80 Mahasiswa Polsri PDD Prabumulih dan Pangkal Pinang Diwisuda

PALEMBANG, 10/2/2018 Politeknik Negeri Sriwijaya kembali mencetak sarjana baru. Kali ini ada 80 mahasiswa Program Pendidikan Di Luar Domisili (PDD) Rintisan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Prabumulih dan Kota Pangkal Pinang mengikuti prosesi wisuda ke 34 di Gedung Graha Pendidikan Polsri.

Adapun mahasiswa yang mengikuti wisuda terdiri dari PDD Prabumulih yakni Jurusan Teknik Komputer ada 18 orang, Jurusan Akuntansi 18 orang dan Jurusan Administrasi Bisnis ada 20 orang. Sementara PDD Pangkal Pinang yakni Jurusan Manajemen Informatika ada 24 orang.

Direktur Polsri Dr. Dipl. Ing. Ahmad Taqwa, M.T menjelaskan, era revolusi industri 4,0 yang ditandai dengan Internet for Everything, era big data, era globalisasi teknologi informasi yang cepat. Untuk itulah, alumni ditantang untuk mampu menguasai teknologi serta mampu berbahasa asing.

“Pendidikan vokasi di Polsri ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menyediakan SDM terampil, siap kerja dan usaha serta mempunyai keunggulan kompetitif dan komparatif,” jelasnya dalam Sidang Senat Khusus Terbuka wisuda ke 34 Polsri Program Pendidikan Di Luar Domisili Rintisan Akademi Komunitas Negeri Prabumulih dan Pangkal Pinang di Graha Pendidikan Polsri, Selasa (2/9).

Untuk itulah, sambung dia, Polsri menerapkan soft skill maupun hard skill mulai dari diksarlin, kepemimpinan, praktek di laboratorium, termasuk kerja praktek di industri.

“Selain itu, Polsri juga menggabungkan metode Student Center Learning (SCL) dan Teacher Center Learning (TCL) yang diaplikasikan melalui Learning Management Sistem Polsri. Dengan begitu, tenaga pengajar yang ada di kampus berbasis vokasi ini dibekali dengan sertifikasi keahlian dan magang industri,” ujarnya.

Saat ini, sambung Taqwa, Polsri sudah berinovasi dan mengaplikasikan dalam beberapa sistem tatakelola seperti Sisfokampus yang didukung aplikasi database Sistem Informasi Akademik, Sistem Penilaian Angka Kredit untuk pengembangan karir dosen, business intelligence dan SIM untuk managemen aset.

“Seluruh sistem didukung sejumlah fasilitas hardware, software, perangkat komputer dan jaringan internet maupun intranet sehingga civitas akademika maupuj pemangku kepentingan dapat berkomunikasi satu sama lain dengam cepat,” jelasnya. RIS