Indonesian Creative Leadership Camp – II 2018

Selasa (23/10/2018) Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (BEM Polsri) menyelanggarakan pembukaan kegiatan  Indonesian Creative Leadership Camp – II  2018 (ICLC II 2018), yang bertemakan:  Menjadi Pemimpin Masa Depan Indonesia Yang Kreatif, Inovatif dan Inspiratif, di Gedung Graha Pendidikan Polsri, Kota Palembang. Acara  dibuka secara resmi  oleh Asisten 1 Pemprov.Sumsel  H. Ahmad Najib yang dalam hal ini mewakili Gubernur Sumsel,  dihadiri : H. Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR RI), Dr. Ing Ahmad Taqwa (Direktur Polsri), Fitriana MS.i (Plt Kaban Kesbangpol Sumsel), Yudho Adi Bintang Prasojo (Ketua BEM Polsri), dan Fauzi Ridwan (Ketua Pelaksana) dan diikuti sekitar 500 mahasiswa Polsri Palembang dan utusan perwakilan dari 20 BEM Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia.

ICLC II 2018 ini merupakan program kerja terbesar yang di dalamnya terdapat 2 kegiatan yaitu Latihan Kepemimpinan Manajemen Nasional (LKMMN VIII) dan Seminar Nasional dan Talkshow. LKMMN merupakan kegiatan pelatihan dan seminar kepemimpinan tingkat nasional yang berperan sebagai sarana dalam mengasah maupun mengembangkan kemampuan kepemimpinan mahasiswa. Acara ini diikuti oleh 20 perguruan tinggi yang berasal dari pulau sumatera, jawa dan sulawesi . Dan Kegiatan ini akan berlangsung pada tanggal 23-27 Oktober 2018.

Direktur Polsri, Ahmad Taqwa menjelaskan bahwa yang harus dipahami dalam konteks leader yaitu 1. Kepemimpinan manajemen dimana sifatnya mendorong, pengelolaan sesuai visi dan misi yang ingin dicapai, 2. Leader (pemimpin) dimana seorang pemimpin itu berani berada di depan maka ketika dia di depan , dia siap menjadi contoh  dan mempunyai kreatifitas.

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nurwahid mengajak mahasiswa untuk membaca biografi masing-masing anggota Panitia Sembilan. Dari biografi itu kita bisa belajar tentang kepemimpinan yang kreatif, inovatif, berani berdialog dan berdebat untuk mencari solusi bersama.

“Kepemimpinan yang hebat dalam konteks Indonesia adalah kepemimpinan yang contoh-contohnya ada pada tokoh yang terhimpun dalam Panitia Sembilan,”