Polsri Selenggarakan FGD Program Assesmen Keselarasan Kurikulum dengan IDUKA

Kamis, 12 Nopember 2020. Telah dilaksanakan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Program Assesmen Kurikulum dengan Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA) Program Studi Sarjana Terapan Politeknik Negeri Sriwijaya (Pilsri) di hotel exelton Palembang. Pada kesempatan ini FGD diikuti oleh beberapa IDUKA antara lain:  PT. Aplikanusa Lintasarta, Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Kelas 1, PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk, PT. Pupuk Sriwijaya, PT. Icon+ Palembang dan PT. Smartfren Telecom. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh wakil Direktur IV bidang kerjasama Drs. Zakaria, M.Pd, Tujuan penyelenggaraan kegiatan ini untuk mengevaluasi kurikulum Prodi  Teknik Telekomunikasi yang selaras dengan kebutuhan industri. Penyelarasan kurikum yang mengharapkan masukan – masukan dari pihak industri untuk mendorong mutu pendidikan vokasi seiring dengan perkembangan teknologi yang setiap waktu terus berkembang.

Dalam kegiatan ini setiap IDUKA memberikan pandangan terkait kurikulum yang sedang dijalankan sat ini dan memberikan masukannya dengan kondisi perkembangan teknologi di dunia industry terutama dibidang telekomunikasi. Kegiatan FGD ini di ikuti olehPT. Pupuk Sriwijaya, Fred Manuel, S.T menyampaikan bagaimana konfigurasi sistem radio yang diimplementasikan, model konfigurasi radio security dan safety khususnya digital device yang dikembangkan terkait keamanan data, piranti pendukung yang digunakan dalam komunikasi serta topologi komunikasi kontrol. Eka Wisnu Wardhana menyampaikan juga tanggapannya bahwa beberapa mata kuliah di prodi Teknik Telekomunikasi yang sangat relevan dan sangat dibutuhkan dengan industri antara lain Komunikasi Radio, Komunikasi Optik, Komunikasi Data, Teknologi Jaringan dan Komunikasi, Keamanan Jaringan dan Telekomunikasi

Bertha Andriyaty, selaku Manager Data Manajemen PT. Telkom Indonesia, Tbk menyampaikan dimana 60% Attitude dan 40% Skill adalah yang dibutuhkan di perusahaan khususnya PT. Telkom. Sementara terkait kurikulum masukannya antara lain dengan meng-upgrade Bahasa Inggris (TOEFL, TOEIC, IELTS), KKK (Work Safety and Labor Law), Teknik Saluran Transmisi dengan memahami backbone yang merupakan kunci dalam dunia transmisi, Komunikasi Optik, Etika Profesi, Sistem berbasis Internet of Things. Bertha menambahkan communication skill dapat diimplementasikan dalam struktur kurikulum, terkait tren hari ini yang dibutuhkan adalah kolaborasi dan communication skill merupakan kuncinya.

Saudi, S.T., MM yang merupakan representasi dari Balai Monitoring Spektrum Palembang yang berfokus mengawal Undang-undang terkait spektrum frekuensi radio. Dalam kaitanya dengan kurikulum Saudi diperlukan mata kuliah Manajemen Spektrum Frekuensi Radio maupun regulasi frekuensi radio; pendalaman alat ukur dan pengukuran frekuensi dengan tidak hanya 1 sinyal yang masuk, namun studi kasus di lapangan dengan frekuensi yang termodulasi.

Sopian sebagai dosen Teknik Telekomunikasi menyampaikan harapannya dengan adanya kegiatan ini program studi semakin memahami gap yang terjadi antara kebutuhan IDUKA dengan kurikulum yang ada di Program studi teknik telekomunikasi. Sehingga kurikulum dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan industri.