Dosen, Tendik dan Mahasiswa Baru Polsri Tes Narkoba

Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) setiap tahun melakukan tes narkoba bagi mahasiswa baru, namun tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena tes Narkoba tahun ini tidak hanya mahasiswa baru tetapi Dosen dan tenaga kependidikan juga dilakukan tes narkoba proses pengambilan sample urin terhadap mahasiswa tetap berpedoman pada protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan tujuan agar di kampus Polsri bebas narkoba dan tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19, pelaksanaan tes ini polsri bekerja sama dengan Polda Sumsel dan Rumah Sakit Bayangkara Palembang. Tes yang dilakukan pada tanggal 2 – 4 Desember 2020 ini sebanyak 2845 mahasiswa baru, 212 orang tenaga kependidikan dan 382 orang dosen. Tes narkoba ini dibagi dalam beberapa posko hari pertama Posko Gedung Kuliah 1, Gedung Kuliah 2, Gedung kuliah 5 dan gedung Pendidikan. Hari kedua posko gedung kuliah 3, gedung kuliah 4, gedung kuliah 6 dan Gedung KPA. Hari ketiga Posko gedung kuliah 6. Sedangkan untuk tes Narkoba bagi Dosen dan tenaga kependidikan pada hari ke empat tanggal 4 Desember 2020 di Posko Graha Pendidikan Polsri.

Pembantu Direktur 3 Ahmad Zamheri mengatakan, jika mahasiswa dinyatakan positif pengguna narkoba maka orang tua/wali mahasiswa tersebut akan dipanggil secara resmi dan di beri waktu lebih kurang 3 bulan untuk pembinaan, kemudian dilakukan tes ulang yang jadwalnya ditentukan oleh Polsri, jika mahasiswa tersebut masih dinyatakan positif maka akan di keluarkan dari kampus Polsri.

Pada saat tes jika ada mahasiswa yang tidak hadir/izin yang bersangkutan wajib mengikuti tes susulan yang dilakukan di rumah sakit Bayangkara Palembang dengan biaya tes dibebankan pada mahasiswa yang bersangkutan. Tes narkoba yang dilakukan oleh pihak kampus wajib diikuti oleh setiap mahasiswa baru supaya dilingkungan kampus Polsri bebas dari Narkoba.