05Oct/10

WISUDA KE XXVI

POLSRI LANTIK 1.299 WISUDAWAN

Palembang Sumsel Post, Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) menggelar Wisuda ke XXVI Sabtu (2/10). Pada wisuda kali ini sebanyak 1.299 lulusan diwisuda berasal dari sembilan jurusan  yaitu jurusan Teknik Sipil sebanyak 148 wisudawan, Teknik Mesin 130 wisudawan Teknik Elektro Program Studi (prodi) Teknik Listrik 121 wisudawan, Teknik Elektro prodi Teknik Elektronika 83 wisudawan, Teknik Elektro prodi telekomunikasi 85 wisudawan, Teknik Kimia 108 wisudawan, Akuntansi 167 wisudawan, Administrasi Niaga 161 wisudawan, Teknik Komputer 83 wisudawan, Manajemen Informatika 155 wisudawan, dan Bahasa Inggris 58 wisudawan. Terdapat juga 15 orang wisudawan jurusan Teknik Sipil kelas kerja sama pendidikan antara Polsri dengan Pusat Pembinaan dan Teknik Konstruksi (Pusbiktek) Kementrian Pekerjaan Umum (PU) dan 37 orang wisudawan jurusan Teknik Elektro kelas kerjasama pendidikan antara Polsri dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel. Dengan diwisudanya 1.299 alumni maka sampai saat ini jumlah alumni Polsri sebanyak 17.117 orang.

Untuk lulusan terbaik diraih Abdurrahman Hafidz dengan IPK 3,92 dari jurusan Teknik Kimia, Rika Novita  Anggraini dengan IPK 3,89 dari jurusan Manajemen Informatika, Febrianti dengan IPK 3.88 dari jurusan Akuntansi, Yunita Kurnia Putri dengan IPK 3.84 dari Jurusan Administrasi Niaga, Erik Rahman dengan IPK 3,73 dari jurusan Teknik Listrik, Ikhasan Pratama Febri dengan IPK 3,64 dari jurusan Teknik Telekomunikasi, Raudho Sesilianda. W dengan IPK 3,54 dari jurusan Teknik Sipil, Erpan Ardian Fadjri dengan IPK 3,54 dari jurusan Teknik Elektronika, dan Karolisa dengan IPK 3,53 dari jurusan Teknik Komputer.

Sementara itu, Direktur Polsri RD Kusumanto dalam kata sambutannya, mengatakan pentingnya restrukturisasi Polsri dalam bentuk mutu layanan institusi meliputi bidang operasional berupa pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, intensitas kegiatan mahasiswa, dan layanan manajemen guna menjadikan Polsri sebagai institusi pendidikan yang akuntabel.

Selain itu Polsri berkomitmen mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak antara lain dengan pertamina – Talisman  Jambi Merang, dan Politeknik Manufaktur Bandung dalam penyelenggaraan program D IV Manufaktur.

Gubernur Sumsel yang diwakili Kepala Badan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Provinsi Sumsel Dr. H. Hamdan Mahyudin menyampaikan untuk tetap membangun pendidikan yang bermutu. Polsri sebagai Institusi pendidikan yang mempunyai moto 3 Tepat yakni tepat waktu, tepat ukuran dan tepat aturan diharapkan bisa menciptakan pola belajar yang konseptual sebagai upaya menciptakan alumni yang mampu memenangi persaingan dan menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

Hadir juga Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel yang di wakili Kepala Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Sumsel Drs. Syarial, MM, Ka. Poltabes Palembang AKBP Budi Cahyo Siswanto, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Palembang Drs. Riza Fahlevi, MM. (iin).

Sumber : Harian Semsel Post, Senin  04 Oktober 2010

29Sep/10

Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2011

Berdasar Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2010, Nomor KEP.110/MEN/VI/2010, Nomor SKB/07/M.PAN-RB/06/2010 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2011, berikut adalah daftar Hari Libur Nasional dan daftar Cuti Bersama Tahun 2011:

1. Hari Libur Nasional Tahun 2011

No.

Tanggal

Hari

Keterangan

1

1 Januari

Sabtu

Tahun Baru Masehi

2

3 Februari

Kamis

Tahun Baru Imlek 2562

3

15 Februari

Selasa

Maulid Nabi Muhammad SAW

4

5 Maret

Sabtu

Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1933

5

22 April

Jum’at

Wafat Yesus Kristus

6

17 Mei

Selasa

Hari Raya Waisak Tahun 2555

7

2 Juni

Kamis

Kenaikan Yesus Kristus

8

29 Juni

Rabu

Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

9

17 Agustus

Rabu

Hari Kemerdekaan RI

10

30-31 Agustus

Selasa – Rabu

Idul Fitri 1 dan 2 Syawal 1432 Hijriyah

11

6 November

Minggu

Idul Adha 1432 Hijriyah

12

27 November

Minggu

Tahun Baru 1433 Hijriyah

13

25 Desember

Minggu

Hari Raya Natal

2. Cuti Bersama Tahun 2011

No.

