FORUM IN RESEARCH, SCIENCE AND TECHNOLOGY (FIRST) 2018

Palembang, 30 Oktober 2018, Dalam rangka Dies Natalis Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) yang ke 36 diisi dengan seminar Internasional ke-2 yaitu FIRST 2018 (Forum in Research, Science, and Technology 2018). Acara dilaksanakan di Hotel Horison Palembang. Acara berlangsung tanggal 30-31 Oktober 2018.

Konferensi internasional FORUM IN RESEARCH, SCIENCE AND TECHNOLOGY (FIRST) 2018 ini diarahkan sebagai forum tukar menukar ide antara para peneliti, akademisi, pelaku bisnis dan pihak pemerintah.

Dalam acara seminar ini dibuka oleh Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel. Adapun pembicara utama lainnya adalah Prof. Werner Rammensee dari Cologne University (Germany), Assoc. Prof. Dr. Augustus E dari University of Sunderland, (United Kingdom) dari , Prof. Erry Yulian Triblas A dari International Islamic University (Malaysia), Prof. Badri Munir Sukoco, SE., MBA., Ph.D dari Universitas Airlangga Indonesia.

Selain itu, panitia juga mengundang, Assoc.Prof. Pindo Tutuko, PhD, dari Universitas Merdeka Malang dan Ir. Indra Chandra Setiawan, MT. Selaku Senior Manager PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Widodo mengatakan, ini forum bagi dosen untuk memaparkan hasil penelitiannya. “tahap awal untuk menjadi profesor yaitu penelitian dan jurnal internasional. Polsri belum ada profesor, tapi alumninya sudah ada yang profesor. Pemprov Sumsel siap membantu para dosen untuk dana penelitian, ” ujarnya.

Widodo menuturkan, acara ini biasanya diselenggarakan setahun sekali. “Kalau bisa ini diselenggarakan setahun 4 kali. Sehingga peluang dosen Polsri untuk menjadi profesor lebih besar, ” katanya.

Lebih lanjut Widodo menuturkan, Sumsel memiliki program kuliah gratis. Kalau bisa Polsri bermitra dengan Perguruan Tinggi (PT) Luar Negeri. Sehingga mahasiswa yang meraih program kuliah gratis di Polsri, bisa mendapatkan pendidikan luar negeri. “Misalnya satu tahun kuliah di Polsri, dua tahun kuliah di luar negeri. Sehingga pengetahuan mahasiswa lebih maju, ” katanya.

Sementara itu, Direktur Polsri Ahmad Taqwa mengatakan, penelitian ini adalah salah satu tugas dosen. “Tugas dosen itu mengajar, meneliti dan mengabdi. Kita belum ada profesornya. Memang kita perlu banyak penelitian,” katanya.

Menurut Taqwa, berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Untuk dosen Politeknik menjadi profesor itu dipermudah.

“Pemprov siap memberikan bantuan untuk penelitian, dengan tujuan dapat mengembangkan wilayah Sumsel untuk meneliti daerah ini, ” katanya.

Taqwa menuturkan, Polsri vokasinya lebih dekat dengan industri. “Saat ini ada satu dosen kita yang siap untuk gelar profesor. Satu lagi menyusul, ” ucapnya.

Jumlah karya ilmiah yang masuk sebanyak 137 paper yang lolos accepted dari reviewer sebanyak 109 paper. Paper di bagi menjadi 3 Track. Yaitu Track pertama mengenai Teknik dan sains, Track 2 tentang Ilmu Komputer dan ICT DAN Track 3 tentang Ilmu Kemasyarakatan.