P3M Profil

P3M adalah Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Pimpinan

Kepala PPPM
Ir. Jaksen, M.Si.

Sekretaris
M. Yusuf, S.E., M.Si, Ph.D

Visi

Menjadi pusat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang unggul dan terkemuka dalam penelitian terapan dan teknologi tepat guna.

Misi

  1. Meningkatkan minat bagi staf pengajar dan mahasiswa di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program yang ada;
  2. Meningkatkan jiwa kewirausahaan bagi staf pengajar dan mahasiswa melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat;
  3. Meningkatkan kompetensi di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan dan workshop pembuatan proposal serta ikut kompetisi secara nasional;
  4. Mempublikasikan luaran penelitian dalam bentuk jurnal ilmiah, seminar, paten, hak kekayaan intelektual (HKI) dan media ilmiah lainnya;
  5. Menerapkan teknologi tepat guna, model, sistem dan luaran penelitian lainnya dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan.


Sasaran Umum

  1. Sasaran umum pengembangan dalam bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat (PPM) adalah:
  2. Menjadi bagian penting dalam PPM terutama untuk mengatasi masalah lokal maupun nasional
  3. Menghasilkan PPM yang berdampak pada kesejahteraan.
  4. Menyelenggarakan program PPM yang produktif.
  5. Memberdayakan potensi daerah serta ikut berkontribusi pada pemecahan masalah dalam masyarakat.
  6. Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat menjadi lebih berperan aktif di masyarakat kampus dan masyarakat umum melalui aktifitas pelatihan, workshop, seminar dan lokakarya.
  7. Kemampuan staf pengajar dan mahasiswa akan lebih meningkat, baik kuantitas maupun kualitas dalam pembuatan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat termasuk program kreativitas mahasiswa (PKM).
  8. Jiwa kewirausahaan dapat tumbuh dan berkembang terhadap staf pengajar dan mahasiswa dalam jumlah persentase.
  9. Jumlah artikel ilmiah bertambah dalam setiap tahun.


Sasaran Mutu

  1. Paling lambat tahun 2013, jumlah dosen yang meneliti baik rekayasa maupun non rekayasa sekurang-kurangnya 15% per tahun.
  2. Paling lambat tahun 2013, jumlah pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan dosen semua jurusan minimal 20 kegiatan per tahun.
  3. Paling lambat tahun 2013, workshop penelitian dan pengabdian kepada masyarakat minimal dua kali dalam se tahun.
  4. Paling lambat tahun 2013, workshop penyusunan paten minimal satu kali dalam se tahun.


Kebijakan Mutu
Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat bertekad memaksimalkan fungsinya sebagai pusat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan perkembangan IPTEKS.

Meningkatkan kompetensi dalam melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bagi seluruh dosen Politeknik Negeri Sriwijaya di bidang ilmu-ilmu terapan.

Melaksanakan sosialisasi hasil penelitian terapan dan meningkatkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bermutu dan bermanfaat yang mempunyai dampak langsung dalam pemecahan masalah yang ada di masyarakat.

Fungsi P3M:
Dalam melaksanakan tugas P3M mempunyai fungsi :

  1. pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat;
  2. pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian;
  3. peningkatan relevansi program Politeknik sesuai dengan kebutuhan masyarakat;
  4. pelaksanaan pengembangan pola dan konsepsi pembangunan nasional, wilayah, dan/atau daerah melalui kerjasama antar perguruan tinggi dan/atau badan lainnya baik didalam maupun dengan luar negeri.
  5. Pelaksanaan urusan tata usaha Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Tujuan

    Tujuan umum program pembinaan di Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat mengarah kepada :

  1. Pencapaian hasil optimal dari Tridarma Perguruan Tinggi, utamanya yang bermanfaat bagi kemanusiaan dan selaras serasi dengan kebutuhan pembangunan
  2. Pengupayaan berbagai kegiatan peningkatan kualitas Pendidikan dan Pengajaran di lingkungan Pendidikan Tinggi.
  3. Program Penelitian yang dilakukan di Perguruan Tinggi dituntut untuk menghasilkan produk yang benar – benar berkualitas dan bermanfaat
  4. Program Pengabdian kepada Masyarakat lebih diarahkan kepada pemanfaatan dan penerapan hasil penelitian maupun hasil pendidikan di Perguruan Tinggi bagi kesejahteraan dan kemajuan masyarakat
  5. Pengupayaan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Perguruan Tinggi dengan menyediakan kesempatan dan dana untuk melaksanakan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
  6. Pengembangan budaya kewirausahaan, utamanya bagi mahasiswa dan alumni, agar hasil penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat lebih dapat dirasakan manfaatnya bagi bangsa Indonesia

Program Peningkatan Kinerja P3M
Untuk mencapai sasaran tersebut, Politeknik Negeri Sriwijaya mengembangkan Program Peningkatan Kinerja Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, yakni sebagai berikut.

