All posts by yulia

PENGUMUMAN PMDK PN 2019

SIANG INI, MENRISTEKDIKTI UMUMKAN HASIL SELEKSI PMDK-PN 2019

(Semarang, 16 April 2019) Hasil Penelusuran Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri (PMDK-PN) diumumkan hari ini, Selasa (16/4/2019) siang, pukul 14.00 WIB.

Hal ini disampaikan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam konferensi pers “Pengumuman Hasil PMDK-PN 2019” di Politeknik Negeri Semarang, Semarang (16/4/2019).

Menristekdikti menyampaikan informasi peserta yang dinyatakan lulus seleksi 42 politeknik negeri tahun ini sebanyak 16.666 siswa dari 206.852 siswa yang mendaftar dari 8421 sekolah asal.

Angka pendaftar PMDK-PN naik sebesar 13% dari tahun lalu, yakni dari 183.827 siswa menjadi 206.852 siswa. Hal ini  menunjukkan bahwa siswa yang berminat untuk studi lanjut di politeknik naik secara signifikan. Bahkan di beberapa politeknik, ada kenaikan pendaftar mencapai hampir 30%.

“Masyarakat sudah mulai teredukasi dengan baik tentang politeknik. Politeknik bukan lagi pilihan kedua. Kemenristekdikti juga telah menyiapkan beasiswa Bidik Misi bagi 10.000 calon mahasiswa politeknik yang lolos seleksi melalui jalur PMDK-PN dan UMPN,” jelas Nasir.

Ketua Forum Direktur, Rachmad Imbang Tritjahjono menyampaikan, akses pengumuman hasil PMDK PN 2019 dapat dilihat melalui laman resmi: http://pmdk.politeknik.or.id

“Peserta dapat melihat hasil pengumuman dengan cara memasukan nomor pendaftaran. Akan ada informasi bahwa yang bersangkutan diterima, menjadi cadangan, atau belum lolos,” jelas Imbang.

Ketua Forum Direktur menyampaikan, peserta yang dinyatakan tidak lolos PMDK-PN dapat masuk ke Politeknik Negeri melalui jalur Ujian Masuk Politeknik Nasional (UMPN) yang akan dibuka pada tanggal 20 Mei secara serentak di semua politeknik negeri, di luar jalur mandiri yang ditawarkan.

Informasi lebih lanjut:

ANDRI SURYANDARI

(HP. 0819833824)

Tim Humas Pusat

PMDK-PN 2019

Polsri Juara 1 dalam National CAD-CAM Competition 2019

Rabu, 11/4/2019. Polsri mengikuti lomba National CAD CAM Competition 2019 di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) pada tanggal 7-9 April 2019 dengan tema “Jadilah Inovator dalam Revolusi Industri Manufaktur 4.0”. Lomba ini terdiri dari 25 perguruan tinggi dan 45 peserta.

CAD-CAM competition adalah kompetisi dari proses Desain sampai dengan produk jadi .Pada tahun ini Prodi Teknik Desain dan Manufaktur mengadakan kompetisi dan disponsori oleh PT. HANKOOK DELCAM INDONESIA. Kompetisi Ini akan diikuti oleh Mahasiswa dari PTN atau PTS se Indonesia.

Wakil Direktur III, Ir. Irawan Rusnadi. saat menyambut kepulangan Tim dikampus Polsri mengucapkan selamat atas prestasi yang telah diperoleh oleh mahasiswa Teknik mesin. Kita mengetahui bahwa grade lomba  National CAD CAM Competition merupakan ajang bergengsi dan menjadi incaran peserta dari Teknik mesin di setiap PTN agar bisa bergabung dalam kompetensi ini.

Pola yang diterapkan Teknik mesin dalam hal pembinaan kelompok studi mahasiswa patut di contoh oleh prodi lain. Pembinaan bisa berkelanjutan dan mengikuti jenis lomba. Sehingga terget tim dapat tercapai dengan baik.

Pembimbing dari Teknik mesin, Dicky Seprianto, S.T., M.T juga menambahkan kalau melihat sejarah perjalanan lomba Teknik mesin di bidang CAD CAM bukanlah sesuatu yang instan.pada tahun 2015, Teknik mesin hanya berhasil masuk 10 besar. Dengan semangat yang pantang menyerah pada tahun 2019, perjuangan mahasiswa Teknik mesin tercapai dan menjadi juara 1 dan peringkat ke 4.

Polsri mengirimkan 4 mahasiswa dalam lomba National CAD CAM competition 2019 di PPNS. Pada babak penyisihan berupa ketepatan IT Desain dalam manufacturing, 2 nama mahasiswa Polsri berhasil masuk 10 besar.

