Dialog Pelibatan Civitas Akademika di Polsri dalam Pencegahan Terorisme melalui FKPT Sumsel

Polsri. 1/10/2019. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar kegiatan Dialog Pelibatan Civitas Academica di Politeknik Negeri Sriwijaya dalam Pencegahan Terorisme. Menggandeng Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Selatan dalam pelaksanaannya, kegiatan ini bertujuan membangun kewaspadaan terhadap terorisme di lingkungan kampus

Untuk kegiatan dialog di Polsri, BNPT dan FKPT akan menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Direktur Pencegahan BNPT, Brigadir Jenderal (Pol) Hamli, mantan anggota jaringan pelaku terorisme, Kurnia Widodo,Kepala FKPT,  Kepala Dinas Pendidikan, Wakil Direktur Polsri Bidan 1 dan III, para dosen dan 300 mahasiswa.

Dialog pelibatan civitas academica dalam pencegahan terorisme dilaksanakan sebagai wujud hadirnya pemerintah untuk terus membentengi masyarakat dari pengaruh paham radikal terorisme. “Ini adalah wujud silaturahmi pemerintah, dalam hak ini diwakili oleh BNPT, dengan masyarakat yang direpresentasikan oleh FKPT dan civitas academica,” ujarnya.

Melalui dialog ini diharapkan mampu memotivasi civitas academica untuk terus berupaya mensterilkan kampus dari pengaruh paham radikal terorisme. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menyadarkan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan perguruan tinggi, bahwa kampus dan sekitarnya dapat disasar oleh kelompok radikal terorisme untuk memupuk intoleransi dan hal ini harus diatasi bersama-sama

“Keterlibatan Pak Kurnia akan sangat menarik, karena beliau sosok yang pernah terlibat secara langsung bagaimana terorisme berkembang di lingkungan kampus, sehingga diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran untuk semua,” pungkas Hamli.

“Dibutuhkan perhatian seluruh pemangku kepentingan di lembaga pendidikan tinggi, bahwa terorisme senantiasa bermutasi dengan cepat, semakin hari semakin bervariasi, baik dalam bentuk, metode, pelaku, dan sasaran,” jelasnya.

Celah yang dapat dimanfaatkan kelompok radikal terorisme untuk menyebarkan ideologinya harus ditutup civitas academika.

Sebab itu, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera selatan menyelenggarakan kegiatan Pelibatan Civitas Academica dalam Pencegahan Terorisme di Balikpapan dan sekitarnya.”Ini sebagai upaya menggalang kebersamaan seluruh pemangku kepentingan menghadang laju pergerakan ideologi radikal dan penetrasi kelompok terorisme di perguruan tinggi. Kemudian menjadikan kampus episentrum damai di tengah masyarakat, dan perekat bangsa yang majemuk, dalam bingkai NKRI,” bebernya.

Mahasiswa MI Dapat Peringkat Kedua Nasional KMIPN 2019

Kompetisi Mahasiswa bidang Informatika Politeknik Nasional (KMIPN) Ke-2 yang diadakan pada Tahun 2019 di Politeknik Caltex Riau sebagai momentum penyaluran bakat dan minat serta mendorong para mahasiswa untuk berinovasi di berbagai bidang ilmu Teknlogi dan Informatika (TIK) dalam kegiatan ini setiap Politeknik yang memiliki Program studi TIK ikut dalam kegiatan ini yang diselenggarakan pada tanggal 11 – 12 September 2019 di Politeknik Kaltek Riau. Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa manajemen informatika dan teknik komputer Polsri.

Dalam ajang setiap tahun ini yang di selenggarakan oleh Badan Koordinasi Mahasiswa Politeknik Indonesia (BAKORMA) mengadakan dengan beberapa kompetisi yaitu : Hackathon, Animasi, Bisnis TIK, aplikasi e-Government, Keamanan Jaringan, Cipta Inovasi Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, Internet of Things (IoT) Smart Innovation Challenge, dan Pengembangan Aplikasi Permainan.

diharapkan dapat mengajak serta mendorong kreativitas mahasiswa Politeknik seluruh Indonesia untuk dapat berperan serta dalam mendukung tercapainya masyarakat yang smart dan bermartabat. Selain berkompetisi, acara ini juga menyuguhkan pameran teknologi serta workshop teknologi guna meningkatkan kualitas dan wawasan generasi muda untuk mencapai target IT for Smart Society.

