Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019

Polsri. 11/11/2019. Polsri melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Pahlawan di lapangan Polsri dengan tema “Aku Pahlawan Masa Kini”

“Tema hari pahlawan saat ini adalah ‘Aku Pahlawan Masa Kini’, oleh karena itu bagaimana seorang pemuda dan seluruh unsur generasi muda dan juga seluruh elemen bangsa itu bisa menjadi pahlawan masa kini.

Tidak hanya anak muda, perjuangan masa kini harus dilakukan semua elemen masyarakat untuk melakukan yang terbaik bagi nusa dan bangsa. Hal itu juga yang menjadi landasan semua instansi negara melakukan upacara peringatan Hari Pahlawan

“Marilah kita jiwai nilai-nilai kepahlawanan itu dengan melakukan sesuatu yang positif untuk bangsa dan negara. Itu esensi dari ‘Aku Pahlawan Masa Kini’, jadi tidak lagi berjuang dengan senjata, tetapi mendorong dirinya untuk melakukan sesuatu yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Pada peringatan Hari Pahlawan 2019 kali ini, salah satu yang harus selalu diingat adalah tentang pidato Bung Tomo dengan pekik heroiknya, ‘Merdeka atau Mati!’

Pidato Bung Tomo itu sukses membakar semangat pejuang Indonesia, khususnya di Kota Surabaya saat itu dalam pertempuran yang kini dikenal sebagai Hari Pahlawan, 10 November.

Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada 10 November diperingati untuk mengenang jasa mereka yang telah berjuang memperebutkan kemerdekaan Indonesia.

Bung Tomo yang merupakan pahlawan Nasional membakar semangat para pejuang kala itu.

Suaranya yang lantang menjadi ciri khas dari Bung Tomo.

Saat pertempuran terjadi di Surabaya, Bung Tomo membacakan pidatonya melalui radio.

Bismillahirrahmanirrahim
Merdeka!!!

Saoedara-saoedara ra’jat djelata di seloeroeh Indonesia,
teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja
Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea.
Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.

Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.

Saoedara-saoedara,
didalam pertempoeran-pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah menundjukkan bahwa
ra’jat Indonesia di Soerabaja
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,
pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,
pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli & seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,

didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan pasoekan-pasoekan ra’jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng,
telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,
telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana

Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedara
Dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnja ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran.
Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah koeat sekarang inilah keadaannja.

Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.
Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin mendengarkan djawaban ra’jat Indonesia,
ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini
Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,
ini djawaban ra’jat Soerabaja
ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian

Hai tentara Inggris!,
kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek kepadamoe,
menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe,
kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari djepang oentoek diserahkan kepadamoe

Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada,
Tetapi inilah djawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih,
maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!

Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja,
siaplah keadaan genting
tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,
baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.

Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.
Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.
Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.

Dan kita jakin, saoedara-saoedara,
pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita
sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar
pertjajalah saoedara-saoedara,
Toehan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!

(banjarmasinpost.co.id)

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Jelang Hari Pahlawan 10 November 2019, Ini Isi Pidato Lengkap Bung Tomo ‘Merdeka atau Mati’