PENDIDIKAN VOKASI LEBIH DIBUTUHKAN
Penulis : cnet on Feb 23, 2010
Sesuai dengan Visinya, Politeknik Negeri Sriwijaya merupakan penyelenggara Pendidikan vokasi lebih menekankan pada pendidikan yang menyesuaikan dengan permintaan pasar kerja. Kebersambungan (link & match) antara pengguna lulusan de-ngan Politeknik Negeri Sriwijaya menjadi dasar penyelenggaraan dan ukuran keberhasilan pendidikan vokasi. Keberhasilan pe-nyelenggaraan pendidikan dapat dilihat dari tingkat mutu dan relevansi yaitu jumlah penyerapan lulusan dan kesesuaian bidang pekerjaan dengan bidang keahlian yang dipilih dan ditekuninya.
Dalam satu tahun tidak kurang dari 20 perusahaan swasta maupun BUMN/BUMD datang dan merekrut lulusan terbaik Polsri serta beberapa diantaranya merekrut mahasiswa yang akan lulus. Untuk tahun 2009, sampai dengan bulan September sebanyak 11 perusahaan telah melaksanakan perekrutan baik alumni Polsri maupun calon alumni. Salah satunya adalah Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN) yang merekrut mahasiswa tingkat akhir yang belum memperoleh ijazah D-III (fresh graduated). Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya, RD. Kusumanto, ST, MM, mengatakan walaupun belum memperoleh ijazah, mereka yang melamar adalah mahasiswa pilihan. Kriterianya, mereka wajib masuk pada peringkat 10 besar di program studinya masing-masing dan memiliki IPK minimal 3,00. Ditambahkan pula bahwa kerjasama dengan BTPN Sumbagsel ini terjalin sejak dua tahun lalu, sedangkan rekrutmen pegawai BTPN khusus mahasiswa dan alumni Polsri telah dilaksanakan empat kali, dengan jumlah pegawai yang diterima terus meningkat. Sementara itu Regional Leader Wilayah BTPN Mitra Usaha Rakyat Sumbagsel, Erwanto Yusuf mengatakan bahwa selama ini kinerja Alumni Polsri yang bekerja di Bank BTPN sangat memuaskan dan mempunyai prestasi kerja yang bagus.
Gambaran di atas merupakan gambaran yang sesungguhnya dimana setiap perusahaan jasa maupun industri sangat membutuhkan tenaga-tenaga terampil yang berkualitas yang dihasilkan oleh Politeknik, khususnya Politeknik Negeri Sriwijaya. Bagi Industri, kualitas tenaga terampil yang terlibat langsung dalam proses produksi sangat menentukan tingkat mutu dan biaya produksi. Persaingan industri dan perdagangan yang selalu mengacu pada enam faktor penentu, yaitu : harga, mutu, disain (selera), waktu pemasokan (delivery time), pemasaran dan layanan (services). Dan tingkat kemampuan enam faktor persaingan tersebut ditentukan oleh kualitas SDM yang berperan dalam proses produksi dan pemasarannya. Hal ini juga memunculkan sinyalemen struktur ketenagakerjaan yang cenderung berbentuk piramida dimana kebutuhan tenaga terampil tingkat menengah selalu lebih banyak.
Ini yang harus disadari oleh masyarakat yang masih memandang Sarjana sebagai gengsi. Dengan melihat kondisi ekonomi bangsa saat ini yang belum stabil serta berdampak pada me-nyempitnya lowongan pekerjaan, pendidikan Politeknik dipandang jauh lebih menjanjikan dan lebih banyak dibutuhkan di pasar kerja. Tiga manfaat utama Pendidikan vokasi adalah :
1. Bagi peserta didik, selain meningkatkan kuallitas diri juga peningkatan peluang mendapatkan pekerjaan, peningkatan peluang berwirausaha, peningkatan penghasilan, penyiapan bekal pendidikan lebih lanjut.
2. Bagi dunia kerja, dapat memperoleh tenaga kerja berkualitas tinggi, meringankan biaya usaha, membantu memajukan dan mengembangkan usaha.
3. Bagi Negara, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan produktifitas nasional, meningkatkan penghasilan negara dan mengurangi pengangguran.
(w2n)
Sumber : Humas Politeknik Negeri Sriwijaya
Delicous
Digg
StumbleUpon
Facebook