Pada tahun kedua kegiatan ini Polsri kembali memperbaiki peringkatnya yang pada tahun sebelumnya (tahun pertama) Polsri hanya menempati peringkat ke tiga, namun pada tahun ini di ajang yang sama Polsri mendapat peringkat kedua di bidang Games Development. Yang lebih menggembirakan para peserta tidak lama dari hasil pengumuman langsung di hubungi oleh Founder gamebrott.com ditawarkan kerjasama dengan mereka.

Indra Satriadi selaku ketua Jurusan Manajemen Informatika Polsri, mengucapkan terimakasih kepada mahasiswanya Jurusan Manajemen Informatika yang telah berjuang untuk mendapatkan yang terbaik, walau tahun ini masih di peringkat kedua, Alhamdulillah ujarnya, karena tentu untuk mendapatkan peringkat tersebut bukan sesuatu yang mudah apalagi setingkat nasional, yang pasti anak-anak sudah membawa nama baik Polsri di tingkat Nasional.

Tiga Calon Direktur Siap Maju Ke Tahap Pemilihan Senat Bersama Kemenristekdikti

Ketua Panitia Pemilihan Direktur Polsri Dicky Seprianto mengatakan dari empat tahapan pemilihan direktur yang dimulai penjaringan, penyaringan, pemilihan dan penetapan.

“Saat ini sudah memasuki penyaringan yang dilakukan dengan penyampaian visi misi dan progran kerja yang dihadiri oleh pejabat  Kemenristek Dikti,” jelas dia.

Setelah visi misi dan pemaparan dilakukan tanya jawab dserta akan dilakukan rapat senat tertutup untuk mendapatkan tiga calon direktur.

Setelah rapat senat khusus terbuka ditutup dengan agenda pemaparan Visi dan Misi serta program kerja Balon. Rapat senat tertutup dibuka kembali dengan agenda tunggal Penyaringan Balon, setelah dilakukan pemilihan oleh anggota senat Polsri maka didapat tiga nama calon direktur yaitu Dr. Ing. Ahmad Taqwa, M.T., Ir. Sairul Efendi, M.T. kemudian Ir. A. Rahman, M.T. ketiga nama ini akan dikrimkan ke Kemenristek dikti untuk dilakukan pemilihan pada tahap berikutnya senat Polsri bersama suara Menteri.

Selanjutnya proses laporan secara resmi oleh Senat ke Kemenristekdikti kemudian tahap berikutnya dilakukan pemilihan oleh senat bersama dengan Kemenristekdikti yang memiliki persentase suara 35 persen dan senat 65 persen,” jelas dia.

Setelah itu, akan dirapatkan untuk penetapan  siapa yang akan terpilih sebagai Direktur Polsri dan akan dilantik.

Empat Balon Direktur Polsri Paparkan Visi, Misi dan Program Kerja.

Empat bakal calon Direktur Politehnik Sriwijaya periode 2020-2024 yakni Ir Sairul Efendi MT, Drs Zakaria MPd, Ir A Rahman MT dan Dr. Ing. Ahad Taqwa, M.T.,  Kamis (12/9/2019) menyampaikan visi, mmisi dan program kerja di Aula KPA.

Paparan Visi, Misi dan Program kerja dilakukan dalam Rapat Senat Terbuka, Ketua Senat, Zamheri, ST, MT. mengatakan, Karena memenuhi syarat anggota senat yang hadir maka rapat senat terbuka dengan agenda tunggal penyampaian visi, misi dan program kerja bakal calon direktur periode 2020 – 2024, dalam rapat senat tersebut di hadiri langsung Direktur Pembinaan Kelembagaan Kemenristek Dikti Dr. Totok Prasetyo, B. Eng M.T.

