Orasi Ilmiah Dies Natalis Polsri 36. Oleh Prof. Djoko W. Karmiadji, MSME.Ph.D. APU.

TIGA Puluh Enam tahun yang lalu, tepatnya 20 September 1982, Politeknik Universitas Sriwijaya yang kemudian pada 21 September 1998 berubah status menjadi Politeknik Negeri Sriwijaya (POLSRI)  secara resmi dibuka dengan dua jurusan, yaitu Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Teknik Mesin.

Dalam perjalanannya sampai dengan peringatan Dies Natalis ke-36 ini, Polsri telah berkembang pesat menjadi 9 jurusan yang terdiri dari, 23 Program Studi, yaitu 11 program studi D III, 11 program studi sarjana terapan (D IV), dan satu program Magister bidang Teknik Emergi Terbarukan. Sejak berdiri sampai dengan saat ini, polsri telah menghadirkan alumni sebanyak 29.413 orang. Semantara itu, mahasiswa yang tercatat sedang menjalani perkuliahan pada tahun akademik 2018/2019 sebanyak 6.713 orang. Selain pengelolaan 23 program studi tersebut Polsri juga bekerjasama dengan Kabupaten Kota dalam melaksanakan Pendidikan Diluar Domisili (PDD) dalam rangka persiapan Akademi Komunitas Negeri.

Tema perayaan Dies Natalis ke 36 tahun ini adalah “Polsri Bersatu dan Berinovasi Untuk Membangun Prestasi Bangsa Dalam Era Industri 4.0”. Hal ini sangat relevan dengan visi Polsri. Perayaan Dies Natalis ke-36 ini diisi dengan Orasi ilmiah oleh Prof. Djoko W. Karmiadji, MSME.Ph.D. APU. yang merupakan Ahli Peneliti Utama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Kemenristekdikti.

Dalam sambutannya Direktur Polsri Dr Ing Ahmat Taqwa MT mengajak seluruh elemen Polsriuntuk bekerja bersama, Aktif dan Kreatif, Penuh Komitmen dan Tanggung Jawab, serta Ikhlas dan Tuntas. “marilah kita menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing dalam komitmen total dan penuh Integritas. Kita harus berkonsolidasi dan Bersinergi untuk mencapai impian kita Polsri Unggul dan Terkemuka. Visi tersebut hendaknya senantiasa tercerna didalam Qalbu, mendarah daging, beriak menggelora agar menjadi energi pemicu bagi semangat kerja keras dan cerdas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing,” ujar Ahmad Taqwa.