kji-dan-kbgi2016

Pengumuman Finalis KJI-XII dan KBGI-VIII Tahun 2016

Pengumuman Finalis KJI-XII dan KBGI-VIII Tahun 2016

Pengumuman Finalis Kompetisi Jembatan Indonesia Ke-12 (KJI-XII) dan Kontes Bangunan Gedung Indonesia Ke-8 (KBGI-VIII) Tahun 2016

Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi (terlampir)
di tempat

Dengan hormat,

Sehubungan dengan telah selesainya evaluasi proposal peserta KJI-XII dan KBGI-VIII Tahun 2016 dengan ini kami sampaikan tim (terlampir) yang dinyatakan LOLOS sebagai finalis untuk mengikuti KJI-XII dan KBGI-VIII Tahun 2016. Babak Final akan dilaksanakan tanggal 01 s.d. 04 Desember 2016 di Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang. Tim finalis wajib melakukan registrasi ulang melalui laman http://kji-kbgi2016.polsri.ac.id.

Berkenaan dengan hal tersebut, kami mohon bantuan Saudara untuk menginformasikan hasil seleksi ini kepada tim finalis dari Perguruan Tinggi Saudara. Biaya akomodasi dan konsumsi ditanggung oleh panitia sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta membawa SPPD berstempel yang ditandatangani pejabat perguruan tinggi masing-masing.

Demikian kami sampaikan dan selamat atas keberhasilan tim yang lolos menjadi finalis. Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami mengucapkan terima kasih.

Direktur Kemahasiswaan,

ttd

Didin Wahidin

Tembusan :
1. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan
2. Koordinator Kopertis Wilayah I s.d. XIV
3. Wakil/Pembantu Rektor/Direktur/Ketua Bidang Kemahasiswaan ybs

Lampiran :
1. Pengumuman KJI-XII dan KBGI-VIII 2016

img_6495

Polsri Selenggarakan Metodologi Pembelajaran bagi Dosen dan Tenaga Pendidik PDD

img_6477Palembang, 15/11/2016. Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) meneyelenggarakan Workshop Metodologi Pembelajaran untuk dosen Polsri, Tenaga Pendidik Pendidkan Diluar Domosili (PDD) polsri yang tersebar di empat daerah, acara yang berlangsung dari tanggal 14 – 17 November 2016 bertempat di Hotel Grand Duta Palembang di ikuti oleh 10 Orang tenaga pendidik PDD Baturaja Oku, 2 orang dari PDD Kota Prabumulih, 2 orang dari PDD Pangkal Pinang dan 2 orang daro PDD Siak, serta 2 orang tenaga administrasi akademik baturaja OKU mengikuti pelatihan administrasi akademik dalam rangka persiapan kemandrian PDD Oku.

Acara dibuka oleh Direktur Polsri Dr.Ing. Ahmad Taqwa, M.T., dalam sambutannya menyampaikan untuk mengimbangi sistem pengembangan pendidikan vokasi yang dilakukan oleh PEDC di masa awal pendirian Politeknik dulu setiap calon dosen di didik selama satu tahun di pusat pendidikan di Bandung, untuk masa sekarang karena pusat pengembangan tersebut sudah tidak adalagi maka untuk membina para tenaga pendidik program PDD ini dilakukan secara bertahap, tidak lagi dilakukan sekaligus seperti pada masa pembentukan Politeknik dahulu, dia berharap metodologi ini dilakukan secara keberlanjutan untuk tingkatan-tingkatan kematangan materi yang harus didapatkan oleh para tenaga pendidik.

img_6478Untuk memperkuat sistem pendidikan vokasi khusus PDD ujarnya supaya menyusun kurikulum berbasis kelompok bidang keahlian (KBK) karena jika PDD ini sudah dilepas dari Perguruan tinggi pembinanya sdm yang disiapkan sudah memiliki keahlian sesuai dengan amanah uu nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi didalam salah satu pasalnya menjelaskan bahwa Akademi Komunitas Negeri (AKN) disipkan untuk menghasilkan SDM yang memiliki keterampilan yang sesuai dengan kearipan lokal. Metodologi ini akan menghasilkan tenaga pendidik yang bisa memenuhi tuntutan Tri Darma Perguruan Tinggi tentu untuk mengukur keberhasilan tersebut adanya administrasi yang baik oleh sebab itu polsri juga mengikutkan tenaga administrasi akademik untuk pelatihan sistem pengolahan administrasi akademik.

