Cek Penggunaan Narkoba, Mahasiswa Polsri akan di Tes Urine

SRIJAYA Negara. Penyalahgunaan Narkoba di kalangan remaja menjadi permasalahan yang hingga kini belum tuntas.  Dari seluruh jumlah masyarakat Indonesia, rupanya ada 1,9 % masyarkat yang menggunakan obat terlarang ini.  Dan ternyata, factor lingkungan yang mendominasi penggunaan obat ini, jika dipersentasekan ada 86,67 % remaja yang menggunakan narkoba karena pengaruh lingkungan.

Hal itu dungkapkan M Fauzan Bidang Dokkes Polda Sumsel saat mensosialisasikan bahaya narkoba kepada ratusan mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya di aula KPA.  Mendapat peringat pertama penggunaan narkoba di kalangan remaja sebesar 86,67 %. Kemudian faktor coba-coba sebesar 74,15 %, faktor pola asuh otoriter sebesar 70,00 %, faktor teman sebaya sebesar 51,14 %.

Biasanya remaja yang menggunakan narkoba secara berkelompok dengan menggunakan jarum suntik secara bersama-sama, tentu saja ini sangat berbahaya, “bebernya”.

Bahkan maraknya penggunaan narkoba ini menjadi bisnis yang menggiurkan, bukan saja di Indonesia, bahkan bisnis narkoba ini sudah memiliki jaringan Internasional.  Beberapa modus operandi yang sudah terungkap dalam jaringan Internasional ini seperti dengan menggunakan sebuah media, bahkan ada juga yang diaplikasikan didalam tubuh.

Berbagai pola dilakukan dalam penyebaran narkoba ini, seperti menggunakan media contohnya meletakkan narkoba di tempat sesuatu, dan sudah ada beberapa modus terungkap saat sampai di bandara.  Memang untuk memutuskan jaringan narkoba ini harus kita bekali pengetahuan dikalangan remaja, karena pada masa tersebut sangat rawan dalam menggunakan obat terlarang ini, “kata Fauzan”.

Dalam kesempatan yang sama, Firdaus ST MT Pembantu Direktur 1 Polsri mengatakan, penyuluhan tentang narkoba dikhususkan bagi mahasiswa Polsri yang baru.  Sosialisasi ini sendiri baru pertama kali dilaksanakan di Polsri.  Sehingga dengan pemahaman mengenai narkoba, akan menjadi benteng dalam penggunaan obat narkoba ini.

“Sosialisasi ini juga sebagai dukungan kita terhadap program pemerintah, sehingga bidang akademi juga berperan dalam membentengi penggunaaan narkoba ini, sehingga seorang mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik juga memiliki jiwa yang bersih bebas dari penggunaan narkoba, “jelasnya”.

Masih kata Firdaus, sosialisasi ini baru tahap pertama, dalam waktu yang tidak ditentukan pihaknya juga akan melakukan tes urine kapada mahasiswa ini.  Jika terbukti mahasiswanya positif menggunakan narkoba pihaknya melalui Dokkes polda sumsel akan melalukan pembinaan, namun jika dikemudian hari tetap menggunakan obat ini, maka pihaknya kan menyerahkan kepada keluarganya.

“Rencanannya test urine yang akan kita lalukan nantinya dilakukan secara bertahap khusus bagi yang positif, jika masih terbukti mengguunakan obat terlarang ini maka dengan terpaksa kita akan menyerahkan kepada orang tuanya. “kata Firdaus”.

Sumber : Harian Palembang Ekspres tanggal 25 Oktober 2010