  1. Terselenggaranya minimal 2 kegiatan masing-masing untuk penelitian dan pengabdian masyarakat per jurusan yang berorientasi IPTEKS dan pengembangan nilai guna sumberdaya wilayah.
  2. Tercapainya minimal 10 publikasi hasil penelitian per tahun per jurusan pada jurnal lokal dan 5 pada jurnal terakreditasi serta 1 jurnal internasional setiap tahubn
  3. Terselenggaranya minimal satu kali per tahun pelatihan pembuatan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam upaya memotivasi dosen aktif dalam kegiatan P2M.
  4. Terselenggaranya minimal satu kali per tahun pelatihan pembuatan artikel jurnal dan manajemen jurnal untuk menuju jurnal terakreditasi.
  5. Tercapainya pengalihan IPTEKS yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan keunggulan bidang /sektor pembangunan.



Program Kerja

Kegiatan Penelitian di perguruan Tinggi diklasifikasikan ke dalam dua tahapan yaitu :

  1. Program Penelitian Pembinaan, diarahkan untuk menghasilkan penelitian mandiri, Publikasi bertaraf nasional, bahan / materi pendidikan dan bimbingan untuk program Diploma III, serta peningkatan budaya meneliti yang produktif. Program ini mencakup Penelitian Dana Rutin (Dana DIPA/PNBP Politeknik Negeri Sriwijaya), Penelitian Balitbangda (Dana Pemerintah Daerah), penelitian dana CSR dari perusahaan/industri dan penelitian mandiri.
  2. Program Penelitian Kemandirian, lebih diarahkan untuk menciptakan inovasi dan pengembangan IPTEKS. Umumnya penelitian mengikuti skim hibah penelitian dari Ditlitabmas, KemRistek Dikti. Tergolong dalam kegiatan ini adalah Penelitian Desentralisasi dan Kompertitif Nasional. Penelitian Desentralisasi meliputi : penelitian unggulan pergurtuan tinggi, Hibah Bersaing, penelitian kerjasama antar perguruan tinggi (Pekerti), dan penelitian dosen pemula. Penelitian kompetitif nasional meliputi: penelitian fundamental, penelitian disertasi doktor (PDD), penelitian Unggulan Strategis Nasional (PUSNAS), Riset Andalan Perguruan Tinggi dan Industri (RAPID), Penelitian Kerjasama Luar Negeri dan Publikasi Internasional (KLN), Penelitian Kompetensi (HIKOM), Penelitian Strategis Nasional (STRANAS), Penelitian Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).



Hibah penelitian lain taraf nasional adalah insentif.ristek (Riset Dasar, Riset Terapan, Riset Peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produkasi), LPDP Kemenkeu ( Rispro Implementatif, Rispro Komersisal), dan Kerjasama Kemitraan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Nasional KKP3N).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Perguruan Tinggi dapat dikembangkan menjadi tiga model, yaitu :

  1. Model I, adalah metode yang diperuntukkan bagi kegiatan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bentuk Perancangan dan Penyuluhan (dana Mandiri dan DIPA/PNBP Politeknik Negeri Sriwijaya )
  2. Model II, adalah metode yang diperuntukkan bagi pengembangan dan penerapan hasil-hasil penelitian melalui Program IPTEKS dari Ditlitabmas KemRistek Dikti terdiri atas tujuh skema, yaitu:
    1. Ipteks bagi Masyarakat (IbM);
    2. Ipteks bagi Kewirausahaan (IbK);
    3. Ipteks bagi Produk Ekspor (IbPE);
    4. Ipteks bagi Inovasi Kreativitas Kampus (IbIKK);
    5. Ipteks bagi Wilayah (IbW);
    6. Ipteks bagi Wilayah antara PT-CSR atau PT-Pemda-CSR (IbWPT); dan
    7. Hibah Hi-Link.

Pengabdian kepada masyarakat di luar Ditlitabmas adalah meliputi Iptekda LIPI, kolaborasi dengan perusahan/industri. Kegiatan dengan Balitbangnovda Sumsel.

Kegiatan pengembangan budaya kewirausahaan di Perguruan Tinggi meliputi:

  1. Program Mahasiswa Wirausaha
  2. Inkubator Bisnis

Kegiatan kemahasiswaan, bidang penelitian dan pengabdian serta kewirausahaan meliputi :

  1. PKM Penelitian (PKM-P)
  2. PKM Penerapan Teknologi (PKM-T)
  3. PKM Kewirausahaan (PKM-K)
  4. PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M)
  5. PKM Penulisan Ilmiah (PKM-I)
  6. PKM Karsa Cipta (PKM-KC)

Ringkasan Rencana Induk Penelitian (RIP) Polsri 2016-2020

Rencana Induk Penelitian (RIP) Politeknik Negeri Sriwijaya merupakan rencana ssttrategis bidang penelitian yang menjadi arahan kebijakan pengelolaan penelitian Politeknik Negeri Sriwijaya dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan, yakni tahun 2016-2020.
Berdasarkan ARN 2016-2019, RIRN 2015-2045, dan Master Plan Percepatan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), rekam jejak penelitian di Polsri, dan fasilitas sarana laboratorium/bengkel, serta SDM berikut program studi yang ada, maka perioritas penelitian unggulan di Polsri 5 tahun ke depan (2016-2020) difokuskan pada:
1. Teknologi dan Manajemen Energi
2. Teknologi dan Manajemen Pangan
3. Teknologi Informasi dan Komunikasi
4. Teknologi dan Manajemen Material Maju
5. Teknologi dan Manajemen Air
6. Sosial Humaniora – Seni Budaya – Pendidikan
7. Teknologi dan Manajemen Transportasi
8. Teknologi dan Manajemen Penanggulangan Kebencanaan

Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian unggulan akan dibentuk 6 kelompok bidang kajian (KBK) penelitian unggulan dimana tugas utamanya adalah membuat roadmap penelitian tiap bidang unggulan, melaksanakan penelitian kolaborasi, dan mengadakan focus group discussion serta secara bersama membantu P3M menyelenggarakan seminar ilmiah. Anggota KBK penelitian unggulan diambil dari dosen Polsri yang telah memiliki track record penelitian, yang punya minat sungguh-sungguh dan yang mau&mampu melalkukan penelitian. Jumlah anggota dapat bertambah sesuai dengan minat dosen yang ingin bergabung. Ke enam bidang atau Unit Kajian Penelitian dan Pengabdian di Polsri yang ada sampai akhir tahun 2016 adalah :
1). Unit Kajian Energi dan Pangan
2). Unit Kajian Teknologi Informasi dan Komunikasi,
3). Unit Kajian Material Maju dan Teknologi Tepat Guna,
4). Unit Kajian Air dan Lingkungan,
5). Unit Kajian Sosial Humaniora, Seni-Budaya dan Pendidikan,
6). Unit Kajian Transportasi dan Kebencanaan.
Dalam upaya mendukung renstra Polsri 2015-2019, maka RIP Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) jangka panjang dibagi dalam tiga periode. Secara umum pada tiap periode berpijak pada 3 pilar utama yaitu: Pemerataan dan Perluasan akses penelitian; Peningkatan mutu penelitian, Relevansi dan daya saing hasil penelitian; serta Peningkatan Tata Kelola, Akuntabilitas dan Pencitraan Publik penelitian.

Ringkasan Renstra Pengabdian kepada Masyarakat
Polsri 2016-2010

Berdasarkan rekam jejak judul pengabdian di P3M, analisa SWOT, arah strategi dan kebijakan, fokus riset unggulan Polsri,Agenda Riset Nasional (ARN), Master Plan Percepatan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), dan RencanaIndukRiset Nasional2015-2045 Kemenristekdikti, maka direncanakan ada 11 prioritas utama program strategis pengabdian kepada masyarakat adalah:

1. Penerapan Ipteks untuk pengolahan dan pengelolaan sektor energi

2. Penerapan Ipteks untuk pengolahan dan pengelolaan air dan pangan
3. Penerapan sistem informasi manajemen, teknologi informasi, dan komputasi pada masyarakat produktif dan non produktif, pada wirausaha dan UMKM, dan pada masyarakat dunia pendidikan
4. Penerapan teknologi pada pengolahan dan pengelolaan industri unggulan daerah
5. Penerapan teknologi material maju dan teknologi tepat guna pada industri kecil, UMKM, industri pengolahan terkait pertanian, peternakan dan perikanan.
6. Perbaikan proses & kapasitas produksi, mutu manajemen akuntansi dan pemasaran pada masyarakat wirausaha, UMKM, dan masyarakat produktif.
7. Perbaikan manajemen produksi, SDM, pengarsipan, promosi, dan pemasaran pada UMKM unggulan daerah, potensi wilayah dan desa.
8. Penerapan teknologi pengolahan limbah dan pencegahan pencemaran oleh industry
9. Ipteks bagi mansyarakat untuk bidang sosial dan humaniora meliputi pembelajaran berbahasa Indonesia/asing yang baik dan benar, pembangunan karakter, agama, hukum, civil society dan seni.
10. Ipteks bagi masyarakat dalam metodologi pembelajaran untuk pendidikan ekstra kurikuler dalam mengatasi masalah di wilayahnya.
11. Penerapan teknologi dan manajemen transportasi dan penanggulangan kebencanaan

Mengacu pada program strategus di atas, beberapa topik kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang potensial jika ditinjau dari isu lokal dan nasional yang masih terus menjadi masalah secara berkelanjutan antara lain:

1. Pengolahan dan penjernihan air di daerah rawan air bersih dan bergambut

2. Penginstalasian unit pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT)

3. Diversifikasi dan eksplorasi sumber pangan baik manusia, hewan ternak maupun perikanan.
4. Pendampingan manajemen UMKM baik bidang produksi, administrasi umum, maupun pemasaran
5. Penerapan sistem informasi manajemen dan program aplikasi dalam pemasaran produk

UMKM

6. Pemanfaatan alat sensor dan robotik dalam aspek kehidupan dan pembangunan

7. Penanganan limbah industri dan domestik

8. Pengolahan, penanganan produk hasil pertanian, dan peningkatan nilai tambah produk pertanian
9. Kolaborasi penyuluhan bidang humaniora seperti narkoba, kesehatan, agama.