Sebelum menyampaikan visi, misi dan program kerja empat bakal calon ini mengambil nomor urut untuk menyampaikan visi misi dan program kerja.  Nomor urut satu untuk pemaparan visi misi dan program kerja yakni Drs Zakaria MPd,  nomor urut dua penyampaian yakni Ir A Rahman MT, nomor urut tiga yakni Dr Ing Ahmad Taqwa MT dan terakhir yakni Ir Sairul Efendi MT. Setiap penyampaian visi, misi dan progran kerja ini diberikan waktu selama lima belas menit.

Setelah memaparkan Visi, Misi dan Program Kerja ke empat calon langsung di berikan pertanyaan dari Kemenristek Dikti. Sairul yang mendapatkan kesempatan pertama menjawab pihaknya akan berusaha untuk kerja keras semua pihaknya. Menurutnya dalam menangani kearsipan data , sarana dan prasaran masih kurang dan ini menjadi penghambat. “Ini menjadi PR dan tantangan besar bagi kami bakal calon Direktur. Kedepan pola pendataan, dokumentasi yang belum rapi ini akan dirapikan. Kalau rapi tak akan tergeser clusternya dari 5 besar,” ujar Zakaria.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh calon petahanan, Taqwa mengatakan penilaian ini titik terlemah ada di sistem administrasi, hampir semua di kelembagaan turun karena ini. “Dari data tersebut memancing kita semua untuk memperbaiki titik ini. Itu juga yang akan kita perbaiki contoh data kerjasama dan lain sebagianya. skema pola pencatatan di pusat kunci pengembangan adminsitrasi,” tegasnya dalam waktu tiga menit , waktu yang diberikan oleh panitia.

Bakal calon Direktur, Rahman juga mengatakan langkah konkrit yang akan dilakukan jika dirinya terpilih yakni selalu aktif dan kontrol administrasi. “Jika ini kita lakukan maka predikat ini akan kita geser, bukan nomor dua lagi tapi bisa menjadi nomor satu,” tegas dia.

Empat bakal calon ini adalah orang politeknik sehingga harus tahu dengan semua keadaan. “Baguslah niatnya dan nawaitunya untuk memajukan Polsri. Kami menyerahkan semuanya ke Polsri untuk memilih pemimpin yang terbaik,”beber Pak Totok Prasetyo.

Kata dia, untuk melakukan upaya peningkatan Polsri ada tiga  hal yakni dari pimpinannya atau leadership, komitmen  yang kuat dan  sistem yang terintegrasi dengan baik.

 “Saya lihat sistem belum baik, saya lihat data menjadi hambatan dan harapan kami Polsri  bisa kembali ke posisi dua ,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Direktur Polsri Dicky Seprianto mengatakan dari empat tahapan pemilihan direktur yang dimulai penjaringan, penyaringan, pemilihan dan penetapan.

“Nah saat ini sudah memasuki penyaringan yang dilakukan dengan penyampaian visi misi dan progran kerja yang dihadiri oleh pejabat  Kemenristek Dikti,” jelas dia.

Setelah visi misi dan pemaparan dilakukan tanya jawab dserta akan dilakukan rapat senat tertutup untuk mendapatkan tiga calon direktur.

“Selanjutnya proses laporan secara resmi oleh Kemenristek Dikti yang nanti akan dilakukan pemilihan yang akan dihadiri oleh kuasa menteri yang memiliki persentase suara 35 persen dan senat 65 persen,” jelas dia.

Setelah itu, akan dirapatkan untuk penetapan  siapa yang akan terpilih sebagai Direktur Polsri dan akan dilantik.

Setelah rapat senat khusus terbuka ditutup dengan agenda pemaparan Visi dan Misi serta program kerja Balon. Rapat senat tertutup dibuka kembali dengan agenda tunggal Penyaringan Balon, setelah dilakukan pemilihan oleh anggota senat Polsri maka didapat tiga nama calon direktur yaitu Dr. Ing. Ahmad Taqwa, M.T., Ir. Sairul Efendi, M.T. kemudian Ir. A. Rahman, M.T. ketiga nama ini akan dikrimkan ke Kemenristek dikti untuk dilakukan pemilihan pada tahap berikutnya senat Polsri bersama suara Menteri.