06Aug/09

PENYERAHAN DANA USAHA PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA (PMW) TAHUN 2009

Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Sriwijaya pada hari Selasa tanggal 12 Mei 2009 bertempat di Aula Gedung KPA menyerahkan dana usaha Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Tahun 2009 sebesar Rp. 350.000.000,- (Tiga ratus lima puluh juta rupiah) kepada 58 Mahasiswa yang rencana bisnisnya disetujui.

Penyerahan secara simbolis ini dilaksanakan oleh Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya kepada perwakilan mahasiswa dari Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Kimia, Akuntansi dan Administrasi Niaga. Dilanjutkan dengan penyerahan plakat kepada BRI sebagai reviewer rencana bisnis dan 16 Usaha Kecil Menengah.

Ke-58 Mahasiswa tersebut terbagi secara kelompok (yang beranggotakan maksimal 5 orang) dan individu. 4 Kelompok Usaha masing-masing mendapatkan Rp. 40.000.000,- dan 38 Individu masing-masing mendapatkan Rp. 5.000.000,-

Program Mahasiswa Wirausaha (Student Entrepreneur Program) merupakan kelanjutan dari program-program Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Dikti Depdiknas sebelumnya (PKM, Co-op, KKU dll) untuk menjembatani para mahasiswa memasuki dunia bisnis riil melalui fasilitas start-up bussines. Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), sebagai bagian dari strategi pendidikan di Perguruan Tinggi, dimaksudkan untuk memfasilitasi para mahasiswa yang mempunyai mempunyai minat dan bakat kewirausahaan untuk memulai berwirausaha dengan basis ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang sedang dipelajarinya. Fasilitas yang diberikan meliputi pendidikan dan pelatihan kewirausahaan magang, penyusunan rencana bisnis, dukungan permodalan dan pendampingan usaha. Program ini diharapkan mampu mendukung visi-misi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan UKM.

Tujuan dan Manfaat Program

Tujuan :

  • Menumbuhkan motivasi berwirausaha di kalangan mahasiswa
  • Membangun sikap mental wirausaha yakni percaya diri, sadar akan jati dirinya, bermotivasi untuk meraih suatu cita-cita, pantang menyerah, mampu bekerja keras, kreatif, inovatif, berani mengambil risiko dengan perhitungan, berperilaku pemimpin dan memiliki visi ke depan, tanggap terhadap saran dan kritik, memiliki kemampuan empati dan keterampilan sosial.
  • Meningkatkan kecakapan dan ketrampilan para mahasiswa khususnya sense of business.
  • Menumbuhkembangkan wirausaha-wirausaha baru yang berpendidikan tinggi
  • Menciptakan unit bisnis baru yang berbasis ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
  • Membangun jejaring bisnis antarpelaku bisnis, khususnya antara wirausaha pemula dan pengusaha yang sudah mapan.

Manfaat :

  • Bagi Mahasiswa : Memberikan kesempatan untuk terlibat langsung dengan kondisi dunia kerja guna meningkatkan soft skill nya. Memberikan kesempatan langsung untuk terlibat dalam kegiatan nyata di UKM guna mengasah jiwa wirausaha. Menumbuhkan jiwa bisnis (sense of business) sehingga memiliki keberanian untuk memulai usaha didukung dengan modal yang diberikan dan pendampingan secara terpadu.
  • Bagi UKM : Mempererat hubungan antara UKM dengan dunia kampus, Memberikan akses terhadap informasi dan teknologi yang dimiliki perguruan tinggi
  • Bagi Perguruan Tinggi : Meningkatkan kemampuan perguruan tinggi dalampengembangan pendidikan kewirausahaan, Mempererat hubungan antara dunia akademis dan dunia usaha, khususnya UKM, Membuka jalan bagi penyesuaian kurikulum yang dapat merespons tuntutan dunia usaha, Menghasilkan wirausahawirausaha muda pencipta lapangan kerja dan calon pengusaha sukses masa depan
06Aug/09

GELAR TEKNOLOGI TEPAT GUNA PROVINSI SUMATERA SELATAN KE-XI TAHUN 2009

Selasa 5 Mei 2009, Keikutsertaan Politeknik Negeri Sriwijaya dalam Gelar Teknologi Tepat Guna Provinsi sumatera Selatan Ke-XI di Martapura OKU Timur adalah bukti komitmen Politeknik Negeri Sriwijaya untuk terus berperan serta menunjang pembangunan di Sumatera Selatan yang didukung oleh penerapan dan pengembangan teknologi tepat guna sehingga lebih lanjut terjadi peningkatan kapasitas produksi dan nilai tambah produk secara ekomomi yang diikuti dengan meningkatnya pendapatan per kapita penduduk Sumatera Selatan.