Tanggal

Hari

Keterangan

1

29 Agustus

Senin

Cuti Bersama Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriyah

2

1-2 September

Kamis – Jumat

Cuti Bersama Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriyah

3

26 Desember

Senin

Cuti Bersama Hari Raya Natal

Sumber: www.menpan.go.id

27Sep/10

SELAYANG PANDANG LOGO DIES NATALIS POLSRI KE 28

logo diesSecara selayang pandang logo dies natalis polsri terdiri atas 2 warna yang membentuk angka 28. Warna –warna tersebut melambangkan sinergitas antara Polsri dengan Pemerintah khususnya Pemerintah Sumatera Selatan untuk mengangkat citra daerah dan memberdayakan masyarakatnya. Sesuai dengan tema yang diangkat Dies Natalis Polsri kali ini yaitu “ Melalui Dies Natalis XXVIII Polsri Kita Optimalkan Kebersamaan untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan dalam menyongsong ISO 9001:2008 dan Sea Games 2011”,

Warna Biru pada angka 2 melambangkan profesionalisme dan loyalitas Polsri dalam bersikap, berpikir dan bertindak untuk mencapai tujuan. Warna biru juga berarti kepercayaan kepada Polsri sebagai lembaga pendidikan.

Warna merah pada angka 8 dipilih karena melambangkan semangat dan daya juang yang tinggi Polsri untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Warna merah juga dapat diartikan kehangatan, harmonisasi dari setiap energy yang timbul dapat dimanfaatkan untuk kemajuan Polsri.

Lengkungan-lengkungan yang hampir menyerupai bulan sabit menggambarkan fleksibilitas Polsri dalam menempuh proses mencapai tujuannya. Lengkungan tiga warna tersebut dapat juga diartikan sebagai simbol dari 3 Kelompok sivitas akademika yang ada di Polsri yaitu Mahasiswa, Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Dan dapat juga di artikan sebagai simbol perwujudan dari 3 strata organisasi yaitu Top Managenent, Midle Management dan Pelaksana. Sedangkan lengkungan dengan ujung yang menjadi satu tersebut dapat diartikan memangku/mengemban visi dan misi Polsri diusianya yang ke 28 tahun. Ketiga unsur  yang disebutkan di atas semuanya mempunyai peran untuk mengangkat Polsri menjadi yang terbaik.

Warna Putih yang melatari logo tersebut melambangkan Disiplin dalam mengemban tugas, Iklas dalam mengabdi yang dibalut dengan kerendahan hati dan kedewasaan.

Lingkaran dengan pancaran warna biru menandakan bahasa visual untuk energi. Dimana energi tersebut terus berputar, tidak pernah habis untuk terus berkiprah di Dunia Pendidikan.

Penyusun :

–          Wawan Sri Wahyudi

–          Hendriyanto

27Sep/10

PEMBEKALAN CALON ALUMNI POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG

Beri Motivasi, Siap Hadapi Dunia Kerja, Menjelang prosesi wisuda pada 2 Oktober mendatang, sebanyak 450 mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Palembang yang sudah menyelesaikan tugas akhir mendapat pembekalan yang disampaikan oleh alumni Polsri yang sudah sukses di dunia kerja. Diantaranya, H. Syarif Fasha, ST. Direktur PT Bina Konsindo Persada, Dr Eddy I skandar Advance EFT Trainer & Practitioner serta Ir Hogan Kusnadi MSC CISSP CISA Direktur PT Unipro.

Pembekalan ini penting dilaksanakan, sehingga lulusan yang baru dikeluarkan Polsri ini mampu menghadapi dunia kerja. Bukan itu saja, melalui motivasi dari alumni yang sudah sukses ini, dapat memberikan sugesti yang baik bagi lulusan baru, sehingga tidak mudah berputus asa dalam mencari pekerjaan.

Seperti yang diungkapkan salah seorang narasumber pembekalan calon alumni Polsri Palembang, H. Syarif Fasha, ST. Pria lulusan Polsri tahun 1990 ini menceritakan pengalaman pribadinya semasa mencari pekerjaan. Berkat keseriusannya dalam mendalami pekerjaan yang diperolehnya tersebut, kini pria yang juga menjabat  ketua umum Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia (GAPEKNAS) Prov Jambi, menjabat sebagai direktur PT Bina Konsindo Persada.

