Direktur Polsri Lantik Pengurus Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Polsri Periode 2018

Kamis, 12/03/18. Dalam upaya meningkatkan kreativitas mahasiswa untuk mengasah kemampuan soft skill dilingkungan kampus Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) pada hari kamis tanggal 15 Maret 2018 Direktur Polsri Dr. Ing. Ahmad Taqwa, M.T., Memberhentikan dengan hormat pengurus  Majelis Permusyawaratan Mahasiswa  (MPM) periode 2017 dan Melantik pengurus MPM Polsri periode 2018 di Aula KPA Polsri, dalam acara tersebut dihadiri juga oleh Para Pembantu Direktur, Para Ketua Jurusan, Ketua Unit, dan juga Pengurus Ikatan Alumni Polsri (IKA Polsri).

Dalam sambutannya Direktur Polsri menyampaikan dalam era bonus demografi saat ini, Polsri akan menyiapkan sistem pembelajaran berbasis Informasi Teknologi (IT) termasuk nanti dalam organisasi kemahasiswaan juga akan disiapkan sistem IT. Ini sebuah tantangan besar bagi dunia pendidikan supaya pembelajaran itu didapatkan dimana saja dan kapan saja. Begitu juga sambutan pertama ketua MPM Polsri periode 2018 Julius Aman Wijaya,  Pemuda saat ini harus pintar membaca peluang  terutama peluang untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, bukan saja hard skill namun juga soft skill yang sangat berperan untuk meraih keberhasilan membangun Negeri ini. Organisasi kemahasiswan yang ada di kampus ini merupakan wadah kita untuk mendapatkan itu semua ujarnya.

Setelah pelantikan dan serah terima jabatan kepengurusan  MPM, acara dilanjutkan dengan pelantikan Presiden Mahasiswa yang dilantik dan diambil sumpah jabatan oleh ketua MPM yang baru dan disaksikan langsung oleh Direktur Polsri. Yudho Adi Bintang Prasojo sebagai Presiden mahasiswa terpilih Periode 2018. Dalam sambutannya mengajak para pengurus Ormawa yang berada dibawahnya untuk semangat menjalankan roda organisasi kemahasiswaan di Polsri supaya mampu mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah umumnya dan khususnya dalam lingkup Polsri itu sendiri supaya memberikan kemudahan dalam mendapatkan ilmu pengetahuan baik hard skill maupun soft skill bagi generasi penerus bangsa.