Tenaga pendidik atau calon Dosen dari AKN yang berlatar belakang dari pendidikan akademik sudah saatnya mengubah Frem berfikir dari seorang pengembang ke ilmuan menjadi sistem pembelajaran berbasis keahlian (Vokasi) hal ini juga polsri selalu memberikan pelatihan dan workshop bagi calon dosen AKN.

img_6440

Polsri Tourism Competition

img_6458 Palembang, 11 /11/2016. Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis menyelenggarakan Polsri Tourism Competition acara yang di ikuti oleh lebih kurang 286 peserta ini dengan tema “Manusia Cerdar Promotor Pariwisata” Promosi pariwisata bukan hanya menjual paket wisata alam namun saat ini yang sangat populer dan terkenal wonderful Indonesia tampil dimata dunia pemerintah menjual produk pertunjukan seni nasional halini merupakan tren positif yang perlu di pertahankan dan ditingkatkan lagi dengan hal tersebut perlu adanya upanya untuk menciftakan promotr – promoter yang hadal, kreatif dan kompeten untuk menghadapi tantangan global, untuk mengujutkan halk tersebut perlu pembangunan intelektual dan kreatifitas melalui ajang ajang perlombaan bagi generasi penerus bangsa, hal ini lah yang mendorong mahasiswa Program Studi Adminsitrasi Bisnis Pariwisata untuk menyelenggarakan kegiatan Polsri Turism Competition sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pengembangan dan menciftakan kualitas sumberdaya masnusia dibidang pariwisata yang ada di Indonesia terutama yang ada di Sumatera Selatan.

img_6443Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan Ir. Irawan Rusnadi, M.T. dalam sambutannya acara ini sangat positif dilakukan guna membekali para mahasiswa untuk memahami betapa pentingnya promosi wisata yang ada dan akan menggali indutri – industry baru pariwisata yang ada di Sumsel, dengan harapan kepada para pembicara untuk memberikan pengetahuan secara mendetil untuk mahasiswa polsri karena kegiatan ini merupakan selaras dengan kompetensi lulusan Program studi Bisnis pariwisata, dengan cara pembelajaran ekstra kokurikuler melalui kegiatan – kegiatan seperti ini.

Acara yang berlangsung selama dua har dari tanggal 11 – 12 November 2016 dirangakai dengan acara talkshow pariwisata dengan tema change and challens turism industry creative and economic kreatif diikuti 100 peserta dengan narasumber Zainal Arifin sekretaris Dinas Pariwisata provinsi sumsel dan ketua DPD PHRI Sumsel. Lomba Video Advartaising diikuti oleh 8 peserta, lomba rangking 1 diikuti 100 peserta dan lomba aqustik 19 team dan lomba tari kreasi 17 team yang berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

img_6406

2062 Mahasiswa Baru Polsri Tes Narkoba

img_6396 Paliteknik Negeri Sriwijaya (Polsri) setiap tahun melakukan tes narkoba bagi mahasiswa baru, dengan tujuan agar di kampus Polsri bebas narkoba, pelaksanaan tes ini polsri bekerjasama dengan Polda Sumsel dan ruma sakit bayangkara Palembang. Tes yang dilakukan pada tanggal 9 – 10 November 2016 ini lebih kurang 2062 mahasiswa baru. Tes narkoba ini dibagi dalam beberapa posko hari pertama posko Gedung Kuliah 5 Jurusan Teknik Elektro, Posko Gedung Kuliah 6 Jurusan Teknik Komputer dan Jurusan Manajemen Informatika, Posko Gedung Kuliah 4 Jurusan Administrasi Bisnis dan Jurusan Bahasa Inggris yang telah dilakukan pada hari Rabu tanggal 9 November 2016, sedangkan hari kedua hanya dua Posko yaitu Gedung Pendidikan Jurusan Teknik Kimia dan Jurusan Teknik Sipil, Posko Gedung Kuliah tiga Jurusan Akuntansi dan Jurusan Teknik Mesin.

img_6413Pembantu Direktur 3 Irawan Rusnadi mengatakan, jika mahasiswa dinyatakan positif pengguna narkoba maka orang tua/wali mahasiswa tersebut akan dipanggil secara resmi dan di beri waktu lebih kurang 3 bulan untuk pembinaan, kemudian dilakukan tes ulang yang jadwalnya ditentukan oleh Polsri, jika mahasiswa tersebut masih dinyatakan positif maka akan di keluarkan dari kampus Polsri.