Gelar TTG

Gelar TTG

Teknologi Tepat Guna (TTG) adalah teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dapat menjawab permasalahan masyarakat, tidak merusak lingkungan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara mudah, murah serta menghasilkan nilai tambah baik dari aspek ekonomi maupun lingkungan hidup.

Gelar TTG

Gelar TTG

Gubernur Sumatera Selatan Ir. H. Alex Nurdin didampingi Bupati/Walikota se-Sumatera Selatan membuka secara resmi Gelar TTG di Kabupaten OKU Timur yang dilaksanakan selama 3 hari (5-7 Mei 2009) di lapangan KONI Martapura. Dengan jumlah peserta sebanyak 34 yang terdiri dari 15 Pemerintah Daerah, 8 Balai Penelitian dan Perguruan Tinggi, 6 Departemen/Instansi Pemerintah ditambah dengan 5 dari group usaha.

Dengan diadakannya kegiatan ini, dihararapan dapat meningkatkan akses masyarakat dalam memperoleh informasi tentang teknologi tepat guna, serta dapat menstimulasi, mendorong dan memotivasi masyarakat dalam pemecahan masalah yang dihadapi dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi dan nilai tambah produk secara ekonomi.

Beberapa hasil rancang bangun Politeknik Negeri Sriwijaya yang dipamerkan pada Gelar Teknologi Tepat Guna tersebut adalah :

  • Teknik Sipil :
    • Miniatur Jembatan Rangka
    • Miniatur Jembatan Beton
    • Miniatur Bangun Bagi Irigasi Teknik
    • Miniatur Fly Over

  • Teknik Mesin
    • Mesin Pencacah Sampah Organik
    • Alat Pembuat Kripik Sanjai
    • Alat Penghancur Biji Jarak Pagar
    • Alat Esterifikasi Biodiesel Minyak Jarak
    • Motor Tenaga Listrik Roda Tiga
Gelar TTG

Gelar TTG

06Aug/09

Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2009

Setiap kali memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), kita akan mengenang seorang tokoh nasional yang sangat berjasa dalam pembangunan pendidikan nasional, yaitu Ki Hajar Dewantara. Pelopor pendidikan bagi bangsa Indonesia yang telah berjuang dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Semboyan beliau “Ing Ngarso Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani” yang mengandung arti “Di depan memberikan teladan, Di tengah-tengah membangkitkan semangat, Di belakang memberikan dorongan” sampai sekarang masih relevan dan terus dikumandangkan oleh seluruh generasi muda bangsa ini.

Hardiknas

Hardiknas

Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei bukan hanya untuk mengenang beliau, tetapi juga meneladani perjuangan beliau meletakkan dasar dasar pendidikan di Indonesia.

Tema Hardiknas tahun ini ialah “Pendidikan Sains, Teknologi dan Seni Menjamin Pembangunan Berkelanjutan dan Meningkatkan Daya Saing Bangsa”. Tema tersebut disampaikan dalam sambutan Menteri Pendidikan Nasional pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2009 yang dibacakan oleh Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya selaku Pembina Upacaradi Lapangan Upacara Politeknik Negeri Sriwijaya.

Dalam sambutan tersebut Menteri Pendidikan Nasional mengingatkan kepada kita semua tentang perubahan dan perkembangan serta kemajuan iptek serta teknologi informasi dan komunikasi yang menyebabkan persaingan antar bangsa semakin ketat dalam era globalisasi. Untuk menghadapi hal tersebut, tiada lain yang harus dilakukan kecuali dengan meningkatkan kemampuan, kemandirian, dan daya saing bangsa Indonesia melalui pendidikan untuk semua yang bermutu. Dengan hasil akhir Sumber Daya Manusia yang Unggul untuk memajukan Bangsa ini.

Hardiknas

Hardiknas

Upacara tersebut diikuti oleh seluruh sivitas akademika Politeknik Negeri Sriwijaya.