All posts by EA

29Sep/10

Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2011

Berdasar Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2010, Nomor KEP.110/MEN/VI/2010, Nomor SKB/07/M.PAN-RB/06/2010 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2011, berikut adalah daftar Hari Libur Nasional dan daftar Cuti Bersama Tahun 2011:

1. Hari Libur Nasional Tahun 2011

No.

Tanggal

Hari

Keterangan

1

1 Januari

Sabtu

Tahun Baru Masehi

2

3 Februari

Kamis

Tahun Baru Imlek 2562

3

15 Februari

Selasa

Maulid Nabi Muhammad SAW

4

5 Maret

Sabtu

Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1933

5

22 April

Jum’at

Wafat Yesus Kristus

6

17 Mei

Selasa

Hari Raya Waisak Tahun 2555

7

2 Juni

Kamis

Kenaikan Yesus Kristus

8

29 Juni

Rabu

Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

9

17 Agustus

Rabu

Hari Kemerdekaan RI

10

30-31 Agustus

Selasa – Rabu

Idul Fitri 1 dan 2 Syawal 1432 Hijriyah

11

6 November

Minggu

Idul Adha 1432 Hijriyah

12

27 November

Minggu

Tahun Baru 1433 Hijriyah

13

25 Desember

Minggu

Hari Raya Natal

2. Cuti Bersama Tahun 2011

No.

Tanggal

Hari

Keterangan

1

29 Agustus

Senin

Cuti Bersama Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriyah

2

1-2 September

Kamis – Jumat

Cuti Bersama Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriyah

3

26 Desember

Senin

Cuti Bersama Hari Raya Natal

Sumber: www.menpan.go.id

27Sep/10

SELAYANG PANDANG LOGO DIES NATALIS POLSRI KE 28

logo diesSecara selayang pandang logo dies natalis polsri terdiri atas 2 warna yang membentuk angka 28. Warna –warna tersebut melambangkan sinergitas antara Polsri dengan Pemerintah khususnya Pemerintah Sumatera Selatan untuk mengangkat citra daerah dan memberdayakan masyarakatnya. Sesuai dengan tema yang diangkat Dies Natalis Polsri kali ini yaitu “ Melalui Dies Natalis XXVIII Polsri Kita Optimalkan Kebersamaan untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan dalam menyongsong ISO 9001:2008 dan Sea Games 2011”,

Warna Biru pada angka 2 melambangkan profesionalisme dan loyalitas Polsri dalam bersikap, berpikir dan bertindak untuk mencapai tujuan. Warna biru juga berarti kepercayaan kepada Polsri sebagai lembaga pendidikan.

Warna merah pada angka 8 dipilih karena melambangkan semangat dan daya juang yang tinggi Polsri untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Warna merah juga dapat diartikan kehangatan, harmonisasi dari setiap energy yang timbul dapat dimanfaatkan untuk kemajuan Polsri.

Lengkungan-lengkungan yang hampir menyerupai bulan sabit menggambarkan fleksibilitas Polsri dalam menempuh proses mencapai tujuannya. Lengkungan tiga warna tersebut dapat juga diartikan sebagai simbol dari 3 Kelompok sivitas akademika yang ada di Polsri yaitu Mahasiswa, Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Dan dapat juga di artikan sebagai simbol perwujudan dari 3 strata organisasi yaitu Top Managenent, Midle Management dan Pelaksana. Sedangkan lengkungan dengan ujung yang menjadi satu tersebut dapat diartikan memangku/mengemban visi dan misi Polsri diusianya yang ke 28 tahun. Ketiga unsur  yang disebutkan di atas semuanya mempunyai peran untuk mengangkat Polsri menjadi yang terbaik.

Warna Putih yang melatari logo tersebut melambangkan Disiplin dalam mengemban tugas, Iklas dalam mengabdi yang dibalut dengan kerendahan hati dan kedewasaan.

Lingkaran dengan pancaran warna biru menandakan bahasa visual untuk energi. Dimana energi tersebut terus berputar, tidak pernah habis untuk terus berkiprah di Dunia Pendidikan.

Penyusun :

–          Wawan Sri Wahyudi

–          Hendriyanto

27Sep/10

PEMBEKALAN CALON ALUMNI POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG

Beri Motivasi, Siap Hadapi Dunia Kerja, Menjelang prosesi wisuda pada 2 Oktober mendatang, sebanyak 450 mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Palembang yang sudah menyelesaikan tugas akhir mendapat pembekalan yang disampaikan oleh alumni Polsri yang sudah sukses di dunia kerja. Diantaranya, H. Syarif Fasha, ST. Direktur PT Bina Konsindo Persada, Dr Eddy I skandar Advance EFT Trainer & Practitioner serta Ir Hogan Kusnadi MSC CISSP CISA Direktur PT Unipro.

