Category Archives: Berita

28Oct/10

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA MENJADI PERGURUAN TINGGI PENYELENGGARA TOEIC

Perangkat uji bahasa inggris umumnya yang kita kenal adalah TOEFL (Test of English as a Foreign Language) walaupun ada juga yang lainnya seperti SAT (Scholastic Aptitude Test), IELTS (International English Language Testing System) dan TOEIC (Test of English for Internasional Communication).

Namun perlu diketahui, bahwa perangkat uji tersebut mempunyai fungsi yang berbeda. Dari sekian perangkat uji bahasa Inggris, TOEIC menjadi pilihan bagi Politeknik Negeri Sriwijaya dalam mempersiapkan mahasiswanya memasuki dunia kerja. Karena TOEIC  merupakan tes internasional yang dirancang untuk digunakan di dunia kerja dan pendidikan.

Tanggal 15 Oktober 2010 bertempat di hotel JW Marriot Jakarta, Politeknik Negeri Sriwijaya bersama tiga perguruan tinggi (Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Sekolah Tinggi Manajemen Transport Trisakti) menandatangani MoU dengan PT International Test Center (ITC).

PT. ITC adalah distributor tunggal produk ETS ( Educational Testing Service) di Indonesia, khususnya produk TOEIC. Dengan ditandatanganinya MoU tersebut, Politeknik Negeri Sriwijaya menjadi salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang dapat menyelenggarakan Test TOEIC.

TOEIC (Test of English as International Communication) adalah tes kecakapan bahasa Inggris yang mengukur kemampuan berbahasa Inggris untuk dunia kerja, dunia bisnis, dan komunikasi sehari-hari. Sudah banyak negara yang menggunakan TOEIC sebagai alat ukur, seperti Jepang, Thailand, Korea dan negara lain yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Jumlah peserta TOEIC mencapai lebih dari 5 juta peserta per tahun di seluruh dunia.

25Oct/10

Cek Penggunaan Narkoba, Mahasiswa Polsri akan di Tes Urine

SRIJAYA Negara. Penyalahgunaan Narkoba di kalangan remaja menjadi permasalahan yang hingga kini belum tuntas.  Dari seluruh jumlah masyarakat Indonesia, rupanya ada 1,9 % masyarkat yang menggunakan obat terlarang ini.  Dan ternyata, factor lingkungan yang mendominasi penggunaan obat ini, jika dipersentasekan ada 86,67 % remaja yang menggunakan narkoba karena pengaruh lingkungan.

Hal itu dungkapkan M Fauzan Bidang Dokkes Polda Sumsel saat mensosialisasikan bahaya narkoba kepada ratusan mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya di aula KPA.  Mendapat peringat pertama penggunaan narkoba di kalangan remaja sebesar 86,67 %. Kemudian faktor coba-coba sebesar 74,15 %, faktor pola asuh otoriter sebesar 70,00 %, faktor teman sebaya sebesar 51,14 %.

Biasanya remaja yang menggunakan narkoba secara berkelompok dengan menggunakan jarum suntik secara bersama-sama, tentu saja ini sangat berbahaya, “bebernya”.

Bahkan maraknya penggunaan narkoba ini menjadi bisnis yang menggiurkan, bukan saja di Indonesia, bahkan bisnis narkoba ini sudah memiliki jaringan Internasional.  Beberapa modus operandi yang sudah terungkap dalam jaringan Internasional ini seperti dengan menggunakan sebuah media, bahkan ada juga yang diaplikasikan didalam tubuh.

Berbagai pola dilakukan dalam penyebaran narkoba ini, seperti menggunakan media contohnya meletakkan narkoba di tempat sesuatu, dan sudah ada beberapa modus terungkap saat sampai di bandara.  Memang untuk memutuskan jaringan narkoba ini harus kita bekali pengetahuan dikalangan remaja, karena pada masa tersebut sangat rawan dalam menggunakan obat terlarang ini, “kata Fauzan”.

Dalam kesempatan yang sama, Firdaus ST MT Pembantu Direktur 1 Polsri mengatakan, penyuluhan tentang narkoba dikhususkan bagi mahasiswa Polsri yang baru.  Sosialisasi ini sendiri baru pertama kali dilaksanakan di Polsri.  Sehingga dengan pemahaman mengenai narkoba, akan menjadi benteng dalam penggunaan obat narkoba ini.

“Sosialisasi ini juga sebagai dukungan kita terhadap program pemerintah, sehingga bidang akademi juga berperan dalam membentengi penggunaaan narkoba ini, sehingga seorang mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik juga memiliki jiwa yang bersih bebas dari penggunaan narkoba, “jelasnya”.