Setelah dilakukan kembali penyaringan, 2 nama mahasiswa Polsri berhasil kembali masuk 5 besar. Ini merupakan kabar bahagia bagi Polsri karena 2 mahasiswa masih bisa ikut bersaing dalam kompetensi ini karena hasil yang dibuat polsri aman di mesin CNC. 

Berdasarkan aspek penilaian yaitu ketepatan ukuran, kecepatan waktu, kehalusan dan ketepatan stategi . Polsri berhasil menjadi peringkat 1 dan peringkat 4 dalam kompetensi ini. Polsri mengungguli perguruan tinggi lain, dengan perjuangan mahasiswa dan pembimbing “Polsri layak menjadi juara” ungkapnya.

Untuk kedepan persiapan harus lebih baik karena mempertahankan juara itu lebih sulit. Semangat dan usaha yang maksimal , karena usaha tidak pernah menghianati hasil.

Sosialisasi Lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) 2019

Rabu, 10/4/2019. acara sosialisasi lomba parade cinta tanah air (PCTA) 2019 dilaksanakan di Politeknik Negeri Sriwijaya tepatnya di Aula KPA Polsri. Acara dihadiri oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bersama alumni PCTA.

Wakil Direktur III, Ir. Irawan Rusnadi. Program PCTA ini merupakan salah satu program kementerian Pertahanan RI untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air pada anak-anak muda. Kemenristekdikti sebelumnya ada program juga bela negara. Bentuk bela negara bagi mahasiswa tidak harus membawa senjata, belajar dengan baik dan berprestasi juga merupakan bentuk bela negara.

Perwakilan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Kolonel Inf Jefri Buang mengatakan Alumni PCTA kurang lebih berjumlah 400 orang baik dari SMA maupun perguruan tinggi. Dan PCTA ini telah berdiri dari tahun 2012. Mulai tahun 2018 sampai saat ini yang di cari ialah karya inovasi. Membuat sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis.

“Generasi milenial berfikir kreatif merupakan salah satu bentuk cinta tanah air” ungkapnya. Mahasiswa itu harus Cerdas dalam bersosial media, cerdas dalam melihat berita hoax dan tidak mudah menshare informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Materi lomba dibawakan oleh pengurus alumni PCTA yang dimulai dengan moto “PCTA…Kami siap bela negara”. Pengurus alumni ini juga terdiri dari beberapa universitas di Palembang. Lomba PCTA ini sendiri akan dilaksanakan bulan juli atau agustus. Sebelum parade dilaksanakan akan ada Pra lomba dimana kriteria kreatifitas/ inovasi, salah satunya bersifat orisinil dan bahan baku mudah didapat. Sebelum acara parade akan diadakan pra lomba dengan mengumpulkan semi-abstrak. Adapun jenis inovasi misal kuliner, otomotif, agrobisnis, Teknologi Informatika/elektronika, kerajinan tangan, sains , dll

Polsri Juara 1 dan Strategi Terbaik pada Kontes Robot Indonesia (KRI) Divisi KRPAI-Berkaki

Senin, 8/4/2019. Polsri mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) Tingkat Regional 1 Tahun 2019 di Universitas Teknokrat Indonesia Lampung. Lomba dilaksanakan 4-6 April 2019.

KRI merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kemenristekdikti.

KRI Regional 1 diikuti oleh 60 tim yang melibatkan 314 orang dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Sumatera.

Polsri mengikuti 4 divisi yang dilombakan yaitu terdiri dari Kontes Robot Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Berkaki (KRPAI-Berkaki), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Beroda (KRSBI-Beroda), dan Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI).

Pada Kontes Robot Pemadam Api Berkaki (KRPAI-Berkaki), Polsri berhasil menjadi Juara 1 dan Best Strategi. dan Pada Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) , Polsri berhasil menjadi Juara 2.

Sedangkan pada Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Beroda (KRSBI-Beroda) , Polsri berhasil masuk 5 besar dan pada Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) berhasil menjadi peringkat 6.

Wakil Direktur III, Ir. Irawan Rusnadi saat menyambut kepulangan Tim dikampus Polsri mengucapkan selamat dan bangga atas prestasi yang telah diperoleh oleh Tim Robot Polsri. Untuk kedepannya kita akan melihat dan menilai dari tim mengenai unsur yang menjadi standar. hasil standarisasi dan pembanding untuk memberikan semangat dan daya juang mahasiswa. Dan perlunya koordinasi dengan prodi lain untuk lebih baik kedepan.

Untuk berikutnya, Dua robot yaitu KRPAI-Berkaki dan KRAI akan mewakili regional 1 untuk mengikuti kejuaraan Nasional pada 19 Juni 2019. Sebuah tantangan besar untuk Polsri mempertahankan juara dan berusaha menjadi juara pada kejuaraan Nasional mendatang , dengan kekompakan dan semangat mahasiswa serta pembimbing , kita akan menjadi Juara kembali.