”Ada beberapa fase yang harus dilewati adik-adik dalam mencari pekerjaan, namun satu prinsip saya yang hingga kini saya pegang yakni adalah lebih baik menjadi pohon kecil daripada cabang pohon besar,”katanya kepada ratusan calon sarjana baru Polsri di aula Polsri Sabtu (25/9).

Adapun fase yang harus dilewati dari para calon sarjana baru ini yakni Memulai karir (bekerja sebagai bawahan), memulai usaha sendiri dan memimpin dan memajukan usaha. Seperti memulai karir, sebagai lulusan atau alumni baru kata Fasha  jangan dulu bermimipi untuk memimpin sebuah perusahaan. Pengalaman di dunia kerja menjadi modal dasar bagi sarjana baru.

”Untuk tahap awal ini jangan memilih pekerjaan walaupun hanya pekerjaan kecil, bersedia ditempatkan dimana saja serta pandai melihat peluang. Tawaran bekerja ditempat yang jauh tetapi dengan kemungkinan peningkatan karir yang lebih menjanjikan harus diambil, meskipun dengan resiko yang tinggi , ”ucapnya.

Kemudian fase memulai usaha sendiri, menurutnya seorang tenaga kerja harus jeli membaca situasi, kemudian berani menanggung resiko dan membina hubungan baik dengan relasi, menjaga kepercayaan relasi dan rekan kerja, diversifikasi usaha, memperluas lingkungan pergaulan dan pengembangan diri dengan organisasi  baik profesi maupun kemasyarakatan.

”Kita juga harus memanfaatkan jasa penunjang lainnya untuk pengembangan usaha, kemudian selalu memperbaiki kualitas diri dengan terus belajar, baik melalui pendidikan formal maupun informal,”jelasnya.

Dan terakhir fase memimpin dan memajukan usaha. Pada fase ini yang harus diperhatikan yakni pendelegasian wewenang dan tanggung jawab terhadap bawahan, berbagi ilmu terhadap karyawan, membina dan menganggap karyawan sebagai aset perusahaan, tegas dan disiplin, memapankan usaha yang ada dan memperbaiki manajemen perusahaan.

”Saya ada kiat sukses meniti karir yakni berani, disiplin waktu, bertanggung jawab terhadap pekerjaan atau tugas, bertanggung jawab terhadap atasan, membina hubungan dengan rekan kerja, mengayomi bawahan, pandai membaca situasi dan peluang, jujur, tegas, setia terhadap profesi dan pilihan berkarir serta ikhlas dalam berusaha, berserah diri dan berdoa,”ujarnya.

Sementara itu narasumber yang lain Dr. Eddy Iskandar lebih pada kepribadian seseorang. Menurutnya dalam membangun kekuatan kepribadian harus memikirkan pikiran sendiri, memikirkan cara berpikir, memikirkan kemampuan berpikir dan bagaimana harusnya berpikir.

”Berawal dari kualitas pikiran, kualitas kepribadian dan kualitas kehidupan. Perbaikan ketiga elemen itu akan membuat hidup lebih teratur dan tentunya kualitas diri akan terbangun,”katanya.

Bahkan kesialan tersebut merupakan sugesti yang ada dalam diri, karena itu kesialan dapat diubah menjadi keberuntungan jika senantiasa memandang arti positif kesialan, kemudian yakin bahwa kesialan apapun dalam hidup pada akhirnya pasti demi kebaikan sendiri, tidak berlama-lama memikirkan kesialan serta melakukan langkah konstufktif untuk mencegah lebih banyak kesialan dimasa yang akan datang.

”Pola pikir juga senantiasa harus berharap pada nasib yang baik dengan mengharapkan masa depan membantu memenuhi impian dan ambisi berusaha meraih tujuan walaupun peluang sangat kecil dan gigih menghadapi kegagalan serta berinteraksi dengan orang lain  yang beruntung dan sukses, ”ucapnya.

Selain acara pembekalan calon alumni, ada beberapa acara lainnya yang tidak kalah pentingnya yaitu Penandatanganan MoU antara Politeknik Negeri Sriwijaya dengan IKA Polsri. Setelah itu langsung dilanjutkan dengan penyerahan bantuan peralatan praktek mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dari PT. Komatsu yang diserahkan secara simbolis oleh Bpk. Puryadi (Alumni Polsri) kepada Ketua Jurusan Teknik Mesin.

(Sumber: Palembang Ekspres, 27 September 2010)