Polsri Selenggarakan Workshop Metodologi Pembelajaran Bagi Dosen Polsri

Polsri, 19/08/2019. Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) meneyelenggarakan Workshop Metodologi Pembelajaran bagi dosen Polsri. Acara yang berlangsung dari tanggal 19 – 28 Agustus 2019 bertempat di Aula KPA Polsri di ikuti oleh 32 dosen CPNS.

Acara dibuka oleh Direktur Polsri Dr.Ing. Ahmad Taqwa, M.T., dalam sambutannya menyampaikan tentang pembekalan pembelajaran lengkap dengan teknologi. Dr.Ing. Ahmad Taqwa, M.T mengawali materi dengan memaparkan tentang peran perguruan tinggi dalam meningkatkan daya saing bangsa dalam mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan baru dunia.  Dan tantangan-tantangan yang dihadapi para dosen saat ini. Dilanjutkan pada bagaimana proses pembelajaran serta visi dan misi perguruan tinggi saling terkait dan harus selaras untuk menghasilkan lulusan yang berkompetensi. Saat mengajar, dosen perlu menyusun strategi pembelajaran agar materi materi yang disampaikan dapat terserap dan dipahami oleh mahasiswa bahkan sampai mahasiswa mampu mempraktekkannya.

Tujuan diselenggarakannya workshop ini adalah untuk menunjang dan meningkatkan kegiatan akademis di lingkungan Polsri, secara spesifik yaitu meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar melalui variasi metode pembelajaran oleh dosen-dosen Polsri. Selain itu, kegiatan ini juga untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam mengajar. Diharapkan dengan metode pembelajaran yang bervariasi akan mengurangi tingkat kejenuhan mahasiswa saat kuliah dan juga dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi mahasiswa saat di kelas sehingga materi kuliah dapat diserap secara optimal oleh mahasiswa.

RD.Kusumanto, ST, MM memberikan materi tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dimana KKNI merupakan sebuah kualitas SDM Iindonesia sehingga Tujuan workshop ini juga untuk meningkatkan mutu kurikulum prodi di masing-masing jurusan peserta. Workshop juga diharapkan meningkatkan kemampuan para dosen dalam penyusunan kurikulum.

Carlos, ST., MT selaku wakil direktur 1 dalam sambutannya mengatakan sesuai dengan Permenristedikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.terdapat tentang Standar pembelajaran , standar kelulusan perguruan tinggi  dan Salah satunya yaitu standar kurikulum.

Diharapkan para peserta memiliki kompetensi yang dituju yakni memahami kurikulum perguruan tinggi dan standar proses pembelajaran, landasan filosofis dan pedagogis pengembangan kurikulum pendidikan tinggi berbasis standar nasional, kemudian mampu merumuskan capaian pembelajaran, serta dapat menyusun RPS dan RAP berpedoman pada kurikulum pendidikan tinggi berbasis standar nasional pendidikan.

Silaturahmi dan Pembahasan Kerjasama Polsri dengan Paguyuban Sinar Mas Sumsel

Polsri, 15/8/2019. Bertempat di Gallery Smartfren Jakabaring, telah berlangsung Silaturahmi dan Pembahasan Kerjasama dengan Grup Perusahaan Sinar Mas dan Peguyuban Perusahaan.

Acara dihadiri oleh Dr. Ing. Ahmad Taqwa, M.T , Drs. Zakaria, M.Pd,Yudi Wijanarko, S.T., M.T,  Iwan Setiawan, S.Hut., M.Si, Wandha Yudhistira, Yansia, Ernita Sri Wahyudi , dan masing-masing perwakilan dari 11 unit bisnis dari sinarmas group,  Dosen Polsri dan mahasiswa HMJ Teknik Elektronika Polsri.

Penguyuban Sinar Mas bertujuan untuk menjalin komunikasi terkait program sosial dan hubungan kemitraan bisnis. Serta dapat semakin memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat dan bersinergi satu dengan yang lain.  Keanggotaan Peguyuban Sinar Mas Sumsel terdiri dari PT. OKI Pulp & Paper Mill, Bank Sinarmas Palembang, SMMF, SMF Muba & Banyuasin, Asuransi Sinarmas Palembang (ASM), mitra sinar MAS Forestry OKI, Smart Agribisnis/Sawit Mas Sejahtera, Smartfren, Asset Management, KBRU, My Republik.

Menurut Dr. Ing Ahmad Taqwa selaku Direktur Polsri, telah berinisiatif menerapkan pendekatan dual system. “Dimana pihak Sinarmas Group dapat menjaring sumber daya manusia, khususnya potensi setempat, dengan kapasitas yang sesuai kebutuhan dan karakteristik Sinarmas Group. Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong keterlibatan sektor industri guna berbagi pengetahuan, kompetensi dan kecakapan dalam menghasilkan sumber daya siap kerja,” ujarnya.

Sistem ini melibatkan sektor industri turut dalam penyusunan kurikulum pendidikan tinggi yang memadukan pembelajaran sebanyak 70 persen praktek dan 30 persen teori. selebihnya berupa praktik di lingkungan kerja, sesuai kebutuhan industri terkait

Semoga akan berlanjut kerjasamanya dalam beberapa agenda kegiatan bagi kampus Polsri.  Rencana diskusi dan teknis pelaksanaan akan berlanjut pada hari Selasa minggu depan di Kampus Polsri.