polsri tahun 2020. Program ini juga bukan hanya sebatas menjalankan usaha saja akan tetapi diarahkan untuk pengembangan usahanya nanti dibantu pemerintah melalu beberapa program dari pemerintah pusat, untuk mendapatkan bantuan dari pusat tentunya akan dilakukan kompetisi dari berbagai kampus di Indonesia ujarnya. Ketua program kewirausahaan mahasiswa Polsri Bainil Yulina menyampaikan selama program ini berlangsung para kelompok usaha akan dilakukan monitoring sebanyak dua kali dengan tujuan untuk mengukur keberhasilan program ini, jika hasil monitoring programnya tidak berjalan dengan baik dari masing – masing kelompok maka kelompok usaha tersebut akan di putus pembiayaannya dari Polsri. Hasil dari program ini akan di kompetisikan di tingkat nasional. Program kewirausahaan mahasiswa Polsri ini sudah dimulai sejak tahun 2009 yang lalu sampai sekarang Alhamdulillah Polsri sudah beberapakali mendapatkan peringkat terbaik di tingkat nasional tentunya hal ini tidak terlepas dari keberhasilan para pembimbing yang sudah berpengalaman dalam mengelola usaha. Ujarnya.

Dosen, Tendik dan Mahasiswa Baru Polsri Tes Narkoba

Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) setiap tahun melakukan tes narkoba bagi mahasiswa baru, namun tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena tes Narkoba tahun ini tidak hanya mahasiswa baru tetapi Dosen dan tenaga kependidikan juga dilakukan tes narkoba proses pengambilan sample urin terhadap mahasiswa tetap berpedoman pada protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan tujuan agar di kampus Polsri bebas narkoba dan tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19, pelaksanaan tes ini polsri bekerja sama dengan Polda Sumsel dan Rumah Sakit Bayangkara Palembang. Tes yang dilakukan pada tanggal 2 – 4 Desember 2020 ini sebanyak 2845 mahasiswa baru, 212 orang tenaga kependidikan dan 382 orang dosen. Tes narkoba ini dibagi dalam beberapa posko hari pertama Posko Gedung Kuliah 1, Gedung Kuliah 2, Gedung kuliah 5 dan gedung Pendidikan. Hari kedua posko gedung kuliah 3, gedung kuliah 4, gedung kuliah 6 dan Gedung KPA. Hari ketiga Posko gedung kuliah 6. Sedangkan untuk tes Narkoba bagi Dosen dan tenaga kependidikan pada hari ke empat tanggal 4 Desember 2020 di Posko Graha Pendidikan Polsri.

Pembantu Direktur 3 Ahmad Zamheri mengatakan, jika mahasiswa dinyatakan positif pengguna narkoba maka orang tua/wali mahasiswa tersebut akan dipanggil secara resmi dan di beri waktu lebih kurang 3 bulan untuk pembinaan, kemudian dilakukan tes ulang yang jadwalnya ditentukan oleh Polsri, jika mahasiswa tersebut masih dinyatakan positif maka akan di keluarkan dari kampus Polsri.

Pada saat tes jika ada mahasiswa yang tidak hadir/izin yang bersangkutan wajib mengikuti tes susulan yang dilakukan di rumah sakit Bayangkara Palembang dengan biaya tes dibebankan pada mahasiswa yang bersangkutan. Tes narkoba yang dilakukan oleh pihak kampus wajib diikuti oleh setiap mahasiswa baru supaya dilingkungan kampus Polsri bebas dari Narkoba.

Kolaborasi Ilmu Terapan Dalam Meningkatkan Peran Polsri Untuk Menguatkan Indonesia

Polsri. 19/11/2020–Dalam rangka Dies Natalis yang ke 38, Polsri mengadakan sidang senat khusus terbuka. Tema perayaan Dies Natalis ke 38 tahun ini adalah “Kolaborasi Ilmu Terapan Dalam Meningkatkan Peran Polsri Untuk Menguatkan Indonesia”. Hal ini sangat relevan dengan visi Polsri. Perayaan Dies Natalis ke-38 ini diisi dengan Orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T. yang merupakan Guru Besar Teknik Mesin Universitas Sebelas November, Turut hadir dari Kapolresta Palembang, Kejaksaan Tinggi, Perwakilan Pemerintah Kota Palembang yang mengikuti rangkaian kegiatan ini secara Daring.

Kegiatan Dies Natalis Polsri yang ke-38 tahun ini diawali dengan Pelepasan Balon udara sebagai simbol Polsri siap terbang di kanca Internasional dan siap turun untuk mengbdikan diri ke masyarakat Bangsa dan Negara. Sekaligus dalam rangkaian Dies Natalis melakukan pameran hasil karya mahasiswa Polsri selama 3 hari di kampus Polsri Bukit Besar.

