Pengumuman Nomor 2518/PL6.3.1/PU/2020 ( Libur 27 April 2020 –29 Mei 2020…)

PENGUMUMAN
Nomor 2518/PL6.3.1/PU/2020

Berdasarkan hasil Rapat Pimpinan tanggal 3 April 2020 tentang kegiatan
Perkuliahan/Pembelajaran selama kondisi dan eskalasi wabah Corona Virus Desease (COVID-19) diputuskan:

  1. Bahwa kegiatan Perkuliahan/Pembelajaran Daring diliburkan sejak tanggal 27 April 2020 sampai dengan 29 Mei 2020, masuk kembali pada hari Selasa tanggal 2 Juni 2020.
  2. Khusus kegiatan Perkuliahan/Pembelajaran KJP II pada hari Kamis, Jum’at dan Sabtu (tanggal 23 sampai dengan 25 April 2020) dimana pada hari dan tanggal tersebut Sholat Tarawih di Bulan Ramadhan tahun 1441 H telah berlangsung, maka Perkuliahan/Pembelajaran dijadwalkan secara fleksibel mulai pukul 07 .00 sampai dengan pukul 22.00 WIB sesuai komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa.

Demikian pengumuman ini, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Lampiran Pengumuman

SURAT EDARAN Nomor : 4/PL6/SE/2020 Tentang Perpanjangan Penyesuaian Sistem Kerja Di Lingkungan Politeknik Negeri Sriwijaya Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19

SURAT EDARAN
Nomor : 4/PL6/SE/2020

Tentang
Perpanjangan Penyesuaian Sistem Kerja
Di Lingkungan Politeknik Negeri Sriwijaya
Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19

Yth : Para Pimpinan, Dasen, dan Tenaga Kependidikan di lingkungan Politeknik Negeri Sriwijaya

Sebagai tindak lanjut Surat Edaran Kemendikbud Nomor 36604/A3/KP/2020 tanggal 15 Maret 2020 dan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Nomor 36603A/A.A5/0T/2020 tanggal 15 Maret 2020 tentang Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: 50 tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: 19 tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID -19 di Lingkungan lnstansi Pemerintah, Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: 51 tahun 2020 tentang Penetapan Jam Kerja Pada Bulan Ramadhan 1441 Hijriah bagi Aparatur Sipil Negara di Lingkungan lnstansi Pemerintah, dan Surat Edaran Direktur Nomor: 2/PL6/SE/2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja di Lingkungan Politeknik Negeri Sriwijayp dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19, dengan ini Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya menetapkan beberapa hal sebagai berikut:

A. Sistem Kerja Pelaksanaan Tugas Tri Dharma Dosen:

  1. Pelaksanaan Tri Dharma (pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) dilakukan dengan cara daring dari tempat tinggal masing-masing;
  2. Audit pelaksanaan pembelajaran melalui LMS dan medsos dilaksanakan oleh Jurusan dibantu oleh Ketua Program
    Studi masing-masing;
  3. Dosen tidak perlu melakukan absensi elektronik (finger print) di kampus. Persensi kegiatan pembelajaran menjadi dasar perhitungan presensi kehadiran;
  4. Jika kegiatan pembelajaran libur maka dosen harus mengakses LMS untuk memasukkan dan/atau memperbaharui
    materi bahan ajar, karena akses LMS menjadi dasar perhitungan presensi kehadiran.

B. Sistem Kerja Pelaksanaan Tugas Pejabat Struktural dan Tenaga Kependidikan:
1 . Aktivitas di lingkungan Politeknik Negeri Sriwijaya akan menggunakan sistem piket dengan tujuan mengurangi interaksi, kontak langsung, dan penyebaran Virus Covid-19.

  1. Si stem pike! yang dimaksud pad a butir (1) berlaku di semua unit (Jurusan, Program Magister Tera pan, Bagian,
    Subbagian, Pusat, Unit, dan UPT) dan wajib dilaksanakan, serta diatur oleh pimpinan masing-masing.
  2. Sistem piket wajib dilaksanakan agar pelayanan kedinasan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
  3. Tenaga kependidikan yang sedang I tidak bertugas piket, WAJIB mengerjakan tugas kantor di rumah dengan menyampaikan laporan kerja harian kepada pimpinan masing-masing sebagai pengganti presensi harian (Format laporan kerja harian terlampir).
  4. Unsur Pimpinan (Direktur, Pembantu Direktur, Kepala Bagian, Kepala Subbagian, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan,
    Ketua Program Studi, Kepala Laboratorium, Kepala Unit/Pusat/UPT dan para Kepala Urusan) dapat hadir setiap hari
    ‘atau sistem piket. :
  5. Setiap personil yang bertugas atau melakukan aktivitas:
    a) Menjalankan aktivitas dengan mengedepankan kehati-hatian;
    b) Selalu menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan pakai sabun atau disinfektan (di tempat yang telah
    disediakan) sebelum dan sesudah melaksanakan aktivitas;
    c) Menjaga working distance (jarak kerja) antar personil;
    d) Pejabat Struktural dan Tenaga Kependidikan dengan kondisi badan tidak sehat tidak perlu bertugas dan segera memeriksakan kesehatan.
  6. Jam kerja pada bulan Ramadhan 1441 Hijriah:
    a) Hari Senin s/d Kamis dimulai pukul 08.00 s.d. 15 . 00 WIB;
    b) Hari Jum’at dimulai pukul 08.00 s.d. 15.30 WIB.
  7. Absensi dilakukan secara manual di Jurusan I Bagian I Pusat I Unit I UPT sebagai pengganti Absensi Elektronik
    (Finger Print) dan divalidasi oleh pimpinan masing-masing.
    Penyesuaian sistem kerja ini berlaku terhitung mulai tanggal 24 April 2020 s.d. 1 3 Mei 2020, dengan ketentuan akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan selanjutnya,