Masih kata Firdaus, sosialisasi ini baru tahap pertama, dalam waktu yang tidak ditentukan pihaknya juga akan melakukan tes urine kapada mahasiswa ini.  Jika terbukti mahasiswanya positif menggunakan narkoba pihaknya melalui Dokkes polda sumsel akan melalukan pembinaan, namun jika dikemudian hari tetap menggunakan obat ini, maka pihaknya kan menyerahkan kepada keluarganya.

“Rencanannya test urine yang akan kita lalukan nantinya dilakukan secara bertahap khusus bagi yang positif, jika masih terbukti mengguunakan obat terlarang ini maka dengan terpaksa kita akan menyerahkan kepada orang tuanya. “kata Firdaus”.

Sumber : Harian Palembang Ekspres tanggal 25 Oktober 2010

22Oct/10

POLSRI PERGURUAN TINGGI KETIGA YANG MEMILIKI TAX CENTER

PALEMBANG Sumsel Post-  Penanda tanganan naskah kerjasama pembukaan Tax Center antara Politeknik Sriwijaya (Polsri) dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat  Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung Kamis (21/10) dilaksanakan di Aula KPA Polsri.  Penandatanganan  tersebut dilakukan oleh Direktur Polsri yang di wakili oleh Pembantu Direktur I Polsri Firdaus, ST.MT dengan Kakanwil DJP Sumsel dan Babel Pandu Bestari.

Kepala bidang penyuluhan pelayanan  dan hubungan masyarakat Kanwil DJP Sumsel dan Babel Dr. Adinur Prasetyo, AK.M.Si mengatakan Tax Center di Polsri akan digunakan sebagai media untuk mendidik mahasiswa seputar pajak termasuk juga peran dan fungsi penyuluh pajak.  Mengenai lama waktunya Adinur menambahkan mereka diberi pelatihan selama satu minggu dan materi yang diberikan setara dengan Brevet A dan B.

Adinur menambahkan, Tax center di Polsri merupakan tax center yang ketiga kerjasama antara Kanwil DJP dengan Perguruan Tinggi setelah Universitas Bina Darma (UBD) Palembang dan Universitas Negeri Bangka Belitung.  Pada angkatan pertama ini mahasiswa yang akan masuk program tax center direncanakan berjumlah 10 hingga 20 orang.

“ Karena ini baru angkatan pertama, mungkin mahasiswa Polsri yang terlibat dalam tax center ini berjumlah 10 hingga 20 mahasiswa”  tutur Adinur.  Ini merupakan salah satu program “Tax go to Campus” dari kantor kami, ungkapnya.  Disambungkan Adinur, pihaknya mencanangkan minimal setiap tahun membuka satu tax center di setiap perguruan tinggi yang ada di Sumsel dan Babel.

Mengenai Pengelolaan, dijelaskan Adinur akan koordinasi dengan Polsri.  Pihak kami juga akan membantu pendanaan sebesar 10 juta di setiap tax center pertahun.  “Keberadaan Tax center ini sama dengan tax center yang telah lebih dulu berjalan di dua perguruan tinggi.  Misalnya mengenai fasilitas, disini akan kami isi dengan buku-buku atau jurnal seputar pajak dan seperangkat komputer, hardware dan sofware ataupun soft copy peraturan-peraturan terkini seputar pajak”.  Kata Adinur.

Lebih jauh dikatakan Adinur, oleh karena para mahasiswa yang bertugas di tax center ini di bekali oleh pengetahuan terkini seputar pajak maka mereka bisa di fungsikan untuk membantu petugas pajak dalam melakukan penyuluhan pajak kepada masyarakat.  Sementara Firdaus menjelaskan, keberadaan tax center ini sangat banyak manfaatnya terlebih untuk mahasiswa jurusan akuntansi.  Terkait mahasiswa yang bertugas di tax center Polsri nantinya, Firdaus berkata akan kami bahas lebih jauh nanti.  Firdaus mengatakan tax center ini khususkan bagi mahasiswa Polsri jurusan akuntansi agar bisa mengaplikasikan dan mengupdate pengetahuan terkini seputar pajak.

”Bisa saja mahasiswa yang masuk dalam program pelatihan kesemuanya dari jurusan akuntansi, mengenai jumlah mahasiswa yang mengikuti program ini mungkin dilakukan secara bertahap atau terjadwal, yang jelas untuk tahap pertama ini kita akan memberikan pelatihan sebanyak 10 hingga 20 mahasiswa”.  Tutur Firdaus yang merupakan Pembantu Direktur bidang akademik ini.(Muhardi)

Sumber:  Harian Sumsel Post, Jum’at 22 Oktober 2010