3080 Peserta Ikuti pengenalan SISDIKTI bagi mahasiswa baru tahun 2019

Polsri. 5/8/2019. Pada tahun 2019 ini peserta yang mengikuti pengenalan Sistem Pendidikan Tinggi (SISDIKTI) mahasiswa baru sebanyak 3080 peserta. Acara juga dihadiri oleh Direktur Polsri, Pangdam II/Swj Mayjen TNI, Ketua senat,  Pembantu Direktur I, Pembantu Direktur II, Pembantu Direktur III, Pembantu Direktur IV dan anggota senat. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 5 Agustus – 8 Agustus 2019 dengan menghadirkan pembicara dari berbagai stake holder dari Instansi Pemerintah dan perusahaan.

Direktur Polsri Dr. Ing. Ahmad Taqwa menyampaikan dalam sambutannya kegiatan ini dengan materi pengenalan sistem Pendidikan tinggi . Materi-materi ini diberikan untuk meningkatkan wawasan calon mahasiswa sebelum memasuki proses perkuliahan dikampus.

Pangdam II/ Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan, S.IP., M.Hum memberikan ceramah dengan judul “Menciptakan Pemimpin Muda yang dibekali wawasan kebangsaan, disiplin, inovatif dan inspiratif.”. Kegiatan ini masih menjadi bagian DIksarlin dimana tujuan penyelenggaraan Diksarlin adalah untuk membentuk pribadi yang berdisiplin, loyal dan bertanggungjawab serta mempersiapkan mental dan fisik Mahasiswa baru  dalam  menghadapi  proses pembelajaran.

Melalui Diksarlin ini, menurut Pangdam II/Sriwijaya juga diharapkan akan mampu membangun sikap jiwa korsa, kesetiakawanan, solidaritas serta tumbuhnya semangat  kebangsaan, cinta tanah air dan sikap bela Negara dalam diri Mahasiswa baru sebagai Generasi Muda penerus bangsa. 

Pada bagian lain amanatnya, Mayjen TNI Irwan berpesan kepada para Mahasiswa baru untuk lebih giat belajar dan menyiapkan diri, sehingga di masa mendatang akan dapat menjadi kader-kader pemimpin yang berdisiplin, bermoral dan berwawasan kebangsaan.  “Kalian semua adalah calon pemimpin, jadilah pemimpin yang berwawasan kebangsaan.

Sekarang dan ke depan, kita membutuhkan pemimpin-pemimpin yang berwawasan kebangsaan yang harus disiapkan sedini mungkin, dan merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan untuk menjawab persoalan-persoalan bangsa”.