Demikian edaran ini dibuat untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Lampiran Surat Edaran Nomor 4/PL6/SE/2020

Polsri Sumbangkan 1000 Pcs APD Ke Pemerinta Provinsi Sum-Sel

Kamis/16/20, Dalam rangka upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19, Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) konsisten dalam upaya tindakan pencegahan dengan cara memproduksi  face shield untuk para medis yang berada di garda terdepan tidakkan penanganan pencegahan penyebaran Virus Corona.

Keberlanjutan produksi face shield sebagai APD bagi tenaga medis untuk melindungi bagian muka dari droplet pada penanganan pandemi Covid-19 yang telah dimulai beberapa waktu yang lalu secara sukarela oleh 15 orang mahasiswa Jurusan Teknik Mesin sampai saat ini telah didistribusikan lebih dari 3500 Psc ke Rumah Sakit/Puskesmas/Klinik yang berada di wilayah Sumatera Selatan, bahkan ada pula permintaan dari luar Sumatera Selatan seperti  provinsi Lampung (berdasarkan surat permintaan bantuan dan dikirimkan melalui kurir jasa pengiriman). Semua kegiatan mahasiswa tersebut dilakukan secara sukarela dan diberikan secara gratis, walaupun demikian kegiatan pembelajaran secara daring tetap mereka laksanakan, hal tersebut mereka lakukan sebagai salah satu bentuk dharma pengabdian kepada masyarakat.

Ketua HMJ Teknik mesin yang juga ikut terlibat dalam produksi face shield mengatakan bahwa mereka senang dapat berkontribusi membantu masyarakat dalam upaya tindakan pencegahan wabah virus Covid-19 yang menjadi bencana yang melanda di setiap Negara di dunia. Proses produksi face shield oleh mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Polsri akan dihentikan semesntara mulai tanggal 17 Aril mengingat izin penggunaan laboratorium telah habis pada tanggal tersebut, proses produksi yang dimulai 3 pekan yang lalu akan di evaluasi dan penyusunan pelaporan ujarnya. Sebelum berakhir masa produksi face shield para mahasiswa menyerahkan bantuan sebanyak 1000 pcs face shield  hasil produksi mereka diserahkan kepada Pemerintah Provisi Sumatera Selatan setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk dapat dibagikan kepada Rumah Sakit yang membutuhkan dalam penanganan pandemi Covid-19. Pemberian bantuan secara simbolis dilakukan oleh Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin didampingi Direktur Polsri Dr. Ing. Ahmad Taqwa, M,T.  kepada Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru. Turut serta dalam penyerahan bantuan face shield tersebut Ketua Jurusan Teknik Mesin dan para Dosen Pembimbing. Herman Deru mengucapkan terimakasih kepada Polsri terhusus kepada para Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dan Team yang telah berkonstribusi dalam upaya tindakan pencegehan dengan memproduksi face shield ini sangat membantu sekali buat team medis di Sum-Sel ujarnya.

Serah terima face shield

Mahasiswa Polsri Membuat Face Shield Untuk Tenaga Kesehatan

Perjuangan tenaga medis di Indonesia dalam merawat pasien positif virus corona maupun menangani pasien yang telah memiliki gejalanya semakin terasa berat dengan kurangnya Alat Pelindung Diri (APD). Salah satu APD yang vital ada pelindung wajah (face shield). Melihat kondisi tersebut, muncul inisiatif dari mahasiswa Polsri, khususnya mahasiswa Teknik Mesin untuk membuat face shield, yang dapat membantu para tenaga medis.

Pembuatan face shield dilakukan oleh 15 orang mahasiswa Teknik Mesin Polsri yang tergabung dalam kelompok studi mahasiswa TP3D (Toke Pempek 3 Dimensi) di bawah naungan HMJ Teknik Mesin POLSRI. Pada proses produksi, mereka diawasi dan dibimbing oleh Dosen Jurusan Teknik Mesin serta mendapat dukungan dari Alumni Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sriwijaya.

Dana pembuatan face shield berasal dari donasi civitas akademika POLSRI, alumni, juga dana csr dari beberapa perusahaan. Pembuatan yang dilakukan memanfaatkan teknologi CNC membantu mahasiswa memproduksi lebih dari 200 face shield sehari. Face shield yang sudah diproduksi disalurkan ke beberapa puskesmas dan rumah sakit baik di kota Palembang maupun Kabupaten yang ada di Sumatera Selatan. Termasuk dalam rencana ke depannya, pelindung wajah tersebut juga akan disalurkan ke luar Propinsi Sumatera Selatan, diantaranya Bengkulu, Lampung dan Sumatera Barat.

Sumber: UKM-WPS