Pada saat tes jika ada mahasiswa yang tidak hadir/izin yang berssangkutan wajib mengikuti tes susulan yang dilakukan di ruma sakit Bayang Kara Palebang dengan biaya tes dibebankan pada mahasiswa yang bersangkutan. Tes narkoba yang dilakukan oleh pihak kampus wajib diikuti oleh setiap mahasiswa baru supaya dilingkungan kampus Polsri bebas dari Narkoba.

01Dec/16
pt-inka-300x225

Kemenristekdikti, Politeknik dan PT Inka Kembangkan Perkereta-apian Indonesia

pt-inka-300x225

PT INKAMadiun – Belmawa. (21/11/16), PT Industri Kereta Api atau (PT Inka) sebagai salah satu industri strategis tentu memegang peranan kunci untuk penguasaan teknologi dan industri perkereta-apian di Indonesia. Pada sisi lain, Politeknik (Poltek) juga memiliki peranan strategis dalam penyediaan tenaga terampil yang cocok dengan kebutuhan perkereta-apian di Indonesia termasuk PT Inka. PT Inka, Poltek dan perguruan tinggi lain diharapkan mampu melakukan riset dan pengembangan teknologi untuk lebih memajukan perkereta-apian di Indonesia. Harapan ke depan Industri Kereta Api di Indonesia (PT INKA) mampu mengembangkan kereta dengan kecepatan di atas 160 km per jam. Saat ini PT Inka sudah mampu mengembangkan teknologi boggy kereta api untuk kecepatan hingga 160 km per jam. PT Inka menjadi kebanggaan bangsa Indonesia karena bukan saja melayani kebutuhan kereta api dalam negeri, namun juga melakukan ekspor kereta api ke luar negeri seperti ke Banglades, Sri Langka dan negara lain di Afrika.

PT INKA saat ini bergerak dibidang industri sarana kereta api diantaranya Kereta Penumpang, Gerbong Barang, KRL, KRD/KRDE, Lokomotif, dan produk lainnya yang berkaitan dengan perkereta-apian. Disamping itu, untuk mengembangkan bisnis dan untuk mengisi kekurangan loading workshop, PT INKA memperluas pasar dengan menggarap produk non kereta api, salah satu yang sudah menampakkan hasil adalah produk otomotif berupa bus gandeng atau articulated bus.

Direktur Pembelajaran, Ditjen Belmawa, Kemenristekdikti Paristiyanti Nurwardani yang didampingi Direktur Politeknik Rachmat Imbang dari Politeknik Bandung (Polban), Isa dari Politeknik Manufaktur Bandung (Polman), Zaenal dari Politeknik Negeri Surabaya (PENS) dan Lukman dari Politeknik Madiun melakukan visitasi ke PT INKA. Mereka berdiskusi tentang pengembangan dan kerjasama industri perkeretaapian dengan institusi pendidikan (perguruan tinggi), membahas Blue Print perkereta-apian Indonesia 5 s.d. 20 tahun ke depan. Dalam diskusi tersebut, dibahas penerapan dual system pada kurikulum pendidikan vokasi di perguruan tinggi dengan melibatkan industri. Dalam penjelasannya, Paristiyanti juga menyampaikan bahwa Indonesia dan Cina telah sepakat untuk bekerjasama dalam bidang pendidikan tinggi seperti Joint Curriculum. Pihak pemerintah Cina memberi kesempatan atau beasiswa sebanyak 300 mahasiswa Indonesia untuk mengikuti program S1, S2 dan S3 terkait bidang perkeretaapian. Kemenristekdikti mendukung penuh program beasiswa bagi mahasiswa yang ingin belajar di Cina. PT Inka siap berkolaborasi dan sebagai tempat magang bagi mahasiswa, demikian ujar Surjanto General Manager Corporate Secretary. Turut hadir dalam diskusi antara lain General Manager di lingkungan PT INKA (Sigit, Sukoroto) , Sirin Wahyu Nugroho, Hendra Suryanto dan Melly Hertawati dari KemenristekdiktiPT INKA2

