SEMINAR NASIONAL ENERGY BARU DAN TERBARUKAN

Saat ini, Indonesia bahkan dunia masih sepenuhnya bergantung pada bahan bakar fosil. Padahal bahan bakar fosil ini ‘berkontribusi’ terhadap pemanasan global yang memicu terjadinya perubahan iklim di dunia. Selain itu bahan bakar fosil jelas merupakan energi yang tidak bisa dibarukan dan lambat laun akan habis terpakai.
Sementara, sumber-sumber energi terbarukan banyak terdapat di Indonesia tetapi belum termanfaatkan secara optimal dan lebih cenderung sebagai energy alternatif. Seperti misalnya Sinar Matahari, Hydrogen, Air, Angin. Sebagai Negara yang wilayahnya berada pada garis katulistiwa, sumber – sumber energy terbarukan sangatlah melimpah.
Mengingat Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan sumber-sumber energy baik dari fosil maupun energy terbarukan. Maka, Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) mendukung dan ikut berperan serta dalam mengembangkan dan memanfaatkan energy terbarukan untuk kesejahteraan masyarakat. Hal ini, sejalan dengan hasil forum Gubernur se Sumatera untuk menjadikan Politeknik Negeri Sriwijaya sebagai Center of Excellent. (penyelenggara program studi unggulan) bidang Energi.
Polsri melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Elektro pada tanggal 16 s.d 17 Maret 2011 menyelenggarakan “Seminar Energi Terbaru dan Terbarukan” dengan tema “Bangkit Bersama Membangun Energi yang Efektif dari Kecerdasan Anak Bangsa” bertempat di Auditorium Gedung Pendidikan. Seminar ini dilaksanakan selama satu hari dan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan pembangkit listrik tenaga surya.
Panitia seminar mengundang Prof. Hanshik Chung dari Gyeongsang National University, s. Korea dan Dr. Ing. Oo Abdul Rosyid, Msc. dari Balai Besar Teknologi Energi sebagai key note speaker. Diharapkan dari seminar tersebut akan diperoleh konsep dan arahan realisasi secara jelas dan sistematis bagi para peserta untuk dapat menerapkan konsep energi terbarukan di masyarakat. (w2n)