Direktur Polsri memberikan sambutan sebagai salah satu Politeknik Negeri yang pertama di Indonesia, Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) terus berupaya meningkatkan kualitas lulusan sehingga benar-benar siap masuk ke dunia usaha dan dunia industri. Apalagi, memasuki usia ke 38, Polsri berupaya meningkatkan kualitas lulusan dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), cita-cita ini selaras dengan program pemerintah yang menginginkan antara pendidikan Vokasi dan Industri berkolaborasi.

 “Saat ini kita terus meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai program penguatan. Terlebih lagi kita perlu Kreativitas dan inovasi teknologi untuk meningkatkan sumber daya pendidikan vokasi untuk meningkatkan kualitas yang siap untuk kawin masal dengan dunia industry, ujar Ahmad Taqwa.

Ia menambahkan meski diusia ke 38 Polsri memiliki banyak pencapaian dengan siklus lulusan yang terserap di dunia usaha dan dunia industri namun ia berharap seluruh civitas akademika tak berpuas diri karena dimasa pandemi Covid-19 saat ini perlu pengembangan layanan berbasis IT, tentu hal ini kita sebagai penyelenggara pendidikan tidak boleh lemah dalam memajukan serta meningkatkan keterampilan mahasiwa khusunya di Polsri.

“Tingkatkan kualitas SDM yang link and match antara pendidikan dan industri. Artinya vokasi di masa ini harus ‘nikah massal’. Sehingga revitalisasi vokasi bisa mencapai sasaran,” jelasnya

Senada dengan itu dikatakan oleh Prof.Dr. Kuncoro Diharjo, ST, M.T., selaku pemateri dalam Dies Natalis ke-38 ini mengharapakan Pendidikan vokasi seperti Polsri untuk terus berkembang dan menyelaraskan sistem pendidikannya dengan dunia Industri karena ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan serta menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap kerja, beliau berharap polsri bukan hanya mengembangkan SDM namun perlu meningkatkan penyelarasan kurikulum dengan Industri. Kolaborasi antara industry dan dunia pendidikan sehingga daya serap lulusan sangat cepat.

“berharap Polsri kita ingin menjadi yang pertama untuk menyelenggarakan pendidikan S3 Terapan, dengan melihat kemajuan dan keberhasilan Polsri yang sudah dicapai saat ini sangat baik, jelasnya.

Polsri Kerjasama dengan BPD Sumsel, PHRI dan SMKN6 Palembang Program Fast Track

Palembang, 5/11/20 – Politeknik Sriwijaya (Polsri) melangsungkan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Diploma Dua Fast Track antara Polsri, Badan Pengurus Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel Restauran Indonesia (PHRI) Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) dan SMK Negeri 6 Palembang program Kemitraan Pendidikan Tinggi Vokasi (PTV) dengan Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja (IDUKA) yang dipusatkan di Aula KPA Polsri.

Hadir didalam acara tersebut antara lain Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Riza Fahlevi, Direktur Polsri Dr Ing Ahmad Taqwa, MT., Ketua BPD PHRI wilayah Sumsel Herlan Aspiudin, Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Drs. Zulfikri, M.Pd dan para manager hotel di Palembang.

Direktur Polsri Dr Ing Ahmad Taqwa menyatakan, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia (RI), dimana untuk mengembangkan, mengangkat Indonesia melalui perekonomian lewat Sumber Daya Manusia (SDM) vokasi, dimulai dari tingkat SMK, dilanjutkan tingkat Perguruan Tinggi (PT).

“Setelah itu menggabungkan antara menengah sampai ke tinggi. Tak kalah pentingnya adalah industri yang merupakan program diploma dua. Namun kita gabungkan sejak di SMK,” ujarnya.

Dia mengaku ditahun ini kerjasama itu merupakan kerjasama perdana dan pihaknya akan mencoba bersama dengan dunia industri dan PHRI serta semua General Manager (GM) perhotelah di Palembang.

Sementara itu, Plt Kepala Disdik Sumsel Riza Fahlevi menambahkan pihaknya sangat mengapresiasi langkah Polsri menjalin MoU dengan PHRI Sumsel merupakan solusi yang ditawarkan pihak Polsri. Harapan kita agar anak-anak SMK ini kedepan jangan di SMK Sastra, tapi SMK yang betul-betul mumpuni,” jelasnya.

Terpisah, Ketua BPD PHRI wilayah Sumsel Herlan Aspiudin melanjutkan dengan adanya MoU ini, maka pihaknya siap dan menyambut acara fast track ini termasuk program ini bila perlu PHRI siap membantu pembiayaan melalui dana CSR.

“Kita mulai untuk satu kelas dulu. Untuk  pertama adalah SMK Negeri 6 Palembang. Kedepan mungkin akan dilakukan MoU lagi, mengingat perputaran didunia industri perhotelan sangatlah cepat,”