pt-inka2-300x225
Agung Sedaju, General Manager Teknologi PT INKA menjelaskan bahwa pengembangan teknologi di PT INKA menerapkan prinsip “Berawal dari akhir, berakhir dari awal.” Konsep dan ide ini diutarakan B.J. Habibie beberapa tahum silam. Menguasai teknologi kereta api terlebih dahulu, selanjutnya melakukan riset dan mengembangkan lebih jauh tentang kereta api yang lebih maju. Dengan konsep ini, PT INKA berhasil membangun teknologi perkereta-apian di Indonesia dari waktu ke waktu. Namun demikian untuk percepatan dan intensifikasi pengembangan kerata apai, PT Inka memerlukan mitra untuk kegiatan Research and Development (R &D). Perguruan tinggi diharapkan menjadi research partner dan basic knowledge dalam mendukung kemajuan dan pengembangan industri kereta api Indonesia. Teknologi dan inovasi kecepatan tinggi(high speed), persinyalan kereta api, remote control sistem operasi kereta api, automatisasi sangat dibutuhkan industri kereta api sehingga perlunya dilakukan R & D bersama perguruan tinggi. Dalam teknologi kereta api, pada dasarnya, terdapat beberapa bidang utama sistem teknologi kereta antara lain control, body, boggy, dan interior. Untuk itu, PT Inka bekerja sama dengan politeknik dan perguruan tinggi lain berupaya agar mampu menguasai teknologi padat tersebut. Kemitraan ini menjadi keniscayaan untuk kemajuan teknologi kereta api Indonesia. Kementerian Ristekdikti memfasilitasi kerjasama poltek, perguruan tinggi dan PT Inka dalam kerangka implementasinya.

Selanjutnya, Agung juga menyampaikan bahwa Pemeriksa, Operator dan Perawat kereta api merupakan 3 bidang yang dibutuhkam oleh PT INKA secara terus menerus dan merupakan 3 prospek ke depan serta pasar terbesar tenaga kerja untuk kereta api. Poltek dapat mendukung ke tiga bidang pekerjaan ini melalui pendidikan vokasi, dengan menyiapkan lulusan mahasiswa yang memiliki keterampilan tinggi untuk memenuhi kompetensi dari kebutuhan tersebut. Harapan ke depan, akan dikembangkan kereta api bertingkat untuk transportasi masal Jabodetabek, seperti kereta api bertingkat di Belanda. Bahkan, diperoleh dukungan dari anggota legislatif yang sudah melakukan kajian dan kunjungan kerja ke Belanda.

Perguruan tinggi yang sudah bermitra dengan PT INKA selama ini antara lain ITB, ITS, UNS dan UGM dan sudah lebih dahulu membantu riset PT INKA. Kini, Politeknik diharapkan dapat bermitra dengan PT Inka untuk bersama mengembangkan teknologi perkeretaapian Indonesia. Politeknik selain menyediakan tenaga kerja yang terampil, juga perlu diperkuat dalam R &D-nya. Kemitraan Politeknik dengan PT INKA dan dukungan kementerian terkait perlu diperkuat dengan payung hukum (MOU).

Pendidikan vokasi atau politeknik dapat menjadi pendukung utama dalam penyediaan tenaga terampil yang profesional memenuhi kebutuhan tenaga kerja perkereta-apian. Model kurikulum dual system melalui kerjasama Politeknik dan industri, dapat menjadikan lulusan Politeknik siap kerja dibidang yang diperlukan dan mengurangi mismatch. Kurikulum dengan pola atau model 3 2 1, memberi kesempatan mahasiswa selama 3 semester pembelajaran di kampus, 2 semester di industri dan 1 semester kembali ke kampus. Dengan demikian akan meningkatkan sinergi yang saling mendukung antara Politeknik dan industri, baik dalam penyediaan tenaga kerja maupun R & D. Kemitraan Politeknik dan perguruan tinggi lain dan PT Inka serta berbagai pihak lainnya sangat strategis untuk kemajuan perkeretaapian Indonesia. Maju bersama untuk kereta api Indonesia.(HS/Editor/HKLI)