Pembekalan ini penting dilaksanakan, sehingga lulusan yang baru dikeluarkan Polsri ini mampu menghadapi dunia kerja. Bukan itu saja, melalui motivasi dari alumni yang sudah sukses ini, dapat memberikan sugesti yang baik bagi lulusan baru, sehingga tidak mudah berputus asa dalam mencari pekerjaan.

Seperti yang diungkapkan salah seorang narasumber pembekalan calon alumni Polsri Palembang, H. Syarif Fasha, ST. Pria lulusan Polsri tahun 1990 ini menceritakan pengalaman pribadinya semasa mencari pekerjaan. Berkat keseriusannya dalam mendalami pekerjaan yang diperolehnya tersebut, kini pria yang juga menjabat  ketua umum Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia (GAPEKNAS) Prov Jambi, menjabat sebagai direktur PT Bina Konsindo Persada.

”Ada beberapa fase yang harus dilewati adik-adik dalam mencari pekerjaan, namun satu prinsip saya yang hingga kini saya pegang yakni adalah lebih baik menjadi pohon kecil daripada cabang pohon besar,”katanya kepada ratusan calon sarjana baru Polsri di aula Polsri Sabtu (25/9).

Adapun fase yang harus dilewati dari para calon sarjana baru ini yakni Memulai karir (bekerja sebagai bawahan), memulai usaha sendiri dan memimpin dan memajukan usaha. Seperti memulai karir, sebagai lulusan atau alumni baru kata Fasha  jangan dulu bermimipi untuk memimpin sebuah perusahaan. Pengalaman di dunia kerja menjadi modal dasar bagi sarjana baru.

”Untuk tahap awal ini jangan memilih pekerjaan walaupun hanya pekerjaan kecil, bersedia ditempatkan dimana saja serta pandai melihat peluang. Tawaran bekerja ditempat yang jauh tetapi dengan kemungkinan peningkatan karir yang lebih menjanjikan harus diambil, meskipun dengan resiko yang tinggi , ”ucapnya.

Kemudian fase memulai usaha sendiri, menurutnya seorang tenaga kerja harus jeli membaca situasi, kemudian berani menanggung resiko dan membina hubungan baik dengan relasi, menjaga kepercayaan relasi dan rekan kerja, diversifikasi usaha, memperluas lingkungan pergaulan dan pengembangan diri dengan organisasi  baik profesi maupun kemasyarakatan.

”Kita juga harus memanfaatkan jasa penunjang lainnya untuk pengembangan usaha, kemudian selalu memperbaiki kualitas diri dengan terus belajar, baik melalui pendidikan formal maupun informal,”jelasnya.

Dan terakhir fase memimpin dan memajukan usaha. Pada fase ini yang harus diperhatikan yakni pendelegasian wewenang dan tanggung jawab terhadap bawahan, berbagi ilmu terhadap karyawan, membina dan menganggap karyawan sebagai aset perusahaan, tegas dan disiplin, memapankan usaha yang ada dan memperbaiki manajemen perusahaan.

”Saya ada kiat sukses meniti karir yakni berani, disiplin waktu, bertanggung jawab terhadap pekerjaan atau tugas, bertanggung jawab terhadap atasan, membina hubungan dengan rekan kerja, mengayomi bawahan, pandai membaca situasi dan peluang, jujur, tegas, setia terhadap profesi dan pilihan berkarir serta ikhlas dalam berusaha, berserah diri dan berdoa,”ujarnya.

Sementara itu narasumber yang lain Dr. Eddy Iskandar lebih pada kepribadian seseorang. Menurutnya dalam membangun kekuatan kepribadian harus memikirkan pikiran sendiri, memikirkan cara berpikir, memikirkan kemampuan berpikir dan bagaimana harusnya berpikir.

”Berawal dari kualitas pikiran, kualitas kepribadian dan kualitas kehidupan. Perbaikan ketiga elemen itu akan membuat hidup lebih teratur dan tentunya kualitas diri akan terbangun,”katanya.

Bahkan kesialan tersebut merupakan sugesti yang ada dalam diri, karena itu kesialan dapat diubah menjadi keberuntungan jika senantiasa memandang arti positif kesialan, kemudian yakin bahwa kesialan apapun dalam hidup pada akhirnya pasti demi kebaikan sendiri, tidak berlama-lama memikirkan kesialan serta melakukan langkah konstufktif untuk mencegah lebih banyak kesialan dimasa yang akan datang.

”Pola pikir juga senantiasa harus berharap pada nasib yang baik dengan mengharapkan masa depan membantu memenuhi impian dan ambisi berusaha meraih tujuan walaupun peluang sangat kecil dan gigih menghadapi kegagalan serta berinteraksi dengan orang lain  yang beruntung dan sukses, ”ucapnya.

Selain acara pembekalan calon alumni, ada beberapa acara lainnya yang tidak kalah pentingnya yaitu Penandatanganan MoU antara Politeknik Negeri Sriwijaya dengan IKA Polsri. Setelah itu langsung dilanjutkan dengan penyerahan bantuan peralatan praktek mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dari PT. Komatsu yang diserahkan secara simbolis oleh Bpk. Puryadi (Alumni Polsri) kepada Ketua Jurusan Teknik Mesin.

(Sumber: Palembang Ekspres, 27 September 2010)

03Jun/10

POLSRI DUKUNG PALEMBANG MENJADI DESTINASI WISATA MICE

Event Organizer atau biasa disingkat EO adalah orang atau badan usaha yang menyediakan jasa professional penyelenggara acara seperti pameran, festifal, pertunjukan, seremonial, kompetisi, pesta atau pertemuan. Di Sumatera Selatan, geliat dunia Event Organizer sangat menjanjikan. Hal ini terlihat dari berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional mulai banyak digelar di Provinsi ini. Namun sayangnya peran serta partisipasi dari Event Organizer lokal masih kurang, kalah bersaing dengan event organizer dari luar Sumatera Selatan terutama dari Jakarta.

Berdasarkan latar belakang tersebut, Politeknik Negeri Sriwijaya melalui Jurusan Administrasi Niaga saat ini tengah mempersiapkan pendirian Program Diploma IV Program Studi MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Untuk mensosialisasikan rencana pendirian program tersebut bersama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang menggelar Pelatihan Event Organizer dengan Tema “Melalui Pelatihan Event Organizer (EO) Praktis se-Kota Palembang Kita Jadikan EO Lokal Menjadi Tuan Rumah Penyelenggara Event di Sumatera Selatan”.

Kemarin (Rabu, 2 Juni 2010), pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya. Pelatihan yang rencananya berlangsung selama 2 hari (2 s.d 3 Juni) tersebut mendatangkan nara sumber yang sangat kompeten dibidangnya. Diantaranya Helmy Yahya (Presenter, Praktisi EO) dan Syafik Gani (Direktur PALTV). Diharapkan dengan diadakannya pelatihan ini, Event Organizer yang ada di Sumatera Selatan dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengemas berbagai event dengan baik dan memuaskan pengguna jasa EO.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pemerintah kota Palembang, hal tersebut disampaikan oleh H. Ismail Ishak dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Beliau juga menjelaskan kebutuhan akan sumberdaya manusia untuk dapat mewujudkan Kota Palembang sebagai salah satu tujuan utama wisata MICE di Indonesia maupun Internasional. Harapan beliau dengan adanya pelatihan ini, dapat menggugah praktisi – praktisi EO di Sumatera Selatan untuk dapat ikut berperan aktif untuk mendukung mewujudkan tujuan tersebut di atas.

Bak gayung bersambut, RD. Kusumanto (Direktur Polsri) dalam sambutannya menjelaskan bahwa Politeknik Negeri Sriwijaya sebagai lembaga pendidikan tinggi akan mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah daerah yang bertekad menjadikan kota Palembang sebagai salah satu tujuan utama wisata MICE di Indonesia. Untuk itu diperlukan SDM yang dapat memanfaatkan potensi sumber daya di Sumatera Selatan agar dapat diolah sehingga mempunyai nilai lebih, dan pada akhirnya menciptakan ketertarikan pihak luar terhadap kota Palembang dan Sumatera Selatan pada umumnya.

Pada kesempatan terpisah, beliau juga menjelaskan bahwa Polsri sudah merespon dan melihat peluang tersebut yaitu dengan adanya Jurusan Bahasa Inggris dengan konsentrasi Pariwisata dan Perhotelan. Dan Polsri juga berencana membuka Program baru